Search This Blog

PHRI: Okupansi Hotel Terisi hingga 80 Persen pada Masa Imlek 2026

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
PHRI: Okupansi Hotel Terisi hingga 80 Persen pada Masa Imlek 2026
Feb 16th 2026, 17:29 by kumparanBISNIS

Salah satu toko di Medan yang menjual pernak-pernik Imlek, Senin (16/2). Foto: Amar Marpaung/kumparan
Salah satu toko di Medan yang menjual pernak-pernik Imlek, Senin (16/2). Foto: Amar Marpaung/kumparan

Libur panjang yang bertepatan dengan perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili pada 16-17 Februari 2026 mendorong tingkat hunian hotel di berbagai destinasi wisata mencapai 80-90 persen.

Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Hariyadi Sukamdani, mengatakan tren ini terlihat merata di sejumlah kota tujuan wisata, meski tak berlaku untuk kota besar.

"Bagus, ini bagus jadi seluruh destinasi wisata ya kita bicara bukan kota besar ya, kalau kota besar mah turun. Okupansi ini ya liburan panjang yang lainnya ya long weekend yang lainnya memang selalu lokasi desinasi itu menunjukkan okupansi yang bagus," ujar Hariyadi ketika dihubungi kumparan, Senin (16/2).

Hariyadi mencontohkan, destinasi seperti Bandung, Yogyakarta, Malang, Labuan Bajo, hingga Bali mencatat tingkat hunian yang baik selama periode libur panjang yang dimulai sejak Sabtu (14/2). Meski demikian, angka okupansi belum mencapai puncak seperti saat musim libur Idulfitri.

"Mungkin kisarannya antara 80-90 persen [okupansi] lah, yang peak yang tertinggi itu kalau Idul Fitri mas, Idul Fitri itu peak ya. Tapi kalau ini ya masih di bawahnya Idulfitri tapi secara umum merata sih cukup baik," jelas dia.

Dibandingkan periode Imlek tahun sebelumnya, Hariyadi menilai tingkat okupansi relatif tidak jauh berbeda. Tetapi, tahun ini diklaim ada potensi sedikit lebih baik karena hari libur berdekatan dengan akhir pekan panjang.

"Ya secara umumnya agak hampir sama tahun lalu itu kalau saya nggak salah dia nggak nyambung ke long weekend kalau saya nggak salah ya, ini kan nyambung long weekend jadi memang mungkin agak sedikit lebih baik tergantung harinya kalau dia sesambung sama long weekend mungkin lebih baik," ucap Hariyadi.

Dia melanjutkan, tingkat hunian juga bergantung pada lokasi dan popularitas hotel, dengan rata-rata lama menginap (length of stay) tamu sekitar dua hari dua malam.

"Ada hotel yang sangat populer sih jadi emang yaudah lah pasti di tinggi tapi rata-ratanya seluruh destinasi seperti itu. Rata-rata sekitar 2 hari, 2 malam," tutur Hariyadi.

Media files:
01khjh5zfen8mdkjqhdssm7as3.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Hujan Deras dan Angin Kencang Lumpuhkan Transportasi di Selandia Baru

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Hujan Deras dan Angin Kencang Lumpuhkan Transportasi di Selandia Baru
Feb 16th 2026, 15:00 by kumparanNEWS

Mobil terlihat di jalanan yang tergenang banjir saat hujan lebat di Auckland, Selandia Baru, Jumat (27/1/2023). Foto: @MonteChristoNZ/via REUTERS
Mobil terlihat di jalanan yang tergenang banjir saat hujan lebat di Auckland, Selandia Baru, Jumat (27/1/2023). Foto: @MonteChristoNZ/via REUTERS

Cuaca buruk berupa hujan deras dan angin kencang mengganggu penerbangan, kereta, hingga feri di Pulau Utara, Selandia Baru, Senin (16/2).

Sejumlah jalan utama di sana juga ditutup akibat cuaca buruk. Pada saat yang sama, puluhan ribu warga mengalami pemadaman listrik.

Sejumlah media di Negeri Kiwi melaporkan, sejumlah penerbangan sudah pulih pada siang tadi di ibu kota Wellington. Namun, berbagai penerbangan di bandara lain masih mengalami pembatasan.

Berbagai foto yang tersebar di media sosial memperlihatkan rumah-rumah di sejumlah wilayah di Selandia Baru terendam banjir. Ada pula foto yang memperlihatkan mobil tertimpa pohon di berbagai daerah.

Seorang warga bernama Marilyn Bulford mengatakan kondisi cuaca yang menerjang wilayah tempat tinggalnya sangat buruk.

"Saya belum pernah melihat pohon-pohon besar tertiup angin sebanyak ini. Ini sangat buruk. Saya belum pernah melihat yang seperti ini," kata Bulford seperti dikutip dari Reuters.

Seorang pejabat daerah di Wellington, Ken Cooper, mengatakan mereka menerima 852 panggilan darurat sepanjang malam.

"Kami mengalami malam yang sangat sibuk, dan petugas pemadam kebakaran kami terus menanggapi panggilan," tambah Cooper.

Media files:
01gqtwfn9apcfagywf3bjq3169.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.