Timnas Indonesia berfoto sebelum pertandingan FIFA Series 2026 antara Timnas Indonesia vs Saint Kitts and Nevis di Stadion Gelora Bung Karno, Jumat (27/3/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Timnas Indonesia bertemu Saint Kitts and Nevis dalam pertandingan FIFA Series 2026 di Stadion Gelora Bung Karno, Jumat (27/3). Hasilnya, 'Garuda' menang telak 4-0.
John Herdman menurunkan Maarten Paes, Elkan Baggott, Jay Idzes, Rizky Ridho, Kevin Diks, Jordi Amat, Dony Tri Pamungkas, Calvin Verdonk, Beckham Putra, Ramadhan Sananta, dan Ole Romeny sebagai starter di laga ini.
Sementara, starting XI tim tamu diisi oleh Julani Archibald, Malique Roberts, Ethan Bristow, Tiquanny Williams, Yohannes Mitchum, Harrison Panayiotou, Daron Thomas, Mervin Lewis, Romaine Sawyers, Kyle Kelly, Omari Sterling-James.
Pemain Timnas Indonesia Beckham Putra dan Ole Romeny melakukan selebrasi pada pertandingan FIFA Series 2026 antara Timnas Indonesia vs Saint Kitts and Nevis di Stadion Gelora Bung Karno, Jumat (27/3/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Timnas Indonesia berusaha untuk tampil menekan sejak menit awal. Beckham Putra mencuri perhatian di babak pertama, dengan mencetak dua gol dan membawa 'Garuda' unggul 2-0 di paruh pertama.
Gol pertama tercipta pada menit 15. Beckham menerima umpan terobosan dari Ole Romeny, dan tinggal berhadapan dengan kiper. Ia melewati kiper lawan, lalu melepaskan tembakan mendatar ke gawang yang sudah terbuka.
Sepuluh menit kemudian, Beckham kembali mencatatkan namanya di papan skor usai menerima umpan dari Ole Romeny. Ia mendapatkan bola dalam posisi bebas di kotak penalti, lalu dengan tenang menyelesaikan peluang tersebut dengan baik.
Di babak kedua, Ole Romeny membobol gawang Saint Kitts and Nevis sehingga Timnas Indonesia unggul 3-0. Gol ini tercipta saat terjadi situasi kemelut di depan gawang, yang diawali sepak pojok.
Mauro Zijlstra, yang baru masuk, mampu mencetak gol keempat untuk Timnas Indonesia pada menit 75. Ia menerima umpan terobosan, lalu dengan tenang menendang bola ke pojok gawang lawan. Skor akhir Timnas Indonesia menang 4-0.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan keterangan pers usai melaksanakan salat Idul Fitri 1447 H di Balai Kota, Jakarta, Sabtu (21/3/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengupayakan tidak ada pemberhentian Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), meski muncul isu efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, hingga saat ini belum ada keputusan final dari pemerintah pusat terkait kebijakan tersebut.
"Hal yang berkaitan dengan PPPK karena ini kan masih debatable, belum keputusan sepenuhnya dari pemerintah pusat," kata Pramono usai menghadiri Perayaaan HUT ke-12 PT Transjakarta di Halte Tosari, Jakarta Pusat, Jumat (27/3).
Pram menambahkan, sebagian PPPK di lingkungan Pemprov DKI juga baru saja dilantik, baik yang bekerja paruh waktu maupun penuh waktu.
"Maka dengan demikian kami akan mempelajari itu. Tapi yang jelas Pemerintah DKI Jakarta akan berusaha tidak ada pemberhentian kerja," ujarnya.
Pramono menegaskan, Pemprov DKI berkomitmen menjaga stabilitas tenaga kerja di lingkungan pemerintah daerah, sembari tetap menyesuaikan dengan kebijakan yang nantinya ditetapkan pemerintah pusat.
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan pentingnya efisiensi anggaran di tingkat pemerintah daerah.
Tito mengatakan, salah satu pos anggaran yang perlu ditekan adalah perjalanan dinas yang tidak mendesak, agar anggaran dapat dialihkan untuk kepentingan masyarakat.
"Ya terutama perjalanan dinas yang tidak perlu, dari dulu saya sampaikan. Jadi uangnya diarahkan untuk program yang prorakyat," kata Tito di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (25/3).
Ia menjelaskan bahwa efisiensi tidak secara spesifik menyasar penggunaan BBM, namun bisa dilakukan melalui berbagai langkah penghematan seperti yang pernah diterapkan saat pandemi COVID-19.