Search This Blog

Sejoli di Medan Live Streaming Konten Porno di Hotel, Terancam 9 Tahun Bui

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Sejoli di Medan Live Streaming Konten Porno di Hotel, Terancam 9 Tahun Bui
May 13th 2026, 14:48 by kumparanNEWS

Ilustrasi pornografi. Foto: Shutterstock
Ilustrasi pornografi. Foto: Shutterstock

Sepasang kekasih pria-wanita berinisial HNP (26) dan LKP (22) melakukan live streaming hubungan seksual di hotel. Keduanya lalu ditangkap polisi.

HNP dan LKP melakukan live streaming tersebut dengan menyewa hotel di Medan dan berpindah-pindah.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Adrian Risky Lubis, mengatakan kedua pelaku sudah melakukan aksinya selama setahun terakhir sejak 2025. Keduanya membuat sebuah akun di aplikasi live streaming dengan maksud para viewer memberikan donasi.

Para viewer harus membayar konten tersebut berkisar Rp 300.000 agar dapat melihat live streaming hubungan seksual kedua pelaku.

"Akun ini berbayar. Maksudnya, viewer itu untuk melihat konten mereka atau streaming akun tersebut harus berbayar sekitar Rp 300.000," kata Adrian saat diwawancarai wartawan, Rabu (13/5).

Kedua pelaku sudah berpacaran sejak tahun 2023. Adrian menyebutkan, kedua pelaku melakukan live streaming pada malam hari dengan keuntungan Rp 500.000 per harinya.

"Live-nya dilakukan malam hari, setiap hari. Paling besar keuntungan yang didapat per harinya Rp 500.000," ujar Adrian.

Motif para pelaku melakukan tindakan pornografi tersebut karena faktor ekonomi.

Adrian menuturkan, para pelaku melakukan tindakan tersebut tanpa mempekerjakan orang lain. Awalnya, kedua pelaku melihat aplikasi tersebut dan tertarik untuk membuat akun serta melakukan live streaming.

"Mereka tidak ada mempekerjakan orang lain. Hanya mereka berdua saja yang melakukan tindak pidana pornografi tersebut," ucap Adrian.

Barang bukti yang diamankan berupa ring light, tripod, dan handphone yang merekam kegiatan seksual tersebut.

Akibatnya, kedua pelaku dikenakan Pasal 407 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 KUHPidana tentang tindak pidana pornografi dengan ancaman hukuman penjara paling lama 9 tahun.

Media files:
k1kabqhljekcbcrynrqj.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Petani Bawang Merah di Nganjuk Antisipasi El Nino: Andalkan Sumur-Benahi Irigasi

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Petani Bawang Merah di Nganjuk Antisipasi El Nino: Andalkan Sumur-Benahi Irigasi
May 13th 2026, 11:25 by kumparanBISNIS

Petani bawang merah yang tergabung dalam Gapoktan Karya Abadi Kecamatan Rejoso, Nganjuk. Foto: Moh Fajri/kumparan
Petani bawang merah yang tergabung dalam Gapoktan Karya Abadi Kecamatan Rejoso, Nganjuk. Foto: Moh Fajri/kumparan

Petani bawang merah di Nganjuk, Jawa Timur, mulai mengantisipasi dampak El Nino terhadap keberlangsungan usaha yang mereka jalankan. Pembina Gapoktan Karya Abadi Kecamatan Rejoso, Nganjuk, Bambang Suparno, menjelaskan tanaman bawang merah membutuhkan air yang cukup.

“Nah kita menghadapi El Nino kan kering, ketika kering pasti yang dibutuhkan air. Makanya dari sisi pemerintah dibangun, kemarin kita banyak ajukan proposal di daerah atau provinsi untuk irigasi yang tersumbat dibenahi,” kata Bambang di Rejoso, Nganjuk, Selasa (12/5).

Gapoktan Karya Abadi melakukan budidaya bawang merah pada lahan 400 hektare. Sistem bawang merahnya dalam satu tahun bisa 2 kali atau setiap 6 bulan sekali.

Kelompok tani tersebut menghasilkan 12.000 ton bawang merah per tahun. Jumlah itu juga membantu Nganjuk menjadi daerah yang banyak menyuplai bawang merah di Jawa Timur (Jatim).

Selain irigasi, Bambang menjelaskan pihaknya juga memaksimalkan sumur sibel atau sumur bor yang menggunakan pompa submersible atau celup untun mengambil air dari lapisan tanah dalam.

Bambang mengungkapkan pihaknya mendapatkan bantuan sumur tersebut dari Bank Indonesia. Selain itu, ia mengatakan pihaknya juga membangun 12 titik sumur sibel melalui anggaran desa.

Ilustrasi petani memanen bawang merah. Foto: Siswowidodo/ANTARA FOTO
Ilustrasi petani memanen bawang merah. Foto: Siswowidodo/ANTARA FOTO

“Di Kementerian PU ada sumur untuk pertanian fokusnya untuk ketahanan pangan padi, jadi kami enggak dapat. Untuk hortikultura kami berupaya dari berbagai rekanan, APBD desa juga,” ungkap Bambang yang juga menjabat sebagai kepala desa.

Bambang memastikan saat ini kebutuhan air masih bisa dipenuhi karena beberapa minggu belakangan di Nganjuk masih turun hujan. Ia memperkirakan dampaknya bakal terjadi pada akhir tahun. Kondisi itu kemungkinan ditambah dengan masalah pasokan BBM.

“El Nino terdampak terkuat kemungkinan bulan 9, 10, 11 kemarin kalau sekarang masih ada cadangan air masih hujan artinya baik ketersediaan air dari pompa diesel masih kuat,” terang Bambang.

“Tapi kalau diesel BBM, lagi susah, lagi perang. Ada edukasi agar beralih. Upaya kami kerja sama dengan PLN supaya listrik masuk sawah, supaya ada instalasi baru meski pembiayaannya masih banyak dari petani,” katanya.

Media files:
01krfeb75q95nffvm38s0ete3a.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.