Search This Blog

Cek Kesehatan Gratis Anak Sekolah, Kebugaran-Kesehatan Mental Disorot

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Cek Kesehatan Gratis Anak Sekolah, Kebugaran-Kesehatan Mental Disorot
Aug 1st 2025, 12:13 by kumparanMOM

Cek Kesehatan Gratis Anak Sekolah, Kebugaran-Kesehatan Mental Disoroti. Foto: Sorapop Udomsri/Shutterstock
Cek Kesehatan Gratis Anak Sekolah, Kebugaran-Kesehatan Mental Disoroti. Foto: Sorapop Udomsri/Shutterstock

Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk anak-anak sekolah akan resmi dimulai Senin (4/8) depan. Pelaksanaan CKG anak sekolah berusia 7-17 tahun ini ditargetkan dapat menjangkau 53 juta anak di seluruh Indonesia, lho!

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Pratikno, mengungkapkan CKG anak sekolah bertujuan untuk tidak hanya mendeteksi dini potensi penyakit, tetapi juga bisa membantu pengobatan anak-anak yang telah memiliki riwayat penyakit sebelumnya.

Dalam konferensi pers Kick Off Cek Kesehatan Gratis Sekolah, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan program CKG yang berlangsung sejak Februari 2025 sudah menjangkau 16,4 juta penduduk Indonesia.

Dengan adanya CKG untuk anak sekolah yang akan dimulai di pekan pertama Agustus 2025, maka bisa menambah masyarakat yang mendapatkan pelayanan cek kesehatan. Pemeriksaan ini juga berlangsung untuk sekolah-sekolah di bawah Kementerian Agama, Moms.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan arahan saat peluncuran Gerakan Bersama Penguatan Desa dan Kelurahan Siaga Tuberkulosis di Kantor Kelurahan Rambutan, Jakarta Timur, Jumat (9/5/2025). Foto: Asprilla Dwi Adha/ANTARA FOTO
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan arahan saat peluncuran Gerakan Bersama Penguatan Desa dan Kelurahan Siaga Tuberkulosis di Kantor Kelurahan Rambutan, Jakarta Timur, Jumat (9/5/2025). Foto: Asprilla Dwi Adha/ANTARA FOTO

Budi Gunadi menjelaskan, CKG sudah dilakukan terlebih dahulu di 72 sekolah rakyat beberapa waktu lalu. Hasil CKG menemukan kesehatan gigi menjadi persoalan yang paling banyak ditemukan pada kelompok anak-anak.

"Anak-anak ini masalahnya gigi, nomor satu. Jadi saya juga terkejut ternyata banyak anak kita yang memiliki masalah gigi, mata. Selain itu juga mengenai anemia, kurang darah, tekanan darah, dan beberapa penyakit menular seperti TBC," ujar Budi Gunadi, dilihat dari YouTube Kemenkes RI.

Kesehatan Mental dan Kebugaran Anak-anak Juga Disoroti

Nah Moms, pada pemeriksaan CKG anak sekolah juga akan dilakukan cek kesehatan jiwa. Budi Gunadi menuturkan pemeriksaan kejiwaan ini penting karena saat ini anak-anak juga rentan mengalami masalah kesehatan mental.

"Karena banyak selama ini kita tidak bisa mengidentifikasi masalah kejiwaan, kesehatan jiwa di anak-anak kita. Dan kita juga melihat ternyata banyak juga yang mengalami kecemasan, depresi. Mungkin kebanyakan lihat gadget, baca dari media sosial. Itu sekarang kita juga mulai ukur," jelas Budi Gunadi.

Selain permasalahan gigi, hasil CKG anak sekolah juga menemukan permasalahan kebugaran pelajar yang kurang.

Ilustrasi olahraga di sekolah. Foto: ATTOMY/Shutterstock
Ilustrasi olahraga di sekolah. Foto: ATTOMY/Shutterstock

"33 persen itu tingkat kebugaran [pelajar] kurang, jadi anak-anak kita itu kurang olahraga. Saya mau lapor ke Mendikdasmen supaya lebih banyak olahraga atau pelajaran olahraganya," ungkap dia.

Sementara masalah kesehatan ketiga yang paling banyak ditemukan adalah anemia yaitu di bawah 12 persen. Untuk anemia, pemerintah telah menjalankan program pemberian tablet tambah darah untuk anak-anak remaja perempuan.

Di kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas, dr. Maria Endang Sumiwi, MPH, mengungkapkan status gizi anak-anak Indonesia masih perlu diperhatikan. Sebab, 1 dari 4 anak berusia 13015 tahun (16,2 persen) dan 1 dari 8 anak usia 16-18 tahun (12,1 persen) mengalami overweight atau obesitas.

"Kemudian satu dari enam usia 5-14 tahun dan usia 15-24 tahun mengalami anemia. Kemudian 2-3 dari 5 peserta didik 13-17 tahun juga suka minum minuman berpemanis," tutur dr. Endang.

Untuk anak sekolah jenjang SD, akan ada 13 pemeriksaan yang dilakukan, jenjang SMP 15 pemeriksaan, dan SMA 14 pemeriksaan.

Dalam melaksanakan CKG anak sekolah, Kemenkes akan dibantu oleh tenaga medis dan kesehatan dari 10.000 puskesmas dan lebih dari 60.000 puskesmas pembantu. Nantinