Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia Jafar Hidayatullah (kanan) dan Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu (kiri) mengembalikan kok pada babak perempat final Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (23/1/2026). Foto: Aditya Pradana Putra/ANTARA FOTO
Jafar Hidayatullah/Felisha Pasaribu dikalahkan Mathias Christiansen/Alexandra Boje (Denmark) dalam semifinal Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan, Jakarta, pada Sabtu (24/1). Skor akhir 22-20, 19-21, dan 17-21.
Jafar/Felisha dan Christiansen/Boje bertarung sengit sejak awal gim pertama. Kedua pasangan tampil ngotot dan cukup agresif. Kedua kubu saling kejar-kejaran poin. Jafar/Felisha sempat unggul 3-0, terkejar 3-5, menyamakan skor 5-5, 8-8, lalu tertinggal 9-11 di interval.
Kedua pasangan masih saling kejar poin selepas interval. Skor sempat sama kuat hingga 13-13, lalu performa Jafar/Felisha agak menurun. Ini menjadi momentum ganda Denmark menjauh 13-15, 14-18, 15-19, lalu 17-20. Akan tetapi, Jafar/Felisha menunjukkan mental tangguh untuk berbalik menang 22-20.
Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia Jafar Hidayatullah (kiri) dan Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu (kanan) berselebrasi pada babak perempat final Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (23/1/2026). Foto: Aditya Pradana Putra/ANTARA FOTO
Pada gim kedua, Jafar/Felisha seperti terlambat panas. Mereka tertinggal 0-4 dengan cepat. Namun, mereka gigih dengan terus mendekatkan skor dan tertinggal 8-11 di interval.
Setelahnya, Jafar/Felisha masih berusaha keluar dari tekanan pemain Denmark dan tertinggal 12-17. Setelahnya, Jafar/Felisha mampu balik menekan dan menyamakan skor 17-17. Sayang, pasangan Indonesia sempat kembali mengendur sehingga tertinggal 17-20 dan kalah 19-21.
Pada gim ketiga, Jafar/Felisha tetap harus mengeluarkan tenaga mereka secara maksimal untuk mendobrak pertahanan wakil Denmark. Dan itu cukup berhasil karena beberapa smash mereka, terutama Jafar, mampu memaksa Christiansen dan Boje membuat pukulan keluar. Sejumlah drive nyangkut lawan juga menguntungkan Jafar/Felisha. Skor 11-4 di interval.
Setelahnya, Jafar/Felisha malah agak kehilangan fokus dan membuat beberapa kesalahan. Mereka terkejar dari 15-12 ke 15-18. Jafar bahkan sempat dikartu kuning karena dianggap mengulur waktu saat skor sempat 15-16. Pada akhirnya, mereka kalah 17-21.
Ilustrasi ase gendot atau tumisan cabai gendot khas Jawa Barat Foto: Dok.Shutterstock
Cabai atau cabe gendot banyak disajikan di rumah makan khas Sunda. Biasanya menu makanan ini dijadikan hidangan tumisan yang bercita rasa pedas dan gurih. Menu makanan ini sejatinya juga bisa kamu masak sendiri di rumah, lho.
Cabe gendot adalah varietas cabai dari spesies Capsicum chinense, yang terkenal akan kepedasannya. Namun cabai ini juga memiliki tekstur yang renyah, warna hijau segar, dan sedikit rasa manis.
Cita rasanya yang unik membuat cabai ini cocok diolah menjadi tumisan untuk lauk makanan. Beberapa waktu belakangan varietas cabai berukuran besar ini populer di kalangan media sosial. Banyak yang memasak ulang resep tumisan cabai ini. Namun tak sedikit yang mengeluhkan mulai dari tekstur cabainya yang menjadi terlalu lembek atau matang, hingga bumbunya yang kurang sedap.
Nah, kamu enggak perlu bingung lagi, karena Kartina, pemilik restoran khas Sunda bernama You Warung Ngeunah, yang juga merupakan masyarakat kelahiran Jawa Barat asli, memberikan tipsmemasak cabai gendot agar rasanya sedap.
Tumisan cabai gendot khas Sunda di rumah makan You Warung Ngeunah, Jagakarsa, Jakarta. Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparan
"Jadi kalau cabe gendot ini cocoknya sama ebi. Jadi ebinya kita agak sedikit halus biar lebih gurih rasanya," ujarnya saat kumparanFOOD temui beberapa waktu lalu di tempat makannya (21/1).
Cabai gendot juga biasanya dimasak dalam keadaan utuh, bahkan masih beserta tangkai atau batangnya. Untuk bumbu, selain ebi yang dihaluskan, jangan lupa kamu juga bisa menambahkan bumbu lain seperti bawang putih, bawang merah, serta kunyit.
Kemudian, Kartina juga menyarankan untuk tidak mengolah cabai gendot terlalu matang. "Nah, kalau untuk pilihan si cabai gendotnya, pas lagi diolah (dimasak) jangan terlalu matang, jadi masih bisa ngerasain kriuk gitu," tambahnya.
Nah, sementara saat ditanya soal ciri-ciri cabai gendot yang segar, Kartina menyarankan untuk memilih yang warnanya masih hijau segar.
"Terus cabai gendotnya pilih yang hijau-hijau, yang segar. Nah pada saat kita tumis sama ebinya jadi masih berasa kriuk dan enak, deh pokoknya," pungkasnya.
Jadi, setelah mengetahui tips memasak di atas, apa kamu tertarik memasak tumis cabai gendot sendiri di rumah?