Search This Blog

Bhoi Morica, Camilan Buatan Mahasiswa Syiah Kuala Raih 3 Penghargaan di Korsel

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Bhoi Morica, Camilan Buatan Mahasiswa Syiah Kuala Raih 3 Penghargaan di Korsel
Aug 10th 2025, 15:00 by kumparanFOOD

Inovasi kue Bhoi Morica buatan mahasiswa USK raih tiga penghargaan di Korea Selatan. Foto: Dok. Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh
Inovasi kue Bhoi Morica buatan mahasiswa USK raih tiga penghargaan di Korea Selatan. Foto: Dok. Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh

Setiap daerah punya camilan khas yang menjadi kebanggaan warganya. Begitu pun di Aceh. Salah satu camilan khas yang terkenal adalah kue Bhoi. Kue ini berasal dari Aceh Besar dan memiliki bentuk yang unik, seperti ikan, bintang, atau bunga.

Dilansir dari laman Pemerintah Aceh, kue Bhoi sering dijadikan bingkisan saat berkunjung ke rumah saudara atau tetangga yang sedang mengadakan hajatan, seperti sunatan atau kelahiran. Kue ini juga kerap menjadi bagian dari seserahan calon pengantin pria kepada calon pengantin perempuan.

Biasanya, kue Bhoi dijual di pasar tradisional atau dipesan langsung kepada pembuatnya. Proses pembuatannya cukup rumit, sehingga tidak semua orang bisa membuatnya. Dibutuhkan ketelatenan dan kesabaran untuk menghasilkan kue Bhoi yang sempurna.

Namun, di tangan tiga mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK), yaitu Nelli Desianti dari Pendidikan Ekonomi, Sarah Salsabil dari Biologi, dan Putri Salsabila Rinaldi dari Statistika, mereka tak hanya membuat kue Bhoi jadi lebih lezat, tapi juga sehat.

Mereka menamakan produknya ini sebagai Bhoi Morica. Kalau biasanya kue Bhoi dibuat dari tepung terigu, telur, gula, dan vanili, mereka menambahkan dua bahan alami yang mudah ditemukan, yaitu daun kelor dan biji pepaya. Daun kelor kaya vitamin A, kalsium, zat besi, dan antioksidan. Sementara biji pepaya diolah menjadi tepung yang memiliki manfaat antibakteri dan anti-cacing.

Produk ini dikembangkan sebagai solusi alami untuk obat cacing (anthelmintik) serta pencegahan stunting pada balita dan ibu hamil. "Harapan kami dari Bhoi Morica adalah menjadi solusi inovatif untuk mengatasi stunting dan infeksi cacingan di Provinsi Aceh," ujar ketua tim, Nelli, seperti dikutip dari laman USK, Minggu (10/8).

Berkat ide kreatif ini, Bhoi Morica berhasil meraih tiga penghargaan di ajang internasional Korea International Women's Invention Exposition (KIWIE) 2025. Mereka membawa pulang Silver Medal, Special Award, dan Special Prize.

KIWIE 2025 diikuti ratusan penemuan dari berbagai negara, termasuk 445 penemuan dari Korea Selatan dan 312 penemuan dari 16 negara lain. Acara ini digelar oleh Korea Women Inventors Association (KWIA) dan Korean Intellectual Property Office (KIPO) dengan dukungan WIPO dan kementerian di Korea Selatan.

"Ajang ini dirancang untuk mendorong kreativitas dan inovasi di kalangan perempuan, memberikan platform untuk menampilkan karya inovatif, serta membuka peluang kolaborasi dan akses ke pasar global," tambah Nelli.

Ia juga menjelaskan bahwa Bhoi Morica lahir dari keprihatinan terhadap tingginya angka stunting dan cacingan di Aceh. Dengan memanfaatkan bahan lokal yang mudah ditemukan, mereka ingin menghadirkan solusi pangan lokal yang sehat.

Media files:
01k2970w57fffe3pa741zps0m6.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Popular Posts