Shayne Pattynama berlatih dengan skuad Timnas IndonesiaFoto: PSSI
Shayne Pattynama menjalani musim pertamanya di Indonesia bersama Persija Jakarta. Ia bercerita tentang pengalaman menjalani kompetisi Super League 2025/26 selama Ramadan.
Shayne Pattynama berusaha beradaptasi dengan jadwal pertandingan yang lebih malam selama Ramadan. Ia pun mengakui mendapatkan banyak pelajaran dari menjalani kompetisi di tengah Ramadan.
"Ini pertama kalinya saya bermain di Indonesia. Laganya dimundurkan jadi 20:30, jadi itu berbeda. Saya telah berkata di wawancara sebelumnya jika saya melihat dari dekat bagaimana para pemain melakukannya saat Ramadan," kata Shayne Pattynama kepada wartawan di Jakarta beberapa waktu lalu.
"Dan, juga betapa disiplinnya mereka. Itu memberikan saya banyak sekali pembelajaran karena untuk lebih disiplin itu sangat bagus. Jadi, sangat bagus bagi saya untuk melihat itu dari jarak dekat," lanjutnya.
Shayne Pattynama jadi pemain Persija Jakarta. Foto: Dok. Media Persija
Soal pengalamannya berkompetisi di Indonesia, Shayne Pattynama punya pandangan sendiri. Menurutnya, Super League cukup kompetitif dan para pemain membutuhkan kualitas fisik dan kecepatan untuk bisa bersaing.
"Liga di sini sangat fisik dan cepat. Banyak pemain yang sering naik dan turun, dan itu sangat menuntut. Namun juga kualitas liga di sini sangat bagus. Banyak sekali pemain bagus di sini. Dan, tidak ada satu pun laga yang mudah di sini. Setiap pertandingan memaksa Anda untuk bertarung dan lain-lain. Serta, banyak pemain yang bagus. Pemain dari Indonesia sendiri juga sangat bagus," ujarnya.
"Lalu juga beberapa pemain Brasil dan juga negara-negara lain juga bagus. Pertama kali saya berbicara dengan Jordi [Amat] dia berkata, 'Di sini tidak akan mudah. Akan menantang di setiap laganya dan itu sulit'. Itulah mengapa saya menyukai tantangan," jelasnya.
Kuasa Hukum Boiyen, Anselmus Mallofiks, saat Ditemui di Pengadilan Agama Tigaraksa. Foto: Aprilandika Pratama/kumparan
Sidang cerai lanjutan komedian Boiyen dan suaminya, Rully Anggi Akbar, kembali digelar di Pengadilan Agama Tigaraksa pada Selasa (24/2).
Namun, alih-alih agenda sidang yang seharusnya dapat menjadi momen pertemuan pertama keduanya, Boiyen dan Rully justru memilih untuk tidak hadir.
Kuasa hukum Boiyen, Anselmus Mallofiks, mengatakan bahwa Boiyen dan Rully tidak menghadiri persidangan.
"Pada hari ini, sidang panggilan tergugat dan tergugat tidak hadir," kata Anselmus usai sidang di Pengadilan Agama Tigaraksa, Selasa (24/2).
Komedian, Boiyen (kanan) resmi menikah. Foto: Instagram/ @hestipurwadinata
Pengacara soal Boiyen Tidak Hadiri Sidang Cerai
Saat ditanya mengenai alasan ketidakhadiran Boiyen, Anselmus enggan memberikan jawaban terkait hal tersebut.
"Kalau terkait dengan Mbak Boiyen saya enggak bisa (komentar) lebih lanjut ya," tutur Anselmus.
Yeni Rahmawati atau yang lebih dikenal sebagai Boiyen mengajukan gugatan cerai terhadap suaminya, Rully Anggi Akbar. Gugatan itu terdaftar di Pengadilan Agama Tigaraksa, Tangerang pada 20 Januari 2026.
Gugatan cerai ini mengejutkan publik mengingat Boiyen dan Rully baru menikah pada 15 November 2025. Sidang pertama dilaksanakan pada 27 Januari 2026, dengan agenda pemeriksaan berkas dan mediasi antara Boiyen dan Rully.
Dalam gugatannya, Boiyen dipastikan tak menuntut macam-macam. Boiyen disebut hanya menuntut perceraian, tanpa adanya tuntutan lain seperti harta gana-gini.