Search This Blog

Kisah Sukses UMKM Pempek Tenggiri, Naik Kelas Berkat Rumah BUMN BRI

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Kisah Sukses UMKM Pempek Tenggiri, Naik Kelas Berkat Rumah BUMN BRI
Aug 10th 2025, 12:11 by kumparanBISNIS

Rumah BUMN binaan BRI berhasil membantu pelaku UMKM pempek tenggiri bernama Kreasi Nyobi. naik kelas. Foto: dok. BRI
Rumah BUMN binaan BRI berhasil membantu pelaku UMKM pempek tenggiri bernama Kreasi Nyobi. naik kelas. Foto: dok. BRI

BRI terus membuktikan komitmennya dalam memberdayakan pelaku UMKM melalui program Rumah BUMN yang tersebar di berbagai daerah. Program ini menjadi wadah bagi mereka yang ingin memulai usaha sendiri tengah situasi ekonomi yang penuh tantangan saat ini.

Salah satu kisah sukses datang dari Widya Purnama Sari, mantan karyawan yang kini sukses mengelola usaha pempek tenggiri bernama Kreasi Nyobi. Berkat fasilitasi Rumah BUMN binaan BRI, usahanya kini telah berkembang menjadi bisnis digital dengan omzet jutaan rupiah per bulan.

Usaha pempek milik Widya dimulai pada 2020 berangkat dari latar belakang sang suami yang memang telah lama berkecimpung sebagai supplier produk perikanan. Dari awalnya, pempek hanya dijual kepada teman-teman dekat, namun, berkat ketekunannya kini produknya semakin dikenal luas.

"Saat itu hanya coba-coba saja karena memang sering lihat suami bawa bahan ikan. Akhirnya saya coba olah, dan lama-lama ketemu resep yang cocok," ujarnya.

Kemudian pada 2023, Widya mulai lebih aktif terlibat dalam berbagai kegiatan pelatihan dan program pendampingan yang diselenggarakan oleh berbagai komunitas UMKM serta Rumah BUMN binaan BRI di Jakarta.

Melalui pelatihan-pelatihan tersebut, baik yang dilakukan secara daring maupun luring, Widya tidak hanya memperoleh wawasan baru tentang pengelolaan bisnis, pemasaran digital, hingga legalitas produk, tetapi juga berhasil membangun relasi dengan sesama pelaku usaha.

Dukungan inilah yang menjadi salah satu faktor penting dalam peningkatan performa bisnisnya, sehingga perlahan tapi pasti, usahanya menunjukkan perkembangan yang signifikan.

"Pelatihan itu hampir setiap hari ada, kadang online, kadang offline. Kami diajarkan bikin akun e-commerce, TikTok, hingga bagaimana caranya ekspor. Materi yang paling saya suka dan sangat membantu adalah yang tentang bagaimana berjualan di e-commerce, bagaimana mem-branding produk," ujar Widya.

Program Rumah BUMN Binaan BRI memberikan fasilitasi dan pendampingan kepada para UMKM. Foto: dok. BRI
Program Rumah BUMN Binaan BRI memberikan fasilitasi dan pendampingan kepada para UMKM. Foto: dok. BRI

Produk pempek olahan Widya tersedia dalam dua kategori: frozen dan ready-to-eat. Untuk kebutuhan acara seperti catering, Widya menyediakan paket pondokan isi 3 pempek seharga Rp 12 ribu Sedangkan untuk penjualan reguler, harga per pempek berkisar Rp 4.000, dengan kapasitas produksi mencapai 4.000 pasang.

Selain dipasarkan secara langsung dan melalui jaringan reseller yang ia temui saat mengikuti bazaar, pempek Widya juga kerap hadir di berbagai event yang diadakan oleh komunitas UMKM dan BUMN. Kehadiran di event-event tersebut bukan hanya meningkatkan penjualan, tetapi juga memperluas jejaring bisnis.

Hingga kini, usaha pempek ini dijalankan oleh tim kecil berisi tiga orang di bagian produksi dan satu orang tambahan di bagian operasional. Dalam sebulan, omzet yang dihasilkan mencapai Rp 10-15 juta per bulan, meski menurut Widya, semua masih diputar kembali sebagai modal usaha.

"Belum ambil keuntungan besar, masih putar modal semua. Tapi ke depannya saya ingin punya toko offline. Cuma memang butuh dana yang cukup besar," tambahnya.

Dengan semangat pantang menyerah dan semangat belajar yang tinggi, Widya Purnama Sari membuktikan program Rumah BUMN binaan BRI ini sangat efektif memberdayakan pengusaha di segmen mikro bahkan lebih kecil lagi sampai dengan level ultra mikro untuk tumbuh dan berkembang.

Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI, Agustya Hendy Bernadi, menjelaskan bahwa BRI terus menjalankan berbagai program pemberdayaan yang menyentuh masyarakat dan UMKM. Hingga akhir Juni 2025, BRI mengelola 54 Rumah BUMN dan telah melaksanakan lebih dari 16 ribu pelatihan.

"Melalui Rumah BUMN, BRI tidak hanya memberikan akses pelatihan dan pendampingan, tetapi juga membuka jalan bagi para pelaku usaha untuk naik kelas dan go digital. Kami percaya, semakin banyak UMKM yang tumbuh dan berkembang, maka akan semakin kuat pula fondasi perekonomian bangsa," pungkas Agus.

Media files:
01k2959jpfpjqzf8qdb63p63gb.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar