Tissa Biani pemeran film Mungkin Kita Perlu Waktu saat berkunjung ke kumparan di Jakarta, Selasa (18/3/2025). Foto: Syawal Febrian Darisman/kumparan
Artis Tissa Biani jadi bridesmaid dalam pernikahan Jaz Hayat dan Wavi Zihan. Tissa membagikan momen tersebut dalam foto yang ia unggah di akun Instagram pribadinya pada Minggu (8/2).
Tissa Biani mengucapkan selamat kepada Wavi Zihan yang telah menikah dengan Jaz Hayat. Tissa merupakan teman Wavi.
"Bridesmaid on duty 🥹🤍. Happy wedding temen berantem, temen nangis, temen curcol, temen olahraga bareng yaitu @wavizihan! Bersama suami tercinta @jaz_hayat," tulis Tissa.
Harapan Tissa Biani Usai Wavi Zihan Menikah dengan Jaz Hayat
Tissa merasa terharu karena hubungan Wavi Zihan dan Jaz Hayat yang telah sampai ke biduk rumah tangga.
"Terharu banget akhirnya kalian sudah mencapai titik ini. Alhamdulillah. Perjalanan baru dimulai guys!!" tulis Tissa.
Pemain film KKN di Desa Penari itu menyampaikan harapan terkait biduk rumah tangga Wavi Zihan dan Jaz Hayat.
"Semangat terus kudoakan. Semoga kalian bisa saling sayang, saling cinta, saling jaga terus till jannah Aamiin Ya Allah," tulis Tissa.
Rumah dan jalanan di Kampung Sekip, Kelurahan Jangli, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang yang terdampak tanah gerak. Foto: Intan Alliva Khansa/kumparan
BPBD Kota Semarang mencatat total kerugian akibat bencana tanah gerak di Kampung Sekip, Kelurahan Jangli, Kecamatan Tembalang, Semarang, mencapai Rp 45.700.000. Perbaikan rumah warga terdampak masih menunggu kebijakan lanjutan dari pemerintah.
Kepala BPBD Kota Semarang Endro P. Martanto mengatakan, peristiwa tanah gerak dipicu hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut.
"Hujan deras dengan intensitas tinggi mengakibatkan tanah gerak di Skip Sapta Marga RT 7 RW 1 Kelurahan Jangli. Ada 10 rumah terdampak, korban jiwa nihil," ujar Endro kepada wartawan, Minggu (8/2).
Ia menjelaskan, ada 10 rumah rusak dengan 15 kepala keluarga (KK) terdampak. BPBD bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan pihak kelurahan telah melakukan asesmen di lokasi serta menyalurkan bantuan darurat.
"BPBD sudah turun melakukan assessment dan memberikan bantuan darurat berupa terpal, tikar, dan logistik. Untuk tindak lanjut perbaikan masih menunggu kebijakan pemerintah," jelas Endro.
Warga Sudah Sebulan Diliputi Cemas
Sebelumnya, warga Kampung Sekip mengaku telah diliputi kecemasan selama sekitar satu bulan terakhir akibat pergerakan tanah yang terus terjadi, terutama setelah hujan deras. Tanah gerak tersebut membuat rumah warga miring, retak, hingga ambruk.
Sedikitnya lima rumah dilaporkan mengalami kerusakan parah dan tidak lagi layak huni. Sejumlah warga bahkan terpaksa membangun hunian sementara demi keselamatan keluarga mereka, termasuk anak dan bayi.
Selain permukiman, tanah gerak juga merusak jalan alternatif penghubung kawasan Universitas Diponegoro (Undip)-Jangli. Jalan tersebut mengalami ambles dan retak, sehingga warga hanya menambalnya secara darurat menggunakan karung berisi pasir. Kondisi itu membuat sebagian warga enggan melintas karena khawatir terjadi longsor susulan.
Warga menyebut, tanah gerak pernah terjadi di Kampung Sekip sekitar 20 tahun lalu, namun kejadian pada tahun 2026 ini disebut sebagai yang terparah.
Rumah dan jalanan di Kampung Sekip, Kelurahan Jangli, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang yang terdampak tanah gerak. Foto: Intan Alliva Khansa/kumparan
BPBD Imbau Warga Tetap Waspada
Endro mengimbau warga untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, mengingat potensi hujan sedang hingga lebat masih berpeluang terjadi dan dapat memicu pergerakan tanah lanjutan.
"Dengan adanya situasi potensi cuaca sekarang ini kami imbau masyarakat untuk mewaspadai potensi banjir maupun longsor, terutama bagi yang tinggal di wilayah rawan banjir dan longsor," katanya.
Warga berharap pemerintah segera memberikan solusi jangka panjang, termasuk kemungkinan relokasi, agar puluhan keluarga di Kampung Sekip dapat hidup lebih aman tanpa bayang-bayang longsor.