Kajari Sintang, Erni Yusnita didampingi Kepala Seksi Pidsus Rasyid Kurniawan dan Kasi Intel Echo Aryanto Pasodung memberikan keterangan pada wartawan terkait kasus dugaan korupsi penyalahgunaan uang pelanggan di PDAM Tirta Senentang Sintang. Foto: Yusrizal Bota/Hi!Pontianak
Hi!Pontianak - Sejumlah peristiwa terjadi selama sepekan terakhir di Kalimantan Barat. Peristiwa itu mulai dari dugaan korupsi PDAM Sintang hingga ibu dan anak tewas keracunan.
Berikut Kalbar Sepekan yang dihimpun tim Hi!Pontianak:
1. Dugaan Korupsi Uang Pelanggan, Kejari Sintang Geledah Kantor PDAM
Tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Sintang menggeledah Kantor PDAM Tirta Senentang, Senin 1 September 2025.
Kepala Kejaksaan Negeri Sintang, Erni Yusnita mengatakan bahwa penggeledahan tersebut dalam rangka penyidikan kasus penyalahgunaan rekening uang pelanggan di PDAM Tirta Senentang.
Kepala Seksi Pidsus Kejaksaan Negeri Sintang, Rasyid Kurniawan menambahkan penggeledahan itu dilaksanakan sekitar pukul 10.00 WIB. Dalam penggeledahan itu, tim Pidsus Kejari Sintang menemukan sejumlah dokumen serta perangkat elektronik.
"Temuan itu diharapkan membuat penyidikan terang benderang terkait penyalahgunaan tagihan uang pelanggan pelanggan," ujarnya.
2. 2 Pemuda Teror Warga Ketapang, Bakar Rumah dan Tembaki Pakai Senjata Api Rakitan
AD (29) dan I (24), ditangkap usai diduga menjadi pelaku teror terhadap warga di wilayah Dusun Petuakan Desa Air Upas Kecamatan Air Upas Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Keduanya diduga melakukan serangkaian pembakaran rumah dan pondok milik warga serta melakukan penembakan ke arah warga dengan menggunakan senjata api rakitan.
"Dari pengembangan laporan beberapa korban terkait pondok ladangnya yang diduga sengaja dibakar dan mengalami penembakan menggunakan senapan angin, kami langsung melakukan penyelidikan dan penyidikan serta meminta keterangan dari beberapa saksi. Dan sejak tanggal 27 Juli 2025, tim dari Satuan Reskrim Polres Ketapang telah mengamankan kedua pelaku, AD dan I. Keduanya diduga kuat sebagai pelaku yang sering meneror warga dengan cara menembak warga menggunakan senapan angin serta menakuti warga dengan membakar rumah atau pondok ladang milik warga," ungkap Kapolres Ketapang, AKBP Muhammad Harris, melalui Kasat Reskrim, AKP Ryan Eka Cahya pada Rabu, 3 September 2025.
3. Viral Siswa di Mempawah Seberangi Sungai Pakai Tali Demi Sekolah, Ini Faktanya
Viral di media sosial video seorang siswa yang sedang menyeberangi sungai dengan berjalan dan berpegang di tali. Peristiwa ini terjadi di wilayah Kecamatan Segedong Kabupaten Mempawah, Kalbar.
Aksi siswa yang masih berseragam sekolah itu direkam oleh teman-temannya yang sama-sama akan pergi ke sekolah.
"Lihat pengorbanan kamek, tengok sampai ade yang manjat, ramainya. Ati-ati woi, baek kau tercebur," ungkap siswa yang merekam aksi tersebut.
Dalam video berdurasi sekitar 1 menit itu, tampak teman-temannya juga khawatir terhadap siswa yang nekat menyeberang itu.
"Tak bise dah situ tu, basah sepatu die tu," kata teman-temannya yang sebagian juga ada berteriak.
4. Kerusakan Pagar Kantor Gubernur Capai Rp 600 Juta, Ria Norsan: Akan Diperbaiki
Pagar kantor Gubernur Kalimantan Barat sempat menjadi sasaran massa saat melakukan aksi pada Jumat, 29 Agustus 2025. Kerusakan pagar tersebur mencapai Rp 400 juta hingga Rp 600 juta. Menyikapi hal itu, Gubernur Kalbar, Ria Norsan, bilang akan segera memperbaiki kerusakan tersebut.
"Kalau total kerugian hampir Rp 400 hingga Rp 600 juta karena memang kayu belian itu mahal sulit lagi mencarinya," jelasnya saat ditemui langsung di Kantor DPRD Kalbar, Rabu 3 September 2025.
5. Ibu dan Anak di Sunsong Sekadau Meninggal, Diduga karena Keracunan Jamur Hutan
Ibu dan anak di Desa Sunsong, Kecamatan Sekadau Hulu, Kabupaten Sekadau, Kalbar, dilaporkan meninggal dunia usai mengkonsumsi jamur hutan yang diduga beracun, Kamis, 4 September 2025.
Kapolres Sekadau, AKBP Donny Molino Manoppo, melalui Kapolsek Sekadau Hulu, IPTU Agustam, saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.
"Benar, ada 2 korban meninggal dunia, yaitu FL (44) dan putrinya yang berusia 2 tahun. Peristiwa ini berawal saat korban bersama keluarga mengkonsumsi jamur hutan yang mereka temukan," ungkap Agustam, Minggu, 7 September 2025.
Selain korban meninggal dunia, ada 3 orang lainnya yang mengalami gejala keracunan, yaitu M (33) dan SN (25), dan bayi berusia 1 tahun. Ketiganya selamat setelah mendapat perawatan medis di RSUD Sekadau.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar