Search This Blog

Kisah Munifah Wisudawan Terbaik UT Jakarta dan Impian S2 ke Jepang

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Kisah Munifah Wisudawan Terbaik UT Jakarta dan Impian S2 ke Jepang
Feb 1st 2026, 10:58 by kumparanNEWS

Munifah (22), wisudawan terbaik Universitas Terbuka Jakarta di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Tangerang Selatan, Minggu (1/2/2026). Foto: Amira Nada/kumparan
Munifah (22), wisudawan terbaik Universitas Terbuka Jakarta di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Tangerang Selatan, Minggu (1/2/2026). Foto: Amira Nada/kumparan

Di usia 22 tahun, Munifah membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berprestasi. Wisudawan terbaik Universitas Terbuka (UT) Jakarta dari Program Studi Sistem Informasi ini berhasil menuntaskan studinya dalam waktu 3,5 tahun, sembari menjalani pekerjaan paruh waktu (part-time) sebagai admin.

Bagi Munifah, kuliah jarak jauh bukan sekadar alternatif, melainkan pilihan yang paling sesuai dengan kondisi dan kesiapan dirinya. Ia mengakui, tantangan terbesar selama kuliah di UT adalah tuntutan kemandirian yang tinggi.

"Karena mungkin enggak selalu ketemu dosen langsung, jadi apa-apa harus mandiri. Harus tanggung jawab sendiri, disiplin, dan atur waktu sendiri," ujarnya usai seremoni wisuda UT Jakarta pada Minggu (1/2) di UT Convention Center, Tangerang Selatan.

Suasana wisuda Universitas Terbuka Jakarta Periode I Tahun 2026 di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Tangerang Selatan, Minggu (1/2/2026). Foto: Amira Nada/kumparan
Suasana wisuda Universitas Terbuka Jakarta Periode I Tahun 2026 di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Tangerang Selatan, Minggu (1/2/2026). Foto: Amira Nada/kumparan

Cocok dengan Kuliah Jarak Jauh

Munifah masuk UT pada awal 2022, setelah menjalani gap year selama enam bulan. Sebelumnya, ia sempat mencoba jalur SNMPTN dan SBMPTN, serta mendaftar Global Korea Scholarship (GKS) ke Korea Selatan. Namun belum berhasil.

Saat pendaftaran universitas konvensional telah ditutup, Munifah memilih UT agar tidak menunda kuliah lebih lama. Pilihan itu justru menjadi titik balik penting dalam perjalanan hidupnya.

"Kuliah jarak jauh benar-benar cocok banget buat saya. Karena sebenarnya awalnya juga belum siap untuk masuk ke kuliah konvensional. Dengan online itu bisa dijangkau dari mana pun dan sambil kerja juga jadinya lebih fleksibel untuk atur jadwalnya," katanya.

Fleksibilitas sistem UT membuat Munifah tetap bisa menjalani kuliah tanpa meninggalkan pekerjaannya. Ia bekerja part-time sebagai admin dengan sistem work from home (WFH) dan jam kerja yang menyesuaikan kebutuhan.

"Selama masuk kuliah itu alhamdulillah dapat kesempatan sama owner-nya. Bahwa nanti untuk bekerja itu prioritas kedua dan kuliah tetap jadi prioritas pertama. Jadi kalau mau izin ke kegiatan kampus, bisa diikuti tanpa harus meninggalkan pekerjaan," ujarnya.

Suasana wisuda Universitas Terbuka Jakarta Periode I Tahun 2026 di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Tangerang Selatan, Minggu (1/2/2026). Foto: Amira Nada/kumparan
Suasana wisuda Universitas Terbuka Jakarta Periode I Tahun 2026 di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Tangerang Selatan, Minggu (1/2/2026). Foto: Amira Nada/kumparan

Strategi Lulus Lebih Cepat

Munifah mengambil skema non-SIPAS (Sistem Paket Semester), paket perkuliahan yang memungkinkan mahasiswa mengatur sendiri mata kuliah tiap semester. Sejak awal, ia sudah menyusun rencana studi dari semester pertama hingga akhir.

"Dari awal saya targetnya memang mau lulus cepat. Saya sudah buat daftar mata kuliah apa yang mau saya ambil di semester satu sampai semester terakhir. Jadi nantinya saya tinggal daftarkan, jaga-jaga mungkin nilainya belum lulus, bisa saya masukkan di semester terakhir," jelas dia.

Dengan strategi tersebut, Munifah berhasil menyelesaikan studi hanya dalam tujuh semester dan meraih predikat wisudawan terbaik dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3.93.

Menurutnya, perbedaan utama antara SIPAS dan non-SIPAS terletak pada fleksibilitas dan kecepatan lulus. Skema non-SIPAS memberi ruang lebih besar bagi mahasiswa yang ingin mengatur ritme belajarnya sendiri.

Menatap Mimpi ke Jepang

Setelah resmi menyandang gelar sarjana, Munifah tak ingin berhenti sampai di situ. Ia berencana melanjutkan studi S2 dalam waktu dekat dan kini tengah mempersiapkan diri, termasuk mencari informasi beasiswa luar negeri dan menyiapkan sertifikat IELTS.

Jepang menjadi negara tujuan yang ia bidik. Ketertarikannya muncul setelah mendapat dukungan dari seorang profesor di Universitas Indonesia yang memiliki banyak mahasiswa binaan di sana.

"Beliau menyarankan coba Jepang karena pendidikannya bagus," kata Munifah.

Suasana wisuda Universitas Terbuka Jakarta Periode I Tahun 2026 di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Tangerang Selatan, Minggu (1/2/2026). Foto: Amira Nada/kumparan
Suasana wisuda Universitas Terbuka Jakarta Periode I Tahun 2026 di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Tangerang Selatan, Minggu (1/2/2026). Foto: Amira Nada/kumparan

Untuk bidang studi, Munifah tertarik mendalami data sains atau kecerdasan buatan (AI), sejalan dengan latar belakang Sistem Informasi yang ia tekuni selama kuliah.

Ia berharap dapat menjaga konsistensi dan semangat belajarnya agar mimpi melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi bisa terwujud.

"Semoga bisa tetap konsisten seperti sekarang dan secepatnya lanjut pendidikan lagi, agar motivasinya masih tinggi," pungkas dia.

Media files:
01kgbkwb11wy941gdjfx7w4623.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Alasan Sarwendah Hadiri Panggilan di Polda Metro Jaya: Demi Bela Hak Anak Saya

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Alasan Sarwendah Hadiri Panggilan di Polda Metro Jaya: Demi Bela Hak Anak Saya
Feb 1st 2026, 11:00 by kumparanHITS

Istri dari Ruben Onsu, Sarwendah saat memberikan keterangan kepada wartawan terkait menghujat keluarganya di media sosial di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta, Rabu, (15/5/2024). Foto: Agus Apriyanto
Istri dari Ruben Onsu, Sarwendah saat memberikan keterangan kepada wartawan terkait menghujat keluarganya di media sosial di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta, Rabu, (15/5/2024). Foto: Agus Apriyanto

Artis Sarwendah memenuhi panggilan penyidik Direktorat Reserse Siber (Ditressiber) Polda Metro Jaya, Jumat (30/1). Sarwendah diperiksa terkait laporan dugaan pencemaran nama baik melalui media elektronik yang dilayangkan mantan suaminya, Ruben Onsu.

Sarwendah mengungkapkan ini merupakan kali pertama dirinya berurusan dengan pihak kepolisian. Namun, demi memberikan perlindungan kepada anaknya, Sarwendah rela mengesampingkan rasa gugupnya.

"Jujur ini pertama kalinya aku ke sini (Polda Metro Jaya), jadi aku lumayan deg-degan sekarang ini. Tapi ya untuk anak, apa pun (saya lakukan)," kata Sarwendah di Polda Metro Jaya.

Sarwendah di kawasan Kapten Tendean. Foto: Maria Gabrielle Putrinda
Sarwendah di kawasan Kapten Tendean. Foto: Maria Gabrielle Putrinda

Sarwendah Anggap Tindakan Pemilik Akun soal Anak Telah Kelewatan Batas

Sebagai ibu, Sarwendah menganggap tindakan pemilik akun TikTok vina.run yang menyebarkan fitnah soal status anaknya telah kelewatan batas.

Ia tak mau kabar hoaks itu nantinya memengaruhi mental anak-anaknya di masa depan.

"Kenapa saya bisa sampai ada di sini, ya karena saya mau anak saya tahu gimanapun saya pasti akan membela anak saya dan saya akan mengeluarkan fakta-fakta yang benar," tutur Sarwendah.

Dalam pemeriksaan, Sarwendah mengatakan dirinya menjawab sekitar 16 pertanyaan dari penyidik. Tak hanya itu, Sarwendah juga turut menyerahkan bukti sahih untuk membantah fitnah yang beredar di media sosial.

"Lama-lama kan capek juga ya kalau diomongin terus. Jadi kayaknya harus ada tindakan nyata supaya hoaks itu tidak makin bertebaran," ucap Sarwendah.

Artis Ruben Onsu saat ditemui di Kawasan Cilandak, Jakarta Selatan. Foto: Aprilandika Pratama/kumparan
Artis Ruben Onsu saat ditemui di Kawasan Cilandak, Jakarta Selatan. Foto: Aprilandika Pratama/kumparan

Pemilik akun Instagram dan TikTok @vina.run diduga menyebarkan fitnah yang menyerang nama baik Ruben. Nama anak Ruben ikut terseret.

Laporan tersebut terdaftar dalam Surat Tanda Penerimaan Laporan (STTLP) dengan nomor STTLP/B/5364/VII/2025/SPKT/POLDA METRO JAYA.

Ruben menjerat terlapor dengan Pasal 310 dan Pasal 311 KUHP tentang pencemaran nama baik dan fitnah. Selain itu, laporan juga mengacu pada Pasal 27 ayat (3) juncto Pasal 45 Ayat (3) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Tak hanya itu, laporan tersebut turut mencantumkan dugaan pelanggaran Pasal 32 ayat (1) juncto Pasal 48 ayat (1) UU ITE serta dikaitkan dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Media files:
gxqppjxz9apnqajuhvmh.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.