Search This Blog

Foto: Tradisi Bubur Ramadan khas Masjid Suro Palembang

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Foto: Tradisi Bubur Ramadan khas Masjid Suro Palembang
Mar 8th 2025, 19:03, by Ary Priyanto, Urban Id

Anak-anak yang menunggu tradisi pembagian bubur ramadan khas Masjid Suro, Sabtu (8/3) Foto: ary/urban id
Anak-anak yang menunggu tradisi pembagian bubur ramadan khas Masjid Suro, Sabtu (8/3) Foto: ary/urban id

Masjid Besar Al Mahmudiyah atau yang lebih dikenal dengan Masjid Suro memiliki tradisi tahunan setiap bulan ramadan. tradisi turun temurun itu berupa pembuatan bubur untuk dibagikan kepada warga sekitar.

Tradisi pembagian bubur khas ramadan di masjid suro tak hanya dibagikan kepada warga sekitar, melainkan para pendatang yang singgah untuk beribadah di masjid ini. setiap harinya, pengurus menyediakan sekitar 70 piring bubur khas ramadan untuk para jamaah.(abp)

Tradisi pembagian bubur ramadan khas Masjid suro sudah dilakukan sejak puluhan tahun lalu, Sabtu (8/3) Foto: ary/urban id
Tradisi pembagian bubur ramadan khas Masjid suro sudah dilakukan sejak puluhan tahun lalu, Sabtu (8/3) Foto: ary/urban id
Sejumlah warga yang menunggu pembagian bubur ramadan yng merupakan tradisi tahunan di Masjid Suro Palembang, Sabtu (8/3) Foto: ary/urban id
Sejumlah warga yang menunggu pembagian bubur ramadan yng merupakan tradisi tahunan di Masjid Suro Palembang, Sabtu (8/3) Foto: ary/urban id
Pengurus masjid yang menyiapkan tradisi pembagian bubur ramadan sejak siang hari untuk nntinya dibagikan kepada warga maupun jamaah, Sabtu (8/3) Foto: ary/urban id
Pengurus masjid yang menyiapkan tradisi pembagian bubur ramadan sejak siang hari untuk nntinya dibagikan kepada warga maupun jamaah, Sabtu (8/3) Foto: ary/urban id
Sejumlah jamaah yang antre mendapatkan bubur ramadan yang merupakan tradisi Masjid Suro Palembang, Sabtu (8/3) Foto: ary/urban id
Sejumlah jamaah yang antre mendapatkan bubur ramadan yang merupakan tradisi Masjid Suro Palembang, Sabtu (8/3) Foto: ary/urban id
Tradisi pembagian bubur ramadan kgas Masjid Suro Palembang juga diperuntukkan bagi para jemaah yng singgah untuk sekedar berbuka puasa, Sabtu (8/3) Foto: ary/urban id
Tradisi pembagian bubur ramadan kgas Masjid Suro Palembang juga diperuntukkan bagi para jemaah yng singgah untuk sekedar berbuka puasa, Sabtu (8/3) Foto: ary/urban id

Media files:
01jntsrpc29cfs5ftfsp8y0qtm.jpg (image/jpeg)
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Malala Yousafzai Pulang ke Kampung Halaman Usai Insiden Penembakan 13 Tahun Lalu

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Malala Yousafzai Pulang ke Kampung Halaman Usai Insiden Penembakan 13 Tahun Lalu
Mar 8th 2025, 17:11, by Judith Aura, kumparanWOMAN

Pemenang Nobel Malala Yousafzai berbicara dalam pertemuan "Pendidikan Anak Perempuan di Komunitas Muslim: Tantangan dan Peluang" di Islamabad. Foto: Salahuddin/REUTERS
Pemenang Nobel Malala Yousafzai berbicara dalam pertemuan "Pendidikan Anak Perempuan di Komunitas Muslim: Tantangan dan Peluang" di Islamabad. Foto: Salahuddin/REUTERS

Aktivis Malala Yousafzai akhirnya mengunjungi kampung halamannya di Pakistan, usai lebih dari satu dekade tak kembali. 13 tahun lalu, Malala ditembak di bagian kepala oleh Taliban Pakistan. Saat itu, Malala masih berusia 15 tahun.

