Search This Blog

Prabowo Targetkan Defisit APBN 2027 Maksimal 2,4 Persen dari PDB

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Prabowo Targetkan Defisit APBN 2027 Maksimal 2,4 Persen dari PDB
May 20th 2026, 14:58 by kumparanBISNIS

Rapat Paripurna ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 yang dihadiri Presiden RI Prabowo Subianto di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Jakarta pada Rabu (20/5/2026). Foto: Dok. DPR
Rapat Paripurna ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 yang dihadiri Presiden RI Prabowo Subianto di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Jakarta pada Rabu (20/5/2026). Foto: Dok. DPR

Presiden Prabowo Subianto menargetkan defisit APBN berada di bawah batas aman 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Dalam kerangka kebijakan ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal (KEM-PPKF) 2027, defisit dirancang berada pada kisaran 1,80-2,40 persen dari PDB.

Prabowo mengatakan pemerintah akan terus menjaga disiplin fiskal dan menekan kebutuhan pembiayaan agar ruang anggaran tetap terjaga untuk mendukung program prioritas nasional.

“Defisit APBN akan kami jaga di kisaran 1,80 hingga maksimal 2,40 persen dari PDB dan kita akan berjuang terus untuk menekan dan memperkecil defisit ini,” kata Prabowo dalam Rapat Paripurna DPR RI, Rabu (20/5).

Di sisi penerimaan negara, pemerintah menargetkan pendapatan negara tahun depan mencapai 11,82 persen hingga 12,40 persen dari PDB.

Sementara itu, belanja negara direncanakan berada pada kisaran 13,62 persen sampai 14,80 persen dari PDB untuk mendukung berbagai agenda prioritas pemerintah.

“Untuk mendukung berbagai program prioritas kita, belanja negara direncanakan berada di kisaran 13,62 persen hingga 14,80 persen dari PDB kita,” ungkapnya.

Dalam asumsi makro RAPBN 2027, pemerintah juga memperkirakan inflasi berada di rentang 1,5 persen hingga 3,5 persen. Nilai tukar rupiah dipatok di kisaran Rp 16.800 hingga Rp 17.500 per dolar AS, sementara suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun diperkirakan berada di level 6,5 persen sampai 7,3 persen.

Di sektor energi, asumsi harga minyak mentah Indonesia atau ICP dipatok di kisaran USD 70 hingga USD 95 per barel. Adapun lifting minyak bumi ditargetkan mencapai 602 ribu hingga 615 ribu barel per hari, sedangkan lifting gas diperkirakan berada di kisaran 934 ribu hingga 977 ribu barel setara minyak per hari.

Optimistis Capai Target

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan saat konferensi pers APBN KiTa edisi Mei 2026 di Jakarta, Selasa (19/5/2026). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan saat konferensi pers APBN KiTa edisi Mei 2026 di Jakarta, Selasa (19/5/2026). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO

Di samping itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan peluang mencapai target pertumbuhan tersebut cukup besar. Menurut dia, pondasi pertumbuhan mulai terlihat sejak tahun ini dan diperkirakan semakin kuat pada tahun depan.

“Sekarang aja, tahun ini aja kita dorong mendekati 6 persen, jadi peluangnya besar sekali,” kata Purbaya saat ditemui usai Rapat Paripurna DPR RI, Rabu (20/5).

Purbaya menjelaskan, salah satu faktor yang membuat pemerintah optimistis adalah mulai bergeraknya aktivitas swasta. Menurutnya, kontribusi sektor swasta saat ini belum berjalan secara penuh sehingga masih ada ruang besar untuk mendorong pertumbuhan lebih tinggi pada tahun depan.

“Saya harap tahun depan mesin-mesin swastanya udah berjalan lebih baik dibanding sekarang,” ujarnya.

Media files:
01ks24s2kyncgz3w0mc4tm8p3e.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Pertamina: RI Punya 11 Miliar Barel Sumber Daya Minyak Non-Konvensional

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Pertamina: RI Punya 11 Miliar Barel Sumber Daya Minyak Non-Konvensional
May 20th 2026, 13:57 by kumparanBISNIS

PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) melakukan pengeboran pengembangan dua sumur sisipan (infill) di Lapangan Kerindingan. Foto: Dok. PHE
PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) melakukan pengeboran pengembangan dua sumur sisipan (infill) di Lapangan Kerindingan. Foto: Dok. PHE

PT Pertamina (Persero) mengungkapkan Indonesia masih punya sumber daya minyak non-konvensional (MNK) sebesar 11 miliar barel untuk mendukung ketahanan pasokan di dalam negeri, di tengah disrupsi rantai pasok global.

Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza, mengatakan dunia sedang menghadapi tantangan pasokan global. Perang AS-Israel dan Iran yang memblokir Selat Hormuz menyebabkan 25 persen pasokan minyak terhambat.

Selain itu, sekitar 19 persen perdagangan LNG dari kawasan Teluk Persia juga tersendat. Kondisi ini menyebabkan lonjakan harga minyak mentah Brent hingga 63 persen dan harga LNG dari Jepang dan Korea Selatan sekitar 58 persen.

Untuk mengantisipasi rembetan dampaknya ke ketahanan energi Indonesia, Oki memastikan Pertamina melaksanakan dua strategi. Pertama, kenaikan kegiatan eksplorasi dan produksi minyak di dalam negeri.

"Hal pertama yang kita lakukan untuk menghadapi globalisasi terbalik adalah dengan mencoba meningkatkan atau memaksimalkan produksi minyak dan gas domestik," kata Oki saat IPA Convex ke-50, Rabu (20/5).

Kedua, lanjut Oki, yakni menjalin kemitraan, baik itu terlibat dengan kerja sama antar pemerintah (government to government/G2G) maupun antar perusahaan. Pasalnya Indonesia masih memiliki peluang sumber daya migas yang luar biasa, namun perlu didukung lebih lanjut oleh kemitraan dengan investor salah satunya untuk memproduksi minyak non-konvensional.

Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza, hadir di Global Excecutive Talk, IPA Convex ke-50 di ICE BSD, Rabu (20/5/2026). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan
Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza, hadir di Global Excecutive Talk, IPA Convex ke-50 di ICE BSD, Rabu (20/5/2026). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan

"Kita dapat melihat peluang yang kita miliki, yang terdiri dari sumber daya non-konvensional. Kabar baiknya adalah baru-baru ini kita memiliki 11 miliar barel minyak di tempat (in place) untuk sumber daya non-konvensional," ungkap Oki.

Menurutnya, untuk menarik sumber daya MNK tersebut, perusahaan perlu didukung oleh kebijakan fiskal yang menguntungkan dari pemerintah, serta mengundang banyak mitra untuk menciptakan sebuah ekosistem terintegrasi seperti di Cekungan Permian, AS.

"Kami berusaha mengembangkan sumber daya manusia yang siap untuk bisnis yang non-konvensional ini," imbuhnya.

Selain itu, Pertamina juga menggarap lapangan minyak yang sudah tua dan meningkatkan produksinya melalui teknologi enhanced oil recovery (EOR). Oki menyebutkan potensinya di Lapangan Minas, Blok Rokan, saja mencapai 4 miliar barel.

"Untungnya, kami memiliki proyek percontohan yang sukses untuk chemical EOR. Kami masih memiliki sekitar 4 miliar barel di satu lapangan di Minas. Ini adalah pekerjaan rumah lain yang kami lakukan," jelas Oki.

Tidak hanya chemical EOR, Oki juga menyebutkan Pertamina memiliki potensi ekspansi lapangan thermal EOR, bahkan menjadi salah satu yang terbesar di dunia.

"Kami mencoba melakukan ekspansi dengan bekerja sama dengan perusahaan afiliasi kami, PLN, dalam hal listrik. Dan yang terakhir, tentu saja, kami mencoba menyediakan layanan sumur dan lainnya untuk meningkatkan produksi," kata Oki.

Media files:
01ks21rhjgmq8athng4fyz2x0w.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.