Search This Blog

Balinale Tembus Festival Film Dunia, Deborah Gabinetti Jadi Juri Internasional

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Balinale Tembus Festival Film Dunia, Deborah Gabinetti Jadi Juri Internasional
Mar 7th 2026, 18:00 by kumparanHITS

Bali International Film Festival atau Balinale. Foto: Istimewa
Bali International Film Festival atau Balinale. Foto: Istimewa

Bali International Film Festival atau Balinale memperluas jangkauan kerja sama globalnya melalui dua ajang film prestisius dunia, yakni International Festival of Films on Art di Kanada dan South by Southwest di Amerika Serikat.

Pendiri sekaligus Direktur Festival Balinale, Deborah Gabinetti, secara resmi ditunjuk sebagai juri kompetisi internasional kategori film panjang dalam LeFIFA ke-44 yang akan berlangsung pada 12–22 Maret 2026 di Montreal, Kanada.

Tak hanya itu, Deborah juga dipercaya menjadi mentor industri film dan televisi dalam ajang SXSW yang digelar pada periode yang sama di Austin, Amerika Serikat. Penunjukan ini semakin menegaskan posisi Balinale sebagai salah satu festival film Indonesia yang diakui secara global.

Jembatan Menuju Panggung Oscar

Eksistensi Balinale semakin kuat sejak festival ini meraih kualifikasi Academy Awards pada 2025. Status tersebut membuka peluang bagi film pemenang Balinale untuk masuk dalam pertimbangan nominasi Oscar.

Salah satu buktinya datang dari film animasi pendek Retirement Plan, pemenang kategori Animasi Pendek Balinale 2025, yang berhasil menembus nominasi Oscar 2026. Pemenang ajang tersebut dijadwalkan diumumkan pada 15 Maret mendatang.

Bali International Film Festival atau Balinale. Foto: Istimewa
Bali International Film Festival atau Balinale. Foto: Istimewa

Deborah Gabinetti menyebut pencapaian ini sebagai langkah nyata untuk membawa sineas Indonesia ke panggung dunia.

"Penunjukan ini merupakan bentuk pengakuan global terhadap standar industri yang kami bangun. Melalui kolaborasi dengan LeFIFA dan SXSW, Balinale berkomitmen menjadi inkubator bagi talenta Indonesia untuk terhubung langsung dengan para pemimpin industri film dunia," ujar Deborah.

Komitmen 19 Tahun Balinale

Memasuki tahun ke-19 penyelenggaraannya, Balinale 2026 akan digelar pada 1–7 Juni di kawasan Sanur, Bali. Festival ini akan menghadirkan berbagai program, termasuk Bali Film Forum yang mempertemukan penulis cerita lokal dengan pelaku industri film internasional.

Bali International Film Festival atau Balinale. Foto: Istimewa
Bali International Film Festival atau Balinale. Foto: Istimewa

Pendaftaran film untuk Balinale 2026 masih dibuka melalui platform FilmFreeway hingga 15 Maret 2026. Festival ini akan menampilkan berbagai kategori, mulai dari film panjang, film pendek naratif, dokumenter, hingga animasi.

Didukung oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dan Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Balinale terus berupaya memperkuat posisi perfilman Indonesia di pasar global serta membuka peluang lebih luas bagi sineas Tanah Air untuk tampil di panggung dunia.

Media files:
01kk3mq5ex5xz5br3fkc2ndt1e.png image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Kisah Anak SMP Jualan Kerupuk di Medan: Mau Beli HP untuk Ujian Sekolah

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Kisah Anak SMP Jualan Kerupuk di Medan: Mau Beli HP untuk Ujian Sekolah
Mar 7th 2026, 17:23 by kumparanNEWS

Riski (16 tahun) anak SMP yang jualan kerupuk untuk membeli HP demi ujian di sekolahnya. Ia tidak mau beratkan orang tuanya dan berusaha sendiri, Medan, Sabtu (7/3).  Foto: Amar Marpaung/kumparan
Riski (16 tahun) anak SMP yang jualan kerupuk untuk membeli HP demi ujian di sekolahnya. Ia tidak mau beratkan orang tuanya dan berusaha sendiri, Medan, Sabtu (7/3). Foto: Amar Marpaung/kumparan

Langkah kakinya melangkah di tengah teriknya matahari. Gagang bambu itu ia pikul dengan sisi kanan dan kirinya digantungkan kerupuk-kerupuk.

Namanya Riski, remaja berusia 16 tahun yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) kelas 3. Riski tetap semangat menjalani berjualan kerupuk demi membantu orang tuanya.

Di saat anak seusianya bermain game setelah pulang sekolah, Riski memilih berjualan demi mendapatkan uang saku dan membantu orang tuanya.

Ayahnya hanya bekerja sebagai seorang penarik becak motor dan ibunya menjaga kedua adiknya—di antaranya masih bayi dan satunya sekolah di bangku sekolah dasar.

Kerupuk itu milih orang lain yang ia jual kembali dengan upah Rp 1.500 per kantongnya. Satu kantong kerupuk dijual dengan harga Rp 5.000. Riski mengaku bisa mendapat uang Rp 85.000 apabila kerupuk itu terjual habis.

"Orang tua tidak ngizinin untuk bermain karena panas. Bisa kehausan. Sedangkan jualan bisa berteduh kalau panas," kata Riski saat berbincang dengan kumparan, Sabtu (7/3).

Kerupuk-kerupuk Riski jual dengan harga Rp 5.000 Foto: Amar Marpaung/kumparan
Kerupuk-kerupuk Riski jual dengan harga Rp 5.000 Foto: Amar Marpaung/kumparan

Ia berjalan dari rumahnya mulai dari Kecamatan Tembung, Kota Medan menuju Bandar Selamat. "Karena semangat ini puasa, dibantu Allah, tiap hari salat," ucap Riski.

"Buka [puasa] di jalan, berhenti untuk berbuka. Beli makanan untuk berbuka pakai duit sendiri. [Enggak bawa bekal] karena takut dimakan sendiri karena lagi puasa," imbuh Riski.

Ingin Beli HP untuk Ujian Sekolah

Kata Riski, uang jajan yang dikumpulkannya untuk membeli sebuah handphone (HP) demi mengikuti ujian di sekolahnya. Ia berusaha mengumpulkan uang itu agar tidak memberatkan orang tuanya.

Kerupuk-kerupuk Riski jual dengan harga Rp 5.000 Foto: Amar Marpaung/kumparan
Kerupuk-kerupuk Riski jual dengan harga Rp 5.000 Foto: Amar Marpaung/kumparan

"Karena mau beli HP, bentar lagi ujian. Ujian pakai HP. Orang tua engga ada HP, enggak mau beratkan orang tua," ujar Riski.

Riski mengatakan, uang yang sudah terkumpul dari hasil jualannya sebesar Rp 300.000. Ia menyebut, uangnya masih kurang untuk membeli handphone.

"Masih Rp 300 ribu terkumpulnya," kata Riski.

Walaupun Riski mendapatkan bantuan dari sekolah untuk pendidikannya. Namun, tidak mencukupi untuk membeli sebuah handphone. Karena keadaan, Riski pun terpaksa berjualan dari 1 bulan terakhir karena mau ujian sekolah.

Media files:
01kk3t69hfyp6pb0t8004w9a9p.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.