Search This Blog

Bolivia dan Kolombia Saling Usir Duta Besar

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Bolivia dan Kolombia Saling Usir Duta Besar
May 21st 2026, 15:32 by kumparanNEWS

Menteri Luar Negeri Bolivia Fernando Aramayo Carrasco berbicara dalam konferensi pers setelah pemerintah Bolivia meminta Duta Besar Kolombia Elizabeth Garcia untuk meninggalkan negara tersebut di La Paz, Bolivia (20/5/2026). Foto: Claudia Morales/REUTERS
Menteri Luar Negeri Bolivia Fernando Aramayo Carrasco berbicara dalam konferensi pers setelah pemerintah Bolivia meminta Duta Besar Kolombia Elizabeth Garcia untuk meninggalkan negara tersebut di La Paz, Bolivia (20/5/2026). Foto: Claudia Morales/REUTERS

Pemerintah Bolivia dan Kolombia saling mengusir duta besar (dubes) masing-masing pada Rabu (21/5), setelah memanasnya hubungan diplomatik terkait gelombang demonstrasi anti-pemerintah di Bolivia.

Bolivia lebih dulu mengusir Dubes Kolombia, Elizabeth Garcia, karena menilai Presiden Kolombia Gustavo Petro telah mencampuri urusan dalam negeri negara tersebut.

Kantor berita AFP melaporkan, Petro sebelumnya menyebut aksi demonstrasi di Bolivia sebagai "pemberontakan rakyat" terhadap "kesombongan geopolitik".

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Bolivia mengatakan pengusiran itu dilakukan demi menjaga prinsip kedaulatan dan non-intervensi antarnegara.

"Langkah ini diambil untuk menjaga prinsip kedaulatan, non-intervensi, dan saling menghormati antarnegara," bunyi pernyataan pemerintah Bolivia.

Bolivia juga menegaskan keputusan tersebut dilakukan sesuai hukum internasional dan Konvensi Wina tentang Hubungan Diplomatik.

Meski demikian, Pemerintah Bolivia menambahkan pengusiran dubes Kolombia tidak berarti hubungan diplomatik kedua negara putus, sebagaimana dikutip dari Reuters.

Tak lama setelah itu, Kolombia membalas dengan mengusir Dubes Bolivia untuk Bogota, Ariel Percy Molina Pimentel.

"Sebagai bentuk resiprokal, diumumkan pengakhiran tugas Ariel Percy Molina Pimentel," kata Kemlu Kolombia, dilansir AFP.

Kombinasi foto pada 20 Mei 2026 menunjukkan Presiden Bolivia Rodrigo Paz saat berbicara di Brasilia pada 16 Maret 2026, dan Presiden Kolombia Gustavo Petro saat berpidato di Akademi Kepolisian di Bogota (13/11/2025). Foto: SERGIO LIMA, RAUL ARBOLEDA/AFP
Kombinasi foto pada 20 Mei 2026 menunjukkan Presiden Bolivia Rodrigo Paz saat berbicara di Brasilia pada 16 Maret 2026, dan Presiden Kolombia Gustavo Petro saat berpidato di Akademi Kepolisian di Bogota (13/11/2025). Foto: SERGIO LIMA, RAUL ARBOLEDA/AFP

Gelombang demonstrasi di Bolivia berlangsung selama beberapa pekan terakhir dan melibatkan petani, buruh, hingga penambang.

Mereka memprotes kebijakan ekonomi Presiden Bolivia Rodrigo Paz yang baru menjabat setelah memenangkan pemilu tahun lalu.

Paz mengakhiri dua dekade pemerintahan sosialis di Bolivia yang dimulai era mantan presiden Evo Morales.

Untuk mengatasi krisis ekonomi terburuk dalam empat dekade, Paz mencabut subsidi bahan bakar yang selama ini berlaku di Bolivia.

Namun kebijakan itu memicu kemarahan publik dan aksi demonstrasi besar di sejumlah kota, termasuk ibu kota La Paz.

Pemerintah Paz menuduh aksi protes tersebut sebagai upaya kudeta yang didukung Morales.

Amerika Serikat (AS) juga menyatakan dukungan terhadap pemerintahan Paz dan ikut menyinggung dugaan upaya kudeta tersebut.

Media files:
01ks4s40ewb8eqfk7r6tpmx7j2.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Kapan Anak Perlu Tes Mata?

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Kapan Anak Perlu Tes Mata?
May 21st 2026, 14:09 by kumparanMOM

Ilustrasi anak periksa mata. Foto: Streamlight Studios/Shutterstock
Ilustrasi anak periksa mata. Foto: Streamlight Studios/Shutterstock

Mata adalah aset berharga bagi anak. Itulah kenapa, jika penglihatannya terganggu, maka kegiatan sehari-hari si kecil juga akan sulit dilewati.

Meski begitu, pada anak, masalah kesehatan mata, seperti mata minus biasanya sulit terdeteksi di awal. Ya Moms, rabun jauh atau miopia pada anak tidak hanya membuat penglihatan menjadi kabur, tetapi juga berisiko memburuk seiring pertumbuhan bola mata.

“Anak belum punya pembanding apakah penglihatannya normal atau tidak. Jadi sering kali mereka merasa semuanya baik-baik saja,” ujar dr. Nina pada acara Investasi Penglihatan Mata Bersama JEC FLACS, Rabu (20/5).

Kapan Waktu yang Tepat Ajak Anak Periksa Mata?

Ilustrasi Periksa Mata. Foto: Shutterstock
Ilustrasi Periksa Mata. Foto: Shutterstock

Menurut dokter spesialis mata, dr. Nina Noor, Sp.M, pemeriksaan mata sudah bisa dilakukan sejak usia 3–4 tahun, terutama jika orang tua memiliki riwayat mata minus, sebab faktor genetik dapat meningkatkan risikonya.

Karena itu, penting bagi orang tua dan guru untuk lebih peka terhadap tanda-tanda mata minus pada anak. Misalnya, anak selalu ingin duduk di depan kelas, menolak dipindahkan ke belakang, atau mengeluh tidak bisa melihat tulisan di papan.

“Jika menemukan tanda-tanda tersebut, segera lakukan pemeriksaan mata. Karena deteksi dini dapat membantu mengintervensi mata minus agar tidak terus bertambah tinggi,” pesan dr. Nina.

Jadi, jangan lupa untuk rutin memeriksakan mata anak setiap tahun ya, Moms.

Media files:
01k91yv4r8tfp16aksh53f8nvm.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Popular Posts