Apr 22nd 2025, 15:00, by Pandangan Jogja Com, Pandangan Jogja
Proses evakuasi jenazah mahasiswa S2 UGM yang ditemukan meninggal di kamar kos, Selasa (22/4). Foto: Resti Damayanti/Pandangan Jogja
Seorang pria berinisial MN (30) asal Semarang ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di daerah Caturtunggal, Sleman. Diketahui, korban merupakan mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM).
Pantauan Pandangan Jogja di lokasi, proses pemeriksaan awal berlangsung selama kurang lebih 3,5 jam. Jasad juga telah mengeluarkan bau busuk menyengat, tercium dari jarak kurang lebih 10-20 meter.
Ada sejumlah petugas seperti Polsek, Palang Merah Indonesia Kabupaten Sleman, forensik, hingga bagian Reserse Kriminal Polresta Sleman.
Proses evakuasi jenazah mahasiswa S2 UGM yang ditemukan meninggal di kamar kos, Selasa (22/4). Foto: Resti Damayanti/Pandangan Jogja
Kasat Reskrim Polresta Sleman, AKP Riski Adrian, menjelaskan bahwa penemuan tersebut bermula dari kecurigaan pemilik kos yang mencium bau tidak sedap dari salah satu kamar yang dihuni korban. Korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan autopsi setelah pemeriksaan awal selama 3,5 jam itu.
"Jadi tadi kita mendapat informasi dari pemilik kos bahwa ada tercium bau tidak enak di salah satu kamar yang dimiliki oleh pemilik kos, karena selain itu juga pemilik kos dapat laporan dari penghuni lain," ujar Adrian di sekitar lokasi, Selasa (22/4).
Adrian mengatakan penyebab kematian baru akan disampaikan setelah hasil pemeriksaan forensik keluar. Meski demikian, kepolisian telah mengantongi beberapa barang milik korban.
"Kita masih olah TKP. Memang ada beberapa barang yang kita ambil yang kita anggap itu berkaitan dengan penyebab kematian, nanti kita ekspos, kita informasikan di proses selanjutnya," ujarnya.
Pihak kepolisian juga telah mengamankan rekaman CCTV dari beberapa titik untuk kepentingan penyelidikan.
Pemilik kos tempat mahasiswa S2 UGM meninggal dunia. Foto: Resti Damayanti/Pandangan Jogja
Sementara itu, pemilik indekos, Dimas, mengatakan korban merupakan penghuni terlama di indekosnya. Sepengetahuannya, selain sebagai mahasiswa pascasarjana, korban juga bekerja sebagai pengajar. Korban juga dikenal sebagai pribadi yang baik.
"Ibu (Ibu Dimas) terakhir ketemu korban Kamisnya, waktu itu feelingnya udah kayak beda gitu," ujar Dimas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar