Artis Ammar Zoni saat konfrensi pers terkait penyalahgunaan narkotika di Kapolres Jakarta Barat, Jakarta, Jumat, (15/12/2023). Foto: Agus Apriyanto
Kuasa hukum Ammar Zoni, Jon Mathias, mengungkapkan kronologis kliennya terseret dalam kasus dugaan peredaran narkoba di Rutan Salemba.
Jon mengungkapkan bahwa kasus bermula di Januari 2025. Kata Jon, kala itu Ammar Zoni tengah berada di dalam sel tiba-tiba dipanggil.
"Setelah dipanggil udah ada orang polsek dan ada lima orang yang ditangkap salah satu menunjukkan barang bukti dari yang ditangkap menunjukkan katanya dari Ammar," kata Jon dihubungi dalam sambungan video, belum lama ini.
Ammar Zoni jalani sidang dakwaan secara daring. Foto: Dok. Istimewa
Padahal, lanjut Jon, Ammar Zoni tidak mengenal orang tersebut. Debat kusir pun tak dapat dihindari kala itu. Kedua belah pihak saling memberikan keterangan yang berlawanan.
"Akhirnya main tuduh menuduh, berartikan bukti itu bukan diambil dari dia bukan tertangkap tangan, harusnya kamar Ammar semua yang ditangkap, kan gitu," tutur Jon.
"Berdasarkan keterangan dari orang yang ditangkap kronologisnya tapi nanti oke lah kita buktikan di persidangan nanti," tambahnya.
Aktor Ammar Zoni dipindahkan ke Nusakambangan. Foto: Dok. Istimewa
Kuasa Hukum Ungkap Dugaan Pemerasan dalam Proses Hukum Terhadap Ammar Zoni dalam Kasus Narkoba
Mengetahui fakta tersebut, Jon mengatakan bahwa Ammar memang jelas tak tertangkap tangan. Jon lantas menyoroti kejanggalan dalam proses penyelidikan dan penyidikan yang dijalani Ammar dalam perkara itu.
Sebab, dalam proses tersebut, Ammar tak didampingi oleh kuasa hukum. Padahal kliennya meminta untuk didampingi oleh pengacara
"Malah tidak diberikan, malah dia ditekan nggak usah pakai pengacara," ucap Jon.
Lebih lanjut, Jon juga mengungkapkan adanya upaya pemerasan dalam proses hukum yang berjalan. Dalam suratnya, Ammar menyebut oknum aparat menyampaikan permintaan untuk meringankan hukumannya.
"Ada tanda kutip minta sesuatu, 'nanti kamu kasihkan ini, supaya perkara ini enggak dilanjutkan' nah itulah jadi keanehan kan," ungkap Jon.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar