Ilustrasi British Petroleum. Foto: Ben Stansall/AFP
Perusahaan energi global BP Plc asal Inggris melaporkan lonjakan laba pada kuartal pertama tahun ini, seiring meningkatnya keuntungan dari aktivitas perdagangan minyak di tengah perang Iran yang mendorong harga energi melonjak tajam.
Dalam laporan kinerja yang dirilis Selasa (28/4), BP menyatakan laba bersih yang disesuaikan naik lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi USD 3,2 miliar. Meski begitu, dikutip dari Bloomberg, utang bersih yang menjadi indikator yang menjadi perhatian utama investor ikut meningkat sekitar 14 persen.
BP sebelumnya telah mengisyaratkan bisnis perdagangan minyaknya mencatat kinerja luar biasa. Perusahaan ini diuntungkan oleh lonjakan harga minyak global, sekaligus relatif terhindar dari pemangkasan produksi besar-besaran yang dialami sejumlah pesaingnya di Timur Tengah, mengingat basis aset BP di kawasan tersebut lebih kecil.
Para trader BP menangani kargo minyak tidak hanya dari operasi internal perusahaan, tetapi juga dari pihak ketiga di berbagai belahan dunia, yang semakin memperbesar peluang keuntungan saat volatilitas pasar meningkat.
Kenaikan laba ini menjadi dorongan positif bagi CEO baru Meg O’Neill, yang saat ini menghadapi tantangan untuk menekan utang, merampingkan struktur perusahaan, serta mengevaluasi kembali investasi yang kurang berhasil di sektor energi rendah karbon.
Pada Maret, bulan pertama konflik, harga minyak acuan global Brent crude oil melonjak hingga 43 persen, mencerminkan ketegangan pasokan energi global.
BP juga menyebut kinerja produksi yang kuat dari asetnya di Teluk Meksiko dan ladang shale AS membantu mengimbangi gangguan produksi di Timur Tengah.
Sejumlah teknisi bekerja di lokasi kejadian pascatabrakan maut yang melibatkan kereta komuter (Commuter Line) dan kereta api jarak jauh di Bekasi, pinggiran Jakarta, Indonesia, Selasa (28/04/2026) Foto: Willy Kurniawan/REUTERS
Direktur Utama (Dirut) PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin menyatakan evakuasi kereta KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur sudah selesai. Lokomotif KA Argo Bromo yang terpaut dengan gerbong KRL berhasil dilepas.
"Evakuasi KA Argo Bromo sudah dievakuasi 100 persen lokomotifnya sudah lepas," kata Bobby di Stasiun Bekasi Timur kepada wartawan, Selasa (28/4).
Proses evakuasi selesai. Lokomitif berhasil dilepas, Selasa (28/04/2026). Foto: Nauval/kumparan
Bobby mengatakan jalur hilir sudah dibuka dan beroperasi normal. Meski begitu KRL di jalur kecelakaan akan ditutup untuk waktu yang belum ditentukan.
"Status layanan terakhir Stasiun Bekasi," ucapnya.
Pos Tanggap Darurat, kata Bobby, juga akan dibuka di Stasiun Bekasi selama 2 minggu ke depan.
Kecelakaan bermula saat taksi menabrak sebuah KRL di Sebidang arah Bulak Kapal. Akibatnya, KRL yang yang menjadi korban berhenti dan tiba-tiba ditabrak KA Argo Bromo dari belakang. Lokomotif KA itu menembus gerbong KRL tersebut.