Dilansir Independent, meskipun Malala sudah beberapa kali mengunjungi Pakistan, ini merupakan kali pertama Malala kembali ke Shangla, Provinsi Khyber Pakhtunkhwa. Kunjungan itu berlangsung pada Rabu (5/3) lalu dan dilakukan dengan penjagaan sangat ketat untuk melindungi keamanan Malala.

Dilaporkan CNN, seorang petugas kepolisian Shangla, Umar Rehman, mengatakan, Malala didampingi oleh keluarga dekatnya selama kunjungan. Usai Malala melepas rindu dengan keluarga dan kerabat, ia kemudian mengunjungi sekolah di Shangla.

"Malala Yousafzai tiba di Shahpur, Shangla, dengan menggunakan helikopter untuk kunjungan singkat. Ia didampingi oleh ayah, suami, dan saudara laki-lakinya. Ia berjumpa dengan kerabat dekat sebelum akhirnya mengunjungi Sekolah Menengah dan Kampus Perempuan Shangla, yang didirikan berkat bantuan dana dari yayasan Malala Fund," kata Umar.

Umar melanjutkan, setelah mengisi acara di sekolah, Malala berziarah ke makam neneknya di pemakaman keluarga. Setelah menghabiskan waktu selama 2,5 jam di Shangla, Malala pergi ke Islamabad dengan menggunakan helikopter.

Lewat unggahan di X (dulu Twitter), Malala mengungkapkan rasa bahagianya bisa kembali ke Shangla. Ia pun bernostalgia mengingat kenangan manis di sana saat dia masih kecil. Potret yang diunggah menunjukkan sang aktivis berpose dengan pemandangan pegunungan dan sungai yang indah.

"Saat saya masih kecil, saya menghabiskan setiap masa liburan saya di Shangla, Pakistan. Saya bermain di pinggir sungai dan makan bersama dengan keluarga besar. Saya sangat bahagia bisa kembali hari ini—setelah 13 tahun lamanya—dan dikelilingi oleh pegunungan, mencelupkan tangan saya ke air sungai yang dingin, dan tertawa bersama sepupu-sepupu saya tersayang. Tempat ini sangat berkesan di hati saya, dan saya berharap bisa terus kembali ke sini," tulis Malala pada Rabu (5/3).

Aktivis iklim Uganda Vanessa Nakate, pemenang hadiah Nobel perdamaian Malala Yousafzai dan aktivis Swedia Greta Thunberg memprotes di luar parlemen Swedia, di Stockholm, Swedia, Jumat (10/6/2022). Foto: Philip O'Connor/Reuters
Aktivis iklim Uganda Vanessa Nakate, pemenang hadiah Nobel perdamaian Malala Yousafzai dan aktivis Swedia Greta Thunberg memprotes di luar parlemen Swedia, di Stockholm, Swedia, Jumat (10/6/2022). Foto: Philip O'Connor/Reuters

Malala Yousafzai ditembak di bagian kepala oleh Taliban Pakistan pada Oktober 2012. Saat penembakan terjadi, Malala tengah menaiki bus pulang dari sekolah menuju rumah. Beberapa hari setelah ditembak, Malala dievakuasi menggunakan helikopter menuju Birmingham, Inggris. Beruntung, tindakan medis berhasil menyelamatkan nyawa Malala.

Dikutip dari Independent, Malala menjadi target Taliban Pakistan akibat kampanye memperjuangkan pendidikan untuk anak perempuan. Kala itu, desa tempat tinggalnya jatuh ke tangan Taliban Pakistan.

Usai insiden penembakan, Malala dan keluarganya tinggal di Inggris. Dua tahun setelahnya, Malala dianugerahi Piala Nobel Perdamaian, menjadikannya orang termuda dalam sejarah yang menerima penghargaan tersebut.

Perempuan kelahiran 12 Juli 1997 itu melanjutkan pendidikan di Oxford University dan semakin lantang dalam memperjuangkan hak-hak perempuan.

Media files:
01jhqg0x37jkmtmc98tawjge5d.jpg (image/jpeg)
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.