Search This Blog

Ayah Bio One Meninggal Dunia

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Ayah Bio One Meninggal Dunia
Apr 7th 2026, 14:57 by kumparanHITS

Artis Bio One saat hadir di konferesi pers Jakarta World Cinema Week di FX Sudirman, Jakarta, Kamis, (19/10/2023). Foto: Agus Apriyanto
Artis Bio One saat hadir di konferesi pers Jakarta World Cinema Week di FX Sudirman, Jakarta, Kamis, (19/10/2023). Foto: Agus Apriyanto

Kabar duka datang dari aktor Bio One. Ayahnya, Sutan Proboatmodjo, meninggal dunia pada Senin (6/4).

Kabar tersebut disampaikan Bio One melalui akun Instagram pribadinya @bojvoyej pada Selasa (7/4). Ia mengunggah informasi kepergian sang ayah lewat Instagram Story.

Selain itu, Bio One juga membagikan momen saat berziarah ke makam ayahnya melalui unggahan di feed Instagram.

Dalam keterangannya, ia menuliskan pesan singkat yang menyentuh.

“Dimaafin pa, ma,” tulisnya.

Tak hanya itu, Bio One juga mengunggah pesan lain yang diduga berasal dari sang ibu. Pesan tersebut berisi doa agar almarhum diterima amal ibadahnya serta harapan bagi keluarga yang ditinggalkan.

“Agar yang meninggal diterima amal ibadahnya dan kita yang masih hidup tetap dalam keberkahan,” demikian isi pesan tersebut.

Artis Bio One saat hadir di konferesi pers Jakarta World Cinema Week di FX Sudirman, Jakarta, Kamis, (19/10/2023). Foto: Agus Apriyanto
Artis Bio One saat hadir di konferesi pers Jakarta World Cinema Week di FX Sudirman, Jakarta, Kamis, (19/10/2023). Foto: Agus Apriyanto

Pesan itu juga berisi nasihat untuk keluarga.

“Pesan mama buat kalian semua. Lakukan hal-hal yang baik agar kelak keturunan kalian jadi orang baik. Maafkan kami sebab kami bukan cermin yang baik buat kalian,” tulisnya.

Media files:
01hd3q42rg5cr3j6b0gyxf2wef.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

2 Pelajar SMP Gresik Kena Peluru Nyasar TNI AL, Marinir Beri Bantuan Perawatan

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
2 Pelajar SMP Gresik Kena Peluru Nyasar TNI AL, Marinir Beri Bantuan Perawatan
Apr 7th 2026, 14:06 by kumparanNEWS

Peluru yang mengenai siswa SMP 33 Gresik yang diduga berasal dari latihan tembak TNI AL Korps Marinir di Lapangan Tembak Bumi Marinir Karangpilang, Surabaya. Foto: Dok. Istimewa
Peluru yang mengenai siswa SMP 33 Gresik yang diduga berasal dari latihan tembak TNI AL Korps Marinir di Lapangan Tembak Bumi Marinir Karangpilang, Surabaya. Foto: Dok. Istimewa

Dua siswa SMP 33 Gresik, Jawa Timur, terkena peluru nyasar. Peluru itu diduga berasal dari latihan tembak TNI AL Korps Marinir di Lapangan Tembak Bumi Marinir Karangpilang, Surabaya.

Kedua korban bernama Darrell Fausta Hamdani (14 tahun) dan Renheart Octo Hanaya.

Orang tua Darrell, Dewi Murniati, mengatakan insiden ini bermula saat Darrell bersama siswa lainnya tengah mengikuti kegiatan sosialisasi sekolah tingkat lanjut di dalam musala sekolah pada tanggal 17 Desember 2025.

"Sekitar pukul 10.00 WIB korban merasakan ada sesuatu yang mengenai tangan kirinya ketika sedang membaca brosur. Korban merasa seperti tangannya terkena pukulan dan seketika yang dirasakan adalah kebas panas meski belum ada darah yang keluar dari tangannya. Namun karena di tangan kiri korban terdapat luka kecil, sehingga korban berinisiatif untuk ke UKS bersama temannya untuk meminta obat," kata Dewi dalam keterangan resminya yang diterima, (7/4).

Siswa SMP 33 Gresik terkena peluru nyasar yang diduga berasal dari latihan tembak TNI AL Korps Marinir di Lapangan Tembak Bumi Marinir Karangpilang, Surabaya. Foto: Dok. Istimewa
Siswa SMP 33 Gresik terkena peluru nyasar yang diduga berasal dari latihan tembak TNI AL Korps Marinir di Lapangan Tembak Bumi Marinir Karangpilang, Surabaya. Foto: Dok. Istimewa

Tak berselang lama, ternyata Renheart yang saat itu sedang bermain pesawat-pesawatan di area musala merasa punggung kanan bawahnya ada yang memukul.

"Namun setelah dicari siapa yang mukul tidak ketemu, disaat bersamaan temannya mengetahui jika di punggung tersebut mengeluarkan darah," ucapnya.

Kemudian, Renheart merasa panas, nyeri, sesak di dadanya, kesulitan berjalan, serta penglihatannya mulai kabur. Para guru membopongnya dan membawanya ke puskesmas terdekat.

Setelah Renheart dibawa ke puskesmas, Darrell yang tadinya ke UKS untuk mengobati lukanya kembali menuju musala.

"Namun mendadak tak berselang lama setelah duduk, ia mengetahui tangannya yang sudah dikasih Hansaplast tadi mulai mengeluarkan darah, sehingga pihak sekolah juga membawanya ke puskesmas terdekat selang beberapa menit setelah Renheart berangkat," katanya.

Siswa SMP 33 Gresik terkena peluru nyasar yang diduga berasal dari latihan tembak TNI AL Korps Marinir di Lapangan Tembak Bumi Marinir Karangpilang, Surabaya. Foto: Dok. Istimewa
Siswa SMP 33 Gresik terkena peluru nyasar yang diduga berasal dari latihan tembak TNI AL Korps Marinir di Lapangan Tembak Bumi Marinir Karangpilang, Surabaya. Foto: Dok. Istimewa

Setelah kedua korban dibawa ke puskesmas terdekat, ternyata pihak puskesmas menyampaikan kedua korban harus segera dibawa ke rumah sakit yang lebih besar dan disarankan untuk langsung melakukan foto rontgen.

Sekitar pukul 10.40 WIB, kedua korban dibawa ke Rumah Sakit Siti Khodijah Sidoarjo oleh para guru dan setelah sampai langsung dilakukan foto rontgen.

"Di saat kedua korban dibawa ke Rumah Sakit, ternyata di tempat kejadian perkara (TKP) dan/atau sekolah SMPN 33 Gresik telah ramai dengan anggota TNI Polri yang mendapatkan kabar dari para guru, juga masyarakat di Perumahan Bukit Bambe, atas dugaan peluru nyasar yang mengenai kedua korban saat berkegiatan di musala," ucapnya.

"Memang benar sekitar 2,3 km dari sekolahan SMPN 33 Gresik yang berada di dalam Perumahan Bukit Bambe, terdapat Lapangan Tembak milik Marinir Karangpilang Surabaya, yang pada saat itu terkonfirmasi sedang berlangsung latihan tembak resmi yang diikuti oleh 4 batalyon," imbuhnya.

Setelah hasil rontgen dari Rumah Sakit Siti Khodijah keluar, dinyatakan benar jika di dalam bagian tubuh korban Darrell di punggung tangan kiri dan Renheart di punggung kanan bawah diketahui telah bersarang sebuah proyektil.

Di rumah sakit, perwakilan dari TNI AL menemui pihak keluarga dan membenarkan bahwa latihan tersebut diikuti empat batalyon yakni Zeni, Angmor, POM, dan Taifib. Pihak TNI AL menyampaikan permintaan maaf. Namun, pihak keluarga mengaku mengalami dugaan intimidasi.

Respons Marinir

Menanggapi peristiwa itu, Perwira Hukum Resimen Bantuan Tempur 2 Marinir Mayor Ahmad Fauzi, menyampaikan pihaknya telah berkoordinasi dan pendalaman serta mengunjungi sekolah memastikan kedua korban mendapatkan tindakan medis.

"Walaupun sampai saat ini belum bisa dipastikan bahwa peluru tersebut berasal dari Korps Marinir. Masih perlu penyelidikan dan pendalaman lebih lanjut," ujar Fauzi dalam video keterangan resminya.

Fauzi mengatakan pihaknya memberikan biaya perawatan dan operasi pengangkatan proyektil di RS Siti Khodijah.

"Perawatan selama operasi dan kontrol lanjutan serta memberikan santunan kepada keluarga. Adapun bukti-bukti foto yang kami siapkan. Nah di sini bisa kita lihat kunjungan dari kesatuan. Terus kunjungan dari Dinas Pendidikan Gresik juga ada. Dan kunjungan kita ke rumah korban juga ada. Dan biaya pengobatan operasi pengangkatan proyektil dan perawatan selama operasi kontrol lanjutan juga ada datanya," ucapnya.

Lebih lanjut, Fauzi menyampaikan keberatan atas adanya tuntutan ganti rugi materiel dan imateriel dalam jumlah besar. Ia menilai nominal yang diajukan melalui kuasa hukum korban tidak didasari asas kepatutan.

"Proses mediasi tidak berjalan sesuai yang diharapkan dikarenakan pihak korban mengajukan tuntutan materiel dan imateriel berupa permintaan sejumlah uang yang menurut kami tidak patut dan tidak berkeadilan, di mana di somasi pertama ini kami jawab di tanggal 28 Januari, tuntutan ganti rugi materiel dan imateriel sebesar Rp 3.375.000.000 untuk kedua korban," katanya.

Hasil foto rontgen dari siswa SMP 33 Gresik yang terkena peluru nyasar. Foto: Dok. Istimewa
Hasil foto rontgen dari siswa SMP 33 Gresik yang terkena peluru nyasar. Foto: Dok. Istimewa

Selain itu, Fauzi membantah adanya tuduhan intimidasi. Ia mengatakan kedatangan perwakilan TNI AL di rumah sakit untuk mendalami proyektil dan komunikasi terbuka.

"Kami tegaskan tidak pernah ada tindakan intimidatif terhadap keluarga korban. Kehadiran perwira yang dimaksud semata-mata untuk kepentingan pendalaman teknis terkait dengan proyektil dan komunikasi dilakukan dalam situasi terbuka tanpa tekanan. Kami sangat menghormati hak dan martabat keluarga korban," ucapnya.

Sampai saat ini, Marinir masih membuka ruang dialog untuk keluarga korban.

"Korps Marinir tidak menunggu viral untuk bertindak. Jika ada salah pasti ditindak. Jika ada luka pasti dipulihkan. Jika ada kebenaran pasti ditegakkan. Kami mengajak seluruh pihak untuk menjaga suasana tetap sejuk serta tidak membangun opini sebelum proses selesai," katanya.

Media files:
01knk9yr6vkbydm8rcs2hx44hh.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.