Search This Blog

Mahasiswa Jatim Terjebak Perang Sudan, Berbagi 1 Nampan Makanan dengan 76 Orang

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Mahasiswa Jatim Terjebak Perang Sudan, Berbagi 1 Nampan Makanan dengan 76 Orang
May 1st 2023, 11:37, by Masruroh, BASRA (Berita Anak Surabaya)

Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat menjamu para pengungsi dari Sudan, Minggu (30/4) kemarin. Foto: Humas Pemprov Jatim
Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat menjamu para pengungsi dari Sudan, Minggu (30/4) kemarin. Foto: Humas Pemprov Jatim

Sebanyak 21 warga Jatim yang dievakuasi dari Sudan telah tiba di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Minggu (30/4) kemarin. Kloter pertama yang tiba ini terdiri dari 18 orang dewasa, 1 anak-anak, dan 2 balita.

Dari 21 warga tersebut ada Athieva Ramza Zuhaira asal Jember yang merupakan mahasiswi di Sudan. Athieva menuturkan situasi cukup tegang saat konflik meletus di Sudan. Bahkan selama konflik terjadi, dia harus rela berbagi 1 nampan makanan dengan 76 orang di asrama.

"Alhamdulillah KBRI mengambil langkah untuk para perempuan khususnya ibu dan anak untuk dilakukan evakuasi secara bertahap. Terima kasih juga kepada Pemprov Jatim, khususnya Ibu Gubernur atas semua fasilitas yang sudah diberikan kepada kami," ujarnya, Senin (1/5).

Mahasiswa lainnya asal Jatim yang sedang menempuh pendidikan di Sudan, Salman Nasrullah Najib mengungkapkan proses evakuasi berjalan mulai dari Jumat (28/4) sore.

"Evakuasinya dari Jumat sore, kita dikumpulkan oleh pihak sekretariat Pengurus Pelajar Indonesia atau PPI yang dapat arahan dari KBRI dan mengabarkan bahwasanya akan ada evakuasi. Karena evakuasi sifatnya mendadak, saya disuruh berkemas barang dengan cukup satu tas ransel saja. Artinya, jangan sampai membebankan atau membuat susah kita sendiri apalagi orang lain," kisahnya.

Kemudian pada Sabtu (29/4), proses evakuasi diteruskan. Salman bersama warga lain berangkat dari Khartoum menuju Port Sudan dengan perjalanan melalui jalur darat yang memakan waktu sekitar 20 jam.

"Kita pagi hari kemudian istirahat sebentar, dan malamnya langsung perjalanan melalui jalur laut dari Port Sudan menuju ke Jeddah yang memakan waktu sekitar 22 jam. Sesampainya di Jeddah kita disambut oleh KBRI, KJRI, dan semua tentara Jeddah di sana, kemudian istirahat di hotel. Dan lanjut lagi perjalanan melalui jalur udara dari Jeddah menuju Indonesia," jelas mahasiswa asal Gresik ini.

Salman menuturkan, evakuasi WNI dari Sudan ini terbagi menjadi empat kloter karena keterbatasan kendaraan dan juga banyaknya WNI di sana.

"Di Sudan kondisinya masih cukup menegangkan karena masih terdengar suara tembakan ataupun dentuman ledakan, dan suara tank yang kedengaran sangat jelas. Hal ini membuat toko-toko yang ada di sekitar kita tutup. Bahkan, ketika kita mau beli sesuatu dilarang, dan penjualnya pun tidak memperbolehkan kita membeli barang lantaran buat stok pribadi mereka," jelasnya.

Mahasiswa yang sudah belajar empat tahun di Sudan ini mengungkapkan, bahwa kegiatan pembelajaran di sana sudah dihentikan, karena konflik tersebut.

"Saya akan kembali ke sana Insya Allah kalau konfliknya tidak terlalu lama. Kalau konfliknya berangsur-angsur lama bahkan bertahun-tahun Wallahu Alam. Rencananya masih dipikirkan oleh pihak kampus dan Ikatan Alumni Sudan ataupun IAS untuk bagaimana kelanjutan studi saya, ya semoga ada kabar baik," harapnya.

Warga Jatim dari Sudan yang tiba di Asrama Haji Sukolilo Surabaya ini sebelumnya telah berada di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta Timur dan transit sejenak di Kantor Badan Penghubung Prov. Jatim di Jakarta.

Nantinya, para penyintas akan melanjutkan perjalanan menuju Kab/Kota di Jatim meliputi Banyuwangi, Bondowoso, Gresik, Jember, Lamongan, Lumajang, Madiun, Malang, Pasuruan, Ponorogo, Probolinggo dan Surabaya.

Media files:
01gzap7hyvhkp0z0d9p3vt6pnt.jpg (image/jpeg)
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar