Search This Blog

Penemuan Fosil Gigi di Ethiopia Ungkap Spesies Baru Leluhur Manusia

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Penemuan Fosil Gigi di Ethiopia Ungkap Spesies Baru Leluhur Manusia
Aug 15th 2025, 10:04 by kumparanSAINS

Para ilmuwan memegang fosil gigi hominin yang ditemukan di area penelitian paleoantropologi Ledi-Geraru di Wilayah Afar, Etiopia timur laut, dalam foto selebaran tanpa tanggal yang dirilis pada (13/8/2025). Foto: Amy Rector, Virginia Commonwealth University via REUTERS
Para ilmuwan memegang fosil gigi hominin yang ditemukan di area penelitian paleoantropologi Ledi-Geraru di Wilayah Afar, Etiopia timur laut, dalam foto selebaran tanpa tanggal yang dirilis pada (13/8/2025). Foto: Amy Rector, Virginia Commonwealth University via REUTERS

Tim peneliti menemukan fosil gigi berusia sekitar 2,65 juta tahun di Ethiopia yang berasal dari spesies baru dalam garis evolusi manusia. Fosil ini menunjukkan spesies tersebut hidup berdampingan dengan anggota paling awal dari genus Homo, leluhur langsung manusia modern.

Penemuan ini dilakukan di area riset Ledi-Geraru, Region Afar, timur laut Ethiopia. Para ilmuwan menemukan 10 gigi, terdiri dari enam geraham, dua gigi seri, satu premolar, dan satu taring, dari dua individu yang mereka identifikasi sebagai spesies baru Australopithecus.

Selama ini, hanya enam spesies Australopithecus yang diketahui dari berbagai situs fosil di Afrika. Ciri unik pada gigi tersebut menunjukkan adanya spesies ketujuh yang belum pernah didokumentasikan sebelumnya.

Selain itu, tiga gigi lain yang berusia 2,59 juta tahun ditemukan di lokasi yang sama. Fosil ini diyakini berasal dari spesies Homo tertua yang pernah diketahui, pertama kali diungkap lewat penemuan tulang rahang pada 2013.

Para ilmuwan menjelajahi lanskap untuk mencari fosil di area penelitian paleoantropologi Ledi-Geraru di Wilayah Afar, Etiopia timur laut, dalam gambar selebaran tanpa tanggal yang dirilis pada (13/8/2025). Foto: Kaye Reed, Arizona State University/Handout via REUTERS
Para ilmuwan menjelajahi lanskap untuk mencari fosil di area penelitian paleoantropologi Ledi-Geraru di Wilayah Afar, Etiopia timur laut, dalam gambar selebaran tanpa tanggal yang dirilis pada (13/8/2025). Foto: Kaye Reed, Arizona State University/Handout via REUTERS

Hasil penelitian ini, yang terbit di jurnal Nature, memberikan wawasan penting tentang periode yang masih samar dalam sejarah evolusi manusia. Usia gigi yang berdekatan menunjukkan kemungkinan Australopithecus baru ini hidup bersamaan dengan spesies awal Homo, memunculkan pertanyaan apakah keduanya bersaing memperebutkan sumber daya.

"Hal ini memperkuat gagasan bahwa kisah evolusi manusia bukanlah tentang satu garis keturunan yang berubah perlahan seiring waktu," kata paleoantropolog dari University of Nevada, Las Vegas, AS, dan pemimpin riset, Brian Villmoare, mengutip Reuters.

"Pola evolusi manusia mirip dengan organisme lain, yang berulang kali bercabang menjadi berbagai spesies sepanjang catatan fosil, banyak di antaranya hidup pada waktu yang sama."
- Brian Villmoare, paleoantropolog dari University of Nevada, Las Vegas

Analisis lebih lanjut sedang dilakukan untuk mengetahui apakah kedua spesies memakan sumber makanan yang sama, yang dapat mengindikasikan persaingan. Peralatan batu sederhana yang ditemukan di sekitar lokasi kemungkinan dibuat oleh spesies Homo.

Fosil-fosil ini ditemukan di wilayah yang kini berupa tanah tandus panas. Wilayah tersebut dulunya dipenuhi sungai, danau dangkal, serta beragam satwa seperti jerapah, gajah, kuda nil, kucing bergigi pedang, dan hyena pada jutaan tahun lalu.

Media files:
01k2m2zh32vfh646kaxzjphv3w.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar