Istilah "cougar puberty" mulai diperbincangkan di media sosial yang menggambarkan fase transisi dari menstruasi ke menopause.. Foto: FAArt PhotoDesign/Shutterstock
Sepanjang hidupnya, tubuh perempuan melewati berbagai fase yang mempengaruhi kegiatan sehari-hari secara signifikan. Contohnya, ketika memasuki usia remaja, perempuan melalui fase pubertas yang salah satu tandanya adalah menstruasi. Periode fase ini berlangsung cukup lama, yakni selama 35–45 tahun. Setelah itu, perempuan akan masuk ke fase perimenopause yang kini oleh warganet disebut sebagai "cougar puberty".
Seorang pengguna TikTok dengan akun @radiant.rewind mengunggah video yang ditonton ratusan ribu kali tentang sebutan baru fase perimenopause ini.
"You know what the cool kids are calling it now?" tanyanya dengan caption berisi hashtag #perimenopause #cougartok #midlifewellness #thisis40something. "Cougar puberty," tambahnya.
Apa, sih, "cougar puberty" itu?
Nah, istilah ini bukan istilah resmi secara medis, ya. Istilah "cougar puberty" dibuat dan digunakan secara populer untuk memudahkan perempuan mengenal perimenopause atau fase transisi dari menstruasi ke menopause.
Menurut WHO, fase perimenopause ini berlangsung secara bertahap, biasanya dimulai dengan perubahan pada siklus menstruasi dan berakhir satu tahun setelah menstruasi terakhir.
Oh, iya, kalau Ladies berpikir nanti ketika sudah tidak lagi menstruasi, berarti perempuan sudah tidak bisa hamil, itu salah ya. WHO mengatakan kalau di fase perimenopause, kehamilan masih mungkin untuk terjadi. Jadi disarankan tetap menggunakan kontrasepsi untuk menghindari kehamilan yang tidak diinginkan.
Terus, kenapa disebut "cougar puberty"?
"Cougar puberty" terdiri dari dua kata, cougar dan puberty.
Cougar atau singa gunung adalah hewan asli Amerika yang biasa ditemukan di berbagai habitat—eh, tapi bukan itu cougar yang dimaksud di sini, Ladies.
Dilansir dari Urban Dictionary, cougar dalam bahasa gaul merujuk kepada perempuan di usia 40–55 tahun-an atau lebih tua yang mencari hubungan romantis atau seksual dengan pria yang jauh lebih muda. Meskipun istilah ini kerap dipandang negatif, tak jarang pula digunakan dalam konotasi bercanda atau untuk menunjukkan kekaguman.
Sementara itu, disebut puberty karena gejala-gejala dari fase ini hampir serupa dengan gejala ketika anak-anak perempuan mengalami fase pubertas.
Seorang pengguna TikTok mengatakan bahwa ia mengalami hal-hal seperti mood swings, bloating, sampai kehilangan energi. Familiar dengan gejala-gejala itu, Ladies? Ya, itu gejala yang juga dirasakan para perempuan yang sedang masuk masa pubertas.
Dikutip dari John Hopkins Medicine, gejala-gejala lainnya adalah,
Perubahan dorongan seksual
Kesulitan berkonsentrasi atau mengingat
Sakit kepala
Keringat berlebihan di malam hari
Serangan panas
Vagina yang terasa kering
Kesulitan tidur
Nyeri sendi dan otot
Sering buang air kecil
Gejala mirip PMS
Gejala ini juga berbeda-beda untuk setiap orang, ada yang mengalami semuanya, beberapa, atau bahkan tidak sama sekali.
Kesadaran tentang salah satu fase dalam hidup perempuan ini bisa bantu Ladies untuk menavigasikan kebutuhan dan keinginan tubuhmu secara sehat.
Perubahan gaya hidup yang lebih sehat juga dianjurkan untuk perempuan yang sedang melewati fase ini, seperti makan makanan bergizi, berolahraga secara teratur, dan tidur dengan cukup.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar