Search This Blog

Pram ke ASN Usai TKD Jakarta Dipotong: Tak Boleh Ada yang Ngeluh di Ruang Publik

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Pram ke ASN Usai TKD Jakarta Dipotong: Tak Boleh Ada yang Ngeluh di Ruang Publik
Oct 10th 2025, 12:48 by kumparanNEWS

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Pembinaan dan Pengawasan Inspektorat Daerah 2025 di Hotel Pullman, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Kamis (9/10/2025). Foto: Dok. Pemprov DKI Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Pembinaan dan Pengawasan Inspektorat Daerah 2025 di Hotel Pullman, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Kamis (9/10/2025). Foto: Dok. Pemprov DKI Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta agar seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov DKI Jakarta tidak mengeluhkan soal pemangkasan anggaran di ruang publik.

"Saya sudah mencanangkan, enggak boleh ada yang mengeluh siapa pun di ruang publik. Walaupun anggarannya saya potong juga," ujar Pramono dalam acara Top Team Workshop BTN di Grand Hyatt, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (10/10).

Hal itu disampaikan menyusul kebijakan pemerintah pusat yang memangkas dana transfer ke daerah (TKD) untuk Jakarta dari Rp 26 triliun menjadi Rp 11,15 triliun.

Akibat pemangkasan tersebut, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta turun dari Rp 95,35 triliun menjadi Rp 79,06 triliun.

"Termasuk barusan DBH (Dana Bagi Hasil) saya dipotong, motongnya Rp 15 triliun, enggak main-main. Jadi APBD Jakarta dari Rp 95 triliun menjadi Rp 79 triliun. Saya bilang sama Menteri Keuangan (Purbaya Yudhi Sadewa), yang kebetulan juga teman, saya tidak akan mengeluh sedikit pun," ujar Pramono.

Sejumlah PNS lingkup Pemprov DKI Jakarta berjalan memasuki ruang dinasnya saat hari pertama masuk kerja usai libur lebaran di Balai Kota, Jakarta, Senin (17/5/2021). Foto: M Risyal Hidayat/Antara Foto
Sejumlah PNS lingkup Pemprov DKI Jakarta berjalan memasuki ruang dinasnya saat hari pertama masuk kerja usai libur lebaran di Balai Kota, Jakarta, Senin (17/5/2021). Foto: M Risyal Hidayat/Antara Foto

Menurut Pramono, pemangkasan anggaran justru menjadi momentum untuk memperbaiki pola kerja birokrasi Pemprov DKI agar lebih efisien dan kreatif.

"Ini bagi saya kesempatan untuk membuat mindset Balai Kota atau birokrasi pemerintahan ASN DKI Jakarta yang selama ini terlalu enak dengan anggaran yang besar. Harus bisa dengan anggaran yang lebih tight. Dan saya yakin pasti bisa," ujarnya.

Pramono menyebut, tantangan utama dari kondisi ini bukan pada besarnya anggaran yang dipotong. Akan tetapi, pada kemampuan menciptakan solusi dan inovasi.

"Tetapi, yang di-challenge dari peristiwa ini adalah kreativitas. Kalau ingin melihat Jakarta lebih baik, mudah-mudahan satu tahun ke depan, pertengahan tahun, Jakarta saya yakin akan berubah," pungkasnya.

Media files:
01k740e96f8wte1x6ekmn0e9zd.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar