Ilustrasi label nutrisi. Foto: Brian A Jackson/Shutterstock
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono menyebut industri menyambut baik aturan pelabelan nutri level pada kemasan minuman siap saji. Menurutnya, dari awal pembuatan regulasi, mereka sudah dilibatkan.
“Itu kan baru apa namanya, belum mandatoris. Tapi (sifatnya) imbauan. Sampai saat ini sih industri pasti akan ikut. Karena pembahasannya juga mengikutsertakan industri, enggak cuma otoritas kesehatan aja,” ucap Dante di Kantor Kemenkes, Jakarta pada Kamis (23/4).
Ia pun mengklaim industri senang dengan pemberlakuan label nutri level ini.
"Udah dari dua tahun yang lalu kita bahas ini bersama industri, dan ternyata industri happy-happy aja,” ucap Dante.
Pencantuman Nutri-level pada kemasan eceran. Foto: Kemenkes RI
Katanya, banyak industri yang sudah melakukan hal serupa di negara lainnya.
“Banyak industri-industri multinasional yang juga sebenarnya melakukan hal ini di beberapa negara, dan itu hasilnya bagus,” tandasnya.
Wamenkes Dante Saksono Harbuwono di Kantor Kemenkes, Jakarta pada Kamis (23/4/2026). Foto: Abid Raihan/kumparan
Adapun dalam sistem ini, industri minuman siap saji diminta menampilkan tingkat kandungan gula, garam, dan lemak dalam bentuk kategori yang mudah dipahami. Sehingga konsumen bisa cepat menilai kualitas gizi suatu produk tanpa harus membaca tabel informasi gizi yang lebih kompleks.
Kebijakan ini ditujukan untuk menekan risiko penyakit tidak menular seperti diabetes dan hipertensi, serta masih diterapkan secara bertahap.
Sejumlah jemaah calon haji Indonesia menunggu jadwal keberangkatan menuju tanah suci Mekkah untuk melaksanakan ibadah haji tahunan di Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (22/04/2026). Foto: Juni Kriswanto/AFP
Musim haji 2026 resmi dimulai. Ratusan jemaah kloter pertama dari berbagai embarkasi Indonesia mulai diberangkatkan ke Arab Saudi pada Rabu (22/4). Pemerintah menegaskan keselamatan, kelancaran layanan, dan kenyamanan jemaah menjadi prioritas utama di tengah situasi geopolitik Timur Tengah yang memanas.
Sejumlah pejabat turut melepas keberangkatan jemaah, di antaranya Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf, Wakil Ketua DPR sekaligus Ketua Timwas Haji DPR Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, hingga Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto. Ritual tahunan ini selalu sama: koper ditimbang, air mata ditahan, dan doa dipanjatkan berlapis-lapis.
Keberangkatan jemaah haji asal Indramayu di Bandara Kertajati, Rabu (22/4/2026). Foto: kumparan
Kloter Pertama Berangkat dari Embarkasi Banten
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf bersama Sufmi Dasco Ahmad melepas 391 jemaah kloter pertama Embarkasi Banten di Bandara Soekarno-Hatta.
Irfan menyebut momen keberangkatan haji bukan sekadar agenda administratif, melainkan perjalanan spiritual yang lama dinantikan para jemaah.
“Alhamdulillah hari ini adalah hari yang tidak hanya penting secara administratif, tetapi juga sangat dalam maknanya. Hari yang sangat haru, syukur, dan harapan,” ujar Irfan.
“Perjalanan ini bukan perjalanan fisik, tetapi perjalanan jiwa, perjalanan menuju titik paling khusyuk dalam hidup seorang muslim,” katanya.
Dasco menilai keberangkatan kloter pertama menandai dimulainya rangkaian pemberangkatan haji Indonesia tahun ini.
“Singkat saja bahwa pada hari ini kita akan melepas kloter pertama yang menandakan bahwa sudah dimulainya rangkaian dari pemberangkatan jemaah haji Indonesia,” kata Dasco.
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf, dan Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak saat menyapa para jemaah haji kloter 1 Banten di Bandara Soetta, Rabu (22/4/2026). Foto: Abid Raihan/kumparan
Pemerintah Pastikan Keamanan di Tengah Konflik Timur Tengah
Irfan menegaskan pemerintah terus memantau kondisi keamanan di tengah meningkatnya konflik kawasan Timur Tengah.
“Kita juga tidak menutup mata bahwa perjalanan ini berlangsung di tengah dinamika global, termasuk meningkatnya konflik di Timur Tengah,” ujar Irfan.
Ia menegaskan pemerintah hadir untuk memastikan perlindungan dan keamanan jemaah selama di Tanah Suci.
“Pemerintah hadir, kami terus berkoordinasi secara intensif dengan otoritas terkait guna memastikan bahwa seluruh jemaah Indonesia mendapatkan perlindungan, pelayanan, dan keamanan terbaik selama menjalankan ibadah,” katanya.
Menurut Irfan, arahan Presiden Prabowo Subianto jelas: keselamatan jemaah menjadi prioritas utama.
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf, dan Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak saat menyapa para jemaah haji kloter 1 Banten di Bandara Soetta, Rabu (22/4/2026). Foto: Abid Raihan/kumparan
Layanan Haji Dinilai Lebih Siap
Dasco mengapresiasi sejumlah perbaikan layanan haji tahun ini, terutama distribusi kartu Nusuk yang sudah dilakukan di Indonesia. Dengan begitu, penataan jemaah dinilai lebih rapi dan meminimalkan keluarga terpisah.
“Di samping itu, kartu Nusuk yang biasanya dibagikan di tanah suci, ini sudah semua dibagikan di Indonesia sehingga kemudian pemberangkatan menjadi lebih teratur,” kata Dasco.
Ia juga menyebut adanya penambahan embarkasi serta perluasan layanan fast track.
“Dan saya pikir penyelenggaraan kali ini lebih baik daripada tahun-tahun yang lalu,” tandasnya.
Kedatangan jemaah haji asal Indonesia di Bandara AMAA Madinah. Foto: Dok. MCH
Empat Embarkasi Gunakan Fast Track Imigrasi
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto mengatakan pemeriksaan imigrasi Arab Saudi dilakukan langsung di empat embarkasi Indonesia, yakni Cengkareng, Makassar, Solo, dan Juanda.
“Dari petugas imigrasi Arab Saudi datang ke Indonesia melakukan pemeriksaan di empat lokasi,” ujar Agus.
Skema ini membuat jemaah tidak perlu lagi antre pemeriksaan saat tiba di Arab Saudi.
Menurut Agus, hampir 60 persen jemaah haji Indonesia mendapat layanan tersebut.
Kedatangan jemaah haji asal Indonesia di Bandara AMAA Madinah. Foto: Dok. MCH
Jemaah Pertama Tiba di Madinah
Pada hari yang sama, kloter pertama Indonesia mulai mendarat di Bandara Prince Muhammad Bin Abdul Aziz, Madinah. Rombongan awal berasal dari Embarkasi Yogyakarta (YIA 1), disusul Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG 1).
Jemaah Yogyakarta membawa total 360 orang, sedangkan kloter Jakarta membawa 389 penumpang.
Salah satu jemaah asal Yogyakarta, Supomo Sentikno Sentono (66), mengaku bersyukur setelah menunggu 14 tahun.
"Alhamdulillah setelah 14 tahun menunggu bisa naik haji. Alhamdulillah saya akan haji bersama dengan anak dan istri," tuturnya.
Jemaah haji asal Banten, Tommy Hartoyo (46) dan anaknya, Syafina Marwa saat akan berangkat ka Tanah Suci di Bandara Soetta pada Rabu (22/4/2026). Foto: Abid Raihan/kumparan
Kisah Syafina, Jemaah Haji Usia 13 Tahun
Di antara rombongan kloter pertama Banten, ada Syafina Marwa, jemaah berusia 13 tahun asal Tangerang. Ia berangkat bersama ayah dan keluarganya.
Ayahnya, Tommy, menjelaskan Syafina sudah didaftarkan haji sejak usia belum genap satu tahun pada 2013, saat aturan pendaftaran anak masih berbeda dan masa tunggu sekitar 13 tahun.
Suharman bekerja sebagai kuli panggul di Pasar Kliwon, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah pada Rabu (22/4/2026). Foto: Vega Ma'arrijil Ula/kumparan
Kisah Kuli Panggul Kudus Menabung 13 Tahun
Cerita lain datang dari Kudus, Jawa Tengah. Suharman (52), kuli panggul Pasar Kliwon, akan berangkat haji bersama istrinya setelah menabung selama 13 tahun.
Ia menyisihkan Rp 20 ribu per hari untuk membeli ampas tahu sebagai pakan kambing. Kambing-kambing itu kemudian dijual, dan hasilnya ditabung untuk biaya haji.
"Uang Rp 20 ribu saya gunakan untuk membeli ampas tahu sebagai pakan kambing. Setelah kambing saya besar dan layak jual saya jual. Uang hasil jualan kambing itulah yang saya tabung di bank untuk berangkat haji," katanya.
Kisah seperti ini yang membuat ibadah haji tak pernah cuma soal perjalanan. Ia selalu tentang sabar, niat, dan manusia yang rela hidup sederhana demi satu panggilan besar.