Buka puasa media bersama AZKO dan pasangan Ringgo Agus Rahman-Sabai Morscheck. Foto: Nabilla Fatiara/kumparan
Pasangan selebriti Ringgo Agus Rahman dan Sabai Morscheck ingin menghadirkan suasana rumah yang nyaman dan aman untuk kedua anaknya, Bjorka Dieter Morscheck (10) dan Curtis Ziggy Mars Morscheck (5). Untuk itu, mereka cukup selektif untuk memilih peralatan rumah tangga hingga desain rumah.
"Yang pertama pasti safety dulu terlepas dari semua desainnya mau kayak gimana, sisanya adalah barang-barang yang gampang digunakan," kata Ringgo kepada wartawan seusai acara bersama AZKO, Rabu (4/3).
Beberapa perangkat dipilih Ringgo dan Sabai untuk memudahkan pekerjaan rumah mereka. Misalnya, CCTV untuk memantau dan mengawasi berbagai pergerakan di rumah, robot vacuum untuk membersihkan kotoran dan debu di lantai, hingga smart door lock yang menambah keamanan rumah.
Dan berbagai perangkat itu juga ternyata menjadi 'mainan' juga bagi Bjorka dan Mars di rumah, Moms.
"Anak-anak juga lucu, misalnya ketika bapaknya pergi terus lihat CCTV 'Bapak pulang!', mau ngagetin," ucap Sabai.
Dan bagi Ringgo dan Sabai, seluruh perangkat rumah ini juga memudahkan mereka yang hendak mudik ke Bali tahun ini, lho!
AZKO Hadirkan Fitur Sync, Pergi Mudik Jadi Lebih Aman dan Tenang
Buka puasa media bersama AZKO dan pasangan Ringgo Agus Rahman-Sabai Morscheck. Foto: Nabilla Fatiara/kumparan
Nah Moms, mudik berarti harus meninggalkan rumah selama beberapa hari. Nggak sedikit yang khawatir tentang keamanan di lingkungan rumah, apalagi ketika tetangga juga ikut mudik.
Untuk menjawab kekhawatiran tersebut, AZKO menghadirkan solusi smart living, yang memungkinkan kita untuk tetap terhubung dengan rumah kapan saja dan dari mana saja lewat fitur aplikasi SYNC.
"Melalui ragam produk serta pembaruan fitur aplikasi, SYNC dirancang untuk menjawab kebutuhan keluarga masa kini yang menuntut kecepatan, kemudahan, dan keseimbangan, sehingga mereka dapat menjalani setiap momen dengan lebih maksimal," kata Direktur PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk., Teresa Wibowo.
Tampilan aplikasi SYNC yang terbaru ini lebih user-friendly. Salah satu pembaharuannya adalah fitur Lighting Scene, yang memungkinkan pengguna mengatur suasana pencahayaan sesuai dengan kebutuhan aktivitas di rumah.
Kenyamanan semakin diperkuat melalui fitur Geofencing berbasis lokasi. Dengan pengaturan radius tertentu, perangkat di rumah dapat menyala atau mati secara otomatis mengikuti pergerakan pemiliknya.
Fitur ini tidak hanya menghadirkan efisiensi energi, tetapi juga kemudahan dan rasa tenang, karena pelanggan tidak perlu lagi mengatur perangkat satu per satu secara manual. Seluruhnya terintegrasi dan bekerja secara otomatis sesuai kebiasaan dan mobilitas pengguna.
Sejalan dengan kebutuhan masyarakat yang bersiap mudik, SYNC juga menghadirkan ragam perangkat yang saling terintegrasi dalam satu aplikasi untuk memastikan konektivitas dan keamanan tetap terjaga, seperti:
● Smart CCTV (Indoor & Outdoor) dengan pemantauan real-time 24 jam dan notifikasi pergerakan.
● Smart Door Lock untuk kontrol akses pintu yang aman dan fleksibel saat rumah ditinggal.
● Smart Lighting & Smart Plug untuk pengaturan otomatis dan efisiensi penggunaan listrik.
● Smart Pet Feeder untuk pemberian makan hewan peliharaan terjadwal selama pemilik bepergian.
● Air Purifier & Dehumidifier yang dapat dikontrol dari jarak jauh untuk menjaga kualitas udara dan kelembapan ruangan saat rumah ditinggal beberapa hari.
Seluruh perangkat terhubung dalam ekosistem aplikasi terintegrasi SYNC, sehingga pengguna dapat mengontrol berbagai kebutuhan rumah secara praktis tanpa harus menggunakan banyak aplikasi berbeda. Gimana, tertarik memanfaatkan beragam perangkat yang bisa saling terhubung di aplikasi SYNC, Moms?
Salah satu Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) mobile di rest area. Foto: PLN
Lonjakan penggunaan kendaraan listrik pada periode mudik Lebaran tahun ini mendorong PT PLN (Persero) memperkuat berbagai aspek kesiapan operasional. Persiapan tersebut dilakukan untuk memastikan pengguna electric vehicle (EV) tetap merasa aman dan nyaman selama perjalanan menuju kampung halaman.
Executive Vice President Komunikasi Korporat & TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto, mengatakan sejumlah langkah strategis telah disiapkan untuk mengantisipasi peningkatan jumlah kendaraan listrik di jalur mudik. Fokusnya tidak hanya pada penambahan infrastruktur tetap, tetapi juga layanan pendukung di lapangan.
"Selain itu, PLN juga menambah fasilitas mobile charging di titik-titik dengan potensi kepadatan tinggi sebagai langkah antisipatif," ujar Gregorius, saat dihubungi kumparan, Rabu (4/3/2026).
Salah satu Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) mobile di rest area. Foto: PLN
Ia menjelaskan, fasilitas tersebut disiapkan untuk menjangkau pengguna yang mengalami kendala daya di tengah perjalanan. Unit mobile ini bersifat fleksibel dan dapat bergerak sesuai kebutuhan di lokasi prioritas.
"Sebanyak 15 unit SPKLU Mobile dan emergency disiapkan untuk membantu pengguna kendaraan listrik yang membutuhkan pengisian daya darurat maupun penanganan gangguan kapan saja sepanjang perjalanan menuju kampung halaman," katanya.
PLN juga memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak guna memastikan operasional berjalan lancar. Kerja sama dilakukan dengan pengelola rest area serta pemangku kepentingan lain di jalur utama mudik.
Salah satu Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) mobile di rest area. Foto: PLN
"Koordinasi dengan mitra pengelola rest area serta para pemangku kepentingan terkait juga terus diperkuat guna memastikan kemudahan akses dan kelancaran proses pengisian daya," lanjutnya.
Tak hanya itu, PLN mengandalkan sistem pemantauan digital untuk menjaga keandalan layanan. Sistem monitoring dilakukan secara real time agar setiap potensi gangguan dapat segera terdeteksi dan ditangani.
Petugas memandu warga mengisi daya baterai mobil listrik di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Rest Area KM 379 A Tol Batang-Semarang di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Selasa (30/12/2025). Foto: Harviyan Perdana Putra/ANTARA FOTO
"PLN juga melakukan pengawasan melalui sistem monitoring secara real time, sehingga setiap potensi gangguan dapat direspons dengan cepat dan tepat," tutup Gregorius.