VP Corporate Communication PT KAI Anne Purba dalam jumpa pers di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan
Keluarga korban kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek yang ingin mengambil barang tertinggal dapat mendatangi posko di Stasiun Bekasi Timur. Hal itu disampaikan Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba.
“Kami menemukan banyak barang yang tertinggal. Kami berkoordinasi dengan kepolisian, karena pasti nanti keluarga juga membutuhkan barang-barang tersebut. Nanti bisa menghubungi kami di pos informasi untuk keluarga,” kata Anne dalam jumpa pers di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Selasa (28/4).
Posko tersebut dibuka di dua lokasi, yakni Stasiun Gambir dan Stasiun Bekasi Timur, dan akan beroperasi selama 14 hari ke depan. Posko ini disiapkan sebagai pusat informasi sekaligus layanan bagi keluarga korban, termasuk terkait pendataan dan pengambilan barang pribadi.
Selain itu, KAI juga masih melakukan proses identifikasi korban meninggal dunia. Dari total 14 korban, lima orang telah teridentifikasi, sementara sembilan lainnya masih dalam proses identifikasi di RS Polri.
“Kami berharap ini bisa cepat supaya kami juga bisa memberikan informasi yang valid kepada keluarga,” ujar Anne.
Petugas mengevakuasi gerbong KRL Commuterline dan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi pascakecelakaan di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
KAI memastikan seluruh korban, baik yang meninggal dunia maupun yang mengalami luka, akan mendapatkan penanganan dan tanggung jawab penuh dari perusahaan bersama pihak asuransi.
Sebelumnya, RSUD Kota Bekasi memperbarui data korban kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur, Selasa (28/4). Berdasarkan keterangan papan informasi di RSUD Kota Bekasi, tercatat 50 korban luka dan 3 korban meninggal dunia dirawat di sana.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar