Search This Blog

Saat Pemimpin Oposisi Venezuela Maria Machado Memenangkan Nobel Perdamaian

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Saat Pemimpin Oposisi Venezuela Maria Machado Memenangkan Nobel Perdamaian
Oct 11th 2025, 08:50 by kumparanNEWS

Pemimpin oposisi Venezuela, Maria Corina Machado berpidato di hadapan para pendukungnya dalam sebuah protes menjelang pelantikan Presiden Nicolas Maduro untuk masa jabatan ketiganya di Caracas, Venezuela, pada 9 Januari 2025. Foto: Leonardo Fernandez Viloria/REUTERS
Pemimpin oposisi Venezuela, Maria Corina Machado berpidato di hadapan para pendukungnya dalam sebuah protes menjelang pelantikan Presiden Nicolas Maduro untuk masa jabatan ketiganya di Caracas, Venezuela, pada 9 Januari 2025. Foto: Leonardo Fernandez Viloria/REUTERS

Pemimpin oposisi Venezuela, Maria Corina Machado, diumumkan sebagai pemenang Nobel Perdamaian pada Jumat (10/10). Machado adalah politikus Venezuela yang terpilih sebagai anggota legislatif Venezuela 2011 sampai 2014 dan dikenal atas perjuangannya menentang rezim tangan besi Presiden Nicolas Maduro.

"Ia menang atas kerja kerasnya yang tak kenal lelah dalam memperjuangkan hak-hak demokrasi bagi rakyat Venezuela dan atas perjuangannya untuk mencapai transisi yang adil dan damai dari kediktatoran menuju demokrasi," kata Komite Nobel Norwegia dalam kutipannya, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (10/10).

Nantinya pemenang Nobel Perdamaian akan diberikan hadiah USD 1,2 juta. Penyerahan hadian akan diselenggarakan pada 10 Desember 2025 bertepatan dengan peringatan wafatnya Alferd Nobel yang menjadi inisiator penghargaan itu.

Dalam sambungan telepon bersama sekretaris badan penghargaan, Kristian Berg Harpviken, Machado mengaku tidak menyangka bisa memenangkan nobel perdamaian. Ia menilai itu bukan pencapaian pribadinya tapi seluruh masyarakat.

"Saya sangat berterima kasih, tetapi saya harap Anda mengerti bahwa ini adalah sebuah gerakan, ini adalah pencapaian seluruh masyarakat. Saya hanyalah seorang manusia. Saya jelas tidak pantas mendapatkannya," tuturnya.

Dikutip dari Reuters, Machado mendedikasikan Nobel Perdamaian tersebut untuk rakyat Venezuela dan Presiden AS Donald Trump karena mendukung gerakannya. Trump adalah kritikus Maduro yang keras dan AS adalah salah satu dari sejumlah negara yang tidak mengakui legitimasi pemerintahannya.

"Saya mendedikasikan penghargaan ini untuk rakyat Venezuela yang menderita," kata Machado dikutip dari Reuters, Sabtu (11/10).

"Dan untuk Presiden Trump atas dukungannya yang tegas terhadap perjuangan kita!" tambahnya.

Pemimpin oposisi Venezuela, Maria Corina Machado berpidato di hadapan para pendukungnya dalam sebuah protes menjelang pelantikan Presiden Nicolas Maduro untuk masa jabatan ketiganya di Caracas, Venezuela, pada 9 Januari 2025. Foto: Leonardo Fernandez Viloria/REUTERS
Pemimpin oposisi Venezuela, Maria Corina Machado berpidato di hadapan para pendukungnya dalam sebuah protes menjelang pelantikan Presiden Nicolas Maduro untuk masa jabatan ketiganya di Caracas, Venezuela, pada 9 Januari 2025. Foto: Leonardo Fernandez Viloria/REUTERS

Siapa Maria Corina Machado?

Maria Corina lahir di Caracas, tepatnya di La Candaleria, pada 7 Oktober 1967. Ia punya 3 saudari, dan 3 anak laki-laki.

Ia mendapat gelar Insinyur Teknik Industri dari Universitas Katolik Andres Bello, dan mendapat gelar master keuangan di Instituto de Estudios Superiores de Administracion (IEAS) di Caracas. Ia juga masuk dalam program Universitas Yale World Fellow Program pada 2009.

Pada 1990-1993, ia berkecimpung di industri otomotif seperti Gates de Venezuela dan Filtros Wix.

Pada 1993-1994, ia juga mengajar sebagai Profesor Manajemen SDM di Departemen Teknik Industri di Universitas Andres Bello.

Pada 1994, Maria dan rekan-rekannya mendirikan Yayasan Atenea. Sebuah organisasi sipil, yang bergerak untuk memperhatikan kondisi anak-anak di Venezuela.

Aktivisime di bidang sosialnya terus meluas. Pada 1998, ia mendirikan yayasan Opportunitas. Mereka punya tujuan untuk memberi panduan teknis dan finansial, untuk organisasi-organisasi yang bergerak di pemberdayaan sosial anak muda dan anak-anak terlantar.

Pada 2002, ia juga terlibat dalam pendirian Sumate. Sebuah asosiasi sipil, yang berdedikasi untuk membangun demokrasi, serta berkampanye untuk mempromosikan partisipasi publik di pemerintahan.

Ia jadi presiden organisasi tersebut.

Aktivitas Politik Machado

Pada Februari 2010, Machado mundur dari Sumate, untuk mencalonkan diri sebagai anggota badan legislatif Venezuela mewakili daerah Miranda.

Machado nyalon dari koalisi partai-partai demokratik Venezuela (MUD). Koalisi ini adalah lawan dari partai Presiden Hugo Chavez, yang membawa koalisi Partai Sosialis Venezuela (PSUV).

Saat berkampanye, Chavez menuding Machado melanggar aturan kampanye. Tudingan itu disampaikan Chavez lewat televisi nasionalnya.

Meski begitu, Machado tetap memenangkan pemilu dengan perolehan suara tertinggi se-Venezuela.

Ia dicopot dari jabatannya sebagai legislator, karena menghadiri acara Organisasi Negara-negara Amerika (OAS) di Panama, pada 2014.

Saat itu, suporter Maduro serta para anggota parlemen yang pro-Maduro menudingnya melanggar konstitusi Venezuela.

Usai ditendang keluar dari lembaga legislatif, Machado menggelar protes terhadap rezim Maduro.

Selama keluar dari lembaga politik, Machado mengisi waktunya dengan bekerja sebagai penyiar Radio Caracas Radio dari 2014-2021.

Upaya Nyapres

Pada 1 Februari 2019, Machado menyampaikan tujuannya untuk mencalonkan sebagai presiden Venezuela, pada pilpres 2023.

Dalam sebuah wawancara di televisi, ia dengan tegas menyatakan bahwa ia punya satu tujuan saja; menyingkirkan Maduro.

"Tujuan saya adalah membuat Maduro turun, dan mengalahkan rezim dengan segala daya dan upaya," kata Machado, dilansir surat kabar El Estimulo.

"Pilihannya ada 2, kita menang dengan suara mayoritas atau kemenangan kita dicuri Maduro," kata Machado.

Tapi, pada 30 Juni 2023, ia didiskualifikasi. Ia dihukum tidak boleh mengemban jabatan publik apa pun selama 15 tahun di pemerintahan karena keterlibatannya terkait demo anti-pemerintah.

Tapi, Machado tak mundur. Meski tak bisa lagi jadi Capres, Machado tetap aktif dalam aktivitas politik terutama protes dan oposisi pada paham Chavismo saat kampanye.

Pada 9 Januari, Machado nyaris ditangkap Maduro. Saat berkampanye di Chacao, Caracas, ia muncul setelah 3 bulan sembunyi.

Deutsche Welle memberitakan, ia dicegat oleh tentara dan sepeda motornya ditembaki.

Media files:
01k76p5ydx6g49gqe1yf3v9meb.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar