Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (9/10/2025). Foto: Muhammad Fhandra Hardiyon/kumparan
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa belum berencana mengejar pajakshadow economy atau underground economy pada 2026. Menurutnya, selama kegiatan itu masih bersifat tersembunyi, maka sulit untuk diukur secara pasti.
Mengutip laman resmi Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kemenkeu, shadow economy merupakan kegiatan ekonomi yang disembunyikan untuk menghindari regulasi dari pemerintah, otoritas resmi atau kelembagaan.
Tujuan praktik tersebut mulai dari menganggap kebijakan pemerintah merugikan sampai agar tidak ketahuan ketika melakukan praktik ekonomi yang ilegal. Shadow economy sebelumnya pernah menjadi salah satu fokus perhatian mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani.
"Tapi kalau namanya shadow, ya namanya shadow aja, kalau ditangkap ya udah, bukan shadow lagi, tapi on the ground ekonomi, bukan under lagi," kata Purbaya saat menghadiri Media Gathering Kemenkeu secara daring di Bogor, Jawa Barat, Jumat (10/10).
Purbaya menuturkan, berbagai potensi keuntungan dari kegiatan ekonomi bawah tanah tersebut tidak bisa sepenuhnya dipercaya. Menurutnya, karena sifatnya yang tidak tercatat, sektor tersebut memang sulit dihitung secara akurat. Sehingga banyak perhitungannya justru keliru.
"Jadi saya akan hati-hati, jadi saya nggak akan asumsikan itu bisa masuk ke ekonomi kita tiba-tiba dalam waktu dekat," jelas Purbaya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar