Search This Blog

Mu'ti soal Kepsek Prabumulih Sempat Dicopot Walkot: Ada Praktik Favoritisme

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Mu'ti soal Kepsek Prabumulih Sempat Dicopot Walkot: Ada Praktik Favoritisme
Sep 21st 2025, 12:23 by kumparanNEWS

Mendikdasmen Abdul Mu'ti mendengarkan pandangan fraksi saat mengikuti rapat kerja bersama Komisi X DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (15/9/2025). Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO
Mendikdasmen Abdul Mu'ti mendengarkan pandangan fraksi saat mengikuti rapat kerja bersama Komisi X DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (15/9/2025). Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menyoroti adanya praktik favoritisme hingga mutasi guru.

Hal ini disampaikan usai mencuat kasus sempat dicopotnya Kepala Sekolah SMPN 1 Prabumulih, Roni Ardiansyah, oleh Wali Kota Prabumulih, Arlan karena menegur anak Arlan.

"Kalau soal guru, kewenangan mengangkat dan menugaskan itu ada pada pemerintah daerah bukan pada kementerian. Kementerian ini di antara tugasnya adalah pembinaan guru karena itu maka soal yang ada di Prabumulih itu sudah diselesaikan," kata Mu'ti di Kantor Kemendikdasmen, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (21/9).

"Tetapi memang ini tidak boleh menjadi alasan bagi kepala daerah, untuk ketika ada guru-guru yang tidak sehaluan ke ranah politik dengan pemerintah yang sedang berkuasa kemudian mereka diberhentikan," lanjutnya.

Menurutnya, fenomena tersebut merupakan dampak dari dinamika politik lokal usai diberlakukannya pemilihan kepala daerah secara langsung.

"Memang kami melihat sekarang ini ada gejala di mana profesi guru ini mulai banyak dipengaruhi oleh dinamika politik lokal. Itu saya kira dampak dari pemilihan kepala daerah secara langsung," ujarnya.

Mu'ti menambahkan, meski bukan intimidasi langsung terhadap guru, praktik favoritisme kerap terjadi di lingkungan sekolah.

"Bukan intimidasi tetapi mungkin adalah favoritisme. Jadi guru yang dulu menjadi pendukung kepala daerah yang menang sering kali menjadi favorit. Sehingga dia punya banyak kesempatan untuk promosi-promosi pada jabatan tertentu," jelas Mu'ti.

"Kadang-kadang guru yang tidak sehaluan dengan pemerintah yang berkuasa, itu kadang-kadang memang ya mungkin dimutasi di tempat yang jauh atau tidak dapat promosi dan sebagainya," tambahnya.

Wali Kota Prabumulih Arlan di Kantor Itjen Kemendagri, Jakarta, Kamis (18/9/2025). Foto: Jonathan Devin/kumparan
Wali Kota Prabumulih Arlan di Kantor Itjen Kemendagri, Jakarta, Kamis (18/9/2025). Foto: Jonathan Devin/kumparan

Untuk mencegah praktik tersebut, pemerintah tengah mendorong penerapan kebijakan manajemen talenta nasional dengan prinsip meritokrasi.

"Jadi kami meluncurkan kebijakan manajemen talenta nasional dan juga ada peraturannya kan talenta nasional. Di mana kita mendorong semua profesi termasuk guru dan pelayanan publik di lembaga pemerintah itu mengedepankan prinsip meritokrasi," kata Mu'ti.

"Sehingga dengan meritokrasi itu seseorang memiliki rasa percaya diri untuk berkarier dan kesempatan untuk maju sesuai dengan prestasi mereka. Ini yang coba kita dorong sehingga karena itu maka mudah-mudahan ke depan, para guru ini kita tempatkan dalam posisi mereka sebagai pendidik profesional yang tidak terlalu banyak diintervensi oleh kepentingan politik terutama di tingkat lokal," pungkasnya.

Kepala SMPN 1 Prabumulih Roni Ardiansyah di kantor Itjen Kemendagri, Jakarta, Kamis (18/9/2025). Foto: Jonathan Devin/kumparan
Kepala SMPN 1 Prabumulih Roni Ardiansyah di kantor Itjen Kemendagri, Jakarta, Kamis (18/9/2025). Foto: Jonathan Devin/kumparan

Sebelumnya, Kepala Sekolah SMPN 1 Prabumulih, Roni Ardiansyah, mengakui dirinya sempat dicopot usai adanya teguran yang disampaikan pihak sekolah kepada anak Wali Kota Prabumulih Arlan, Aura.

Teguran itu disampaikan pihak sekolah karena Aura hendak membawa masuk mobil ke area sekolah.

"Benar saya mendapatkan binaan dari Bapak Wali Kota Prabumulih, dan saya hargai ini sebagai binaan dari Kepala Daerah kepada saya," kata Roni di Kantor Itjen Kemendagri, Jakarta, Kamis (18/9).

Kini, Roni telah dikembalikan sebagai Kepala SMPN 1 Prabumulih. Itjen Kemendagri juga menyatakan pencopotan Roni melanggar aturan.

Arlan mengeklaim baru sebatas menyampaikan teguran kepada Roni. Teguran itu disampaikannya melalui Kadisdik Prabumulih, A Darmadi, secara lisan, bukan secara tertulis.

"Tidak, Pak, belum ada pencopotan Pak Roni ini," kata Arlan usai diperiksa di Kantor Itjen Kemendagri, Jakarta, Kamis (18/9).

Arlan menjelaskan, hanya meminta kepada Kadisdik untuk menyampaikan teguran. Masalah pencopotan itu hanya akan dilakukan jika kejadian terulang.

"Cuma secara lisan penyampaian saya, tolong kasih tahu ke Pak Kepala Sekolah, melalui Kepala Dinas Pendidikan, tolong ditegur Pak Roni, jangan sampai terulang lagi, ka ge (nanti) aku copot, cuma sebatas itu Pak." ucap Arlan.

Adapun teguran itu disampaikan Arlan usai anaknya, Aura, ditegur karena membawa mobil masuk ke area SMPN 1 Prabumulih.

Media files:
01k572g2kr8e6qyb177ycp6jpn.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar