Muhammad Qodari tiba di Istana Kepresidenan jelang pelantikan. Foto: Jonathan Devin/kumparan
Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Muhammad Qodari, tiba di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, jelang reshuffle yang akan berlangsung hari ini, Senin (27/4).
Begitu tiba, wartawan langsung melontarkan pertanyaan mengenai siapa saja yang akan di-reshuffle hari ini. Ia mengaku dihubungi Seskab Letkol Teddy Indra Wijaya, untuk datang ke Istana siang ini.
"Tadi ditelepon oleh Pak Seskab, Bapak Presiden meminta saya untuk membantu komunikasi, berkomunikasi secara maksimal untuk program-program pemerintah yang latar belakangnya adalah kehidupan bernegara," ujar Qodari kepada wartawan.
Menurut informasi yang diterima, Qodari akan dilantik menjadi Kepala Badan Komunikasi (Bakom). Namun saat ditanya kepastiannya, ia menjawab diplomatis.
"Persisnya nanti dengan pengumuman Bapak Presiden, tapi sampai sejauh ini yang rasanya berkomunikasi badan komunikasi pemerintah, begitu," kata dia.
"Jadi benar, akan menjadi Kepala Bakom?" tanya wartawan.
"Persisnya kita tunggu pengumuman Bapak Presiden karena prerogatif Bapak Presiden," ucapnya.
Lalu, siapa yang akan menggantikan Qodari sebagai Kepala KSP?
"Pengganti saya? Kembali pada Bapak Presiden," ujarnya sambil tertawa.
Aktivis Buruh Jumhur Hidayat tiba di Istana Negara, Jakarta di tengah isu reshuffle kabinet Merah Putih. Presiden Prabowo dikabarkan akan melakukan reshuffle terhadap sejumlah pembantunya di pemerintahan.
Jumhur tiba di Istana bersama istri dan anaknya. Ketika ditanya, ia tidak membantah adanya pelantikan pejabat di Istana hari ini.
"Hadir (ke Istana) ada pelantikan, pelantikan apa belum tahu," kata Jumhur kepada wartawan setelah tiba di Istana, Senin (27/4).
Jumhur Hidayat tiba di Istana Kepresidenan jelang pelantikan. Foto: Jonathan Devin/kumparan
Jumhur Hidayat disebut akan dilantik menjadi Menteri Lingkungan Hidup (LH) menggantikan Hanif Faisol. Dia pun tak menampik hal tersebut.
Dia mengatakan Menteri LH memiliki banyak tugas. Salah satunya masalah sampah harus segera diselesaikan.
"Menteri LH banyak tugas harus tuntas dan harus kerja keras, yang paling depan mata soal sampah, terus kita harus keep up dengan isu-isu atau kesepakatan internasional yang secara bertahap harus kita penuhi," tutur dia.