Polres Magelang Kota membantah telah melakukan kekerasan dan salah tangkap kepada 14 remaja usai demo ricuh 29 Agustus lalu di depan Polres.
Sebelumnya, LBH Yogyakarta menyebut ada 14 anak yang diduga jadi korban salah tangkap polisi di Kota Magelang, Jawa Tengah pada saat demo ricuh itu. 14 anak ini disebut dipaksa mengaku ikut demo, disiksa, dan disebar data pribadinya yang sebabkan luka fisik dan psikis. Kini mereka menuntut keadilan.
"Jadi bukan salah tangkap, saya klarifikasi kita tidak ada penangkapan, kami amankan yang mana pada saat itu ada beberapa orang mulai dari remaja, dewasa ada di TKP tempat kejadian tersebut," ujar Kapolres Magelang Kota AKBP Anita Indah Setyaningrum, Jumat (10/10).
Ia juga membantah adanya kekerasan terhadap belasan remaja atau orang orang yang diamankan pasca demo.
"Kekerasan tidak ada, kami semua memperlakukan dengan baik. Kita beri makan dan itu didokumentasikan. Jadi personel dan anak-anak kita kasih semua," tegas dia.
Ia pun mempersilakan jika ada pihak yang keberatan dengan pengamanan sejumlah remaja usai demo kemarin.
"Kalau terkait keluarga yang bersangkutan akan melakukan pelaporan ya dipersilakan saja karena sudah hak ya," kata Anita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar