PM Israel Benjamin Netanyahu saat pidato di Sidang Umum PBB, New York, Amerika Serikat, Jumat (26/9/2025). Foto: Timothy A. Clary/AFP
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menuduh pemimpin Eropa yang mengakui Palestina mendorong negaranya ke dalam bunuh diri nasional, sehingga berjanji akan memblokir negara Palestina.
"Israel tidak akan membiarkan Anda memaksa negara teroris kepada kami. Kami tidak akan melakukan bunuh diri nasional karena Anda tidak punya keberanian untuk menghadapi media yang bermusuhan dan massa antisemit yang menuntut darah Israel," kata Netanyahu dalam pidatonya di Sidang Umum PBB, dikutip dari AFP, Sabtu (27/9).
Lebih lanjut, Netanyahu menyatakan pemerintahannya tidak akan melupakan para sandera yang masih ditahan oleh Hamas. Ia bahkan menyebut pidatonya di Sidang Umum PBB disiarkan sebagian melalui pengeras suara dengan harapan menjangkau pemimpin Hamas dan sandera yang masih ditahan.
"Kami tidak melupakan kalian, tidak sedikit pun," kata Netanyahu dalam bahasa Ibrani.
Netanyahu juga menyatakan akan menyelesaikan pekerjaan memberantas Hamas meski Presiden AS Donald Trump menyebut telah mencapai kesepakatan untuk gencatan senjata.
Sebelum Sidang Umum PBB resmi dimulai, banyak negara berkumpul dan mengikuti KTT Two-State Solution yang diinisiasi Prancis dan Arab Saudi. Dalam KTT Two-State Solution, banyak negara-negara Eropa yang menyatakan mengakui negara Palestina.
Menurut Netanyahu, ada pesan tersendiri dari pengakuan negara Palestina yang diungkapkan negara-negara Eropa.
"Mereka telah memberikan pesan yang sangat jelas bahwa membunuh orang Yahudi membuahkan hasil," ujarnya.
Netanyahu juga mengkritik dukungan Barat terhadap Presiden Palestina Mahmoud Abbas. Ia menyebut, Otoritas Palestina yang dipimpin Abbas korup sampai ke akar-akarnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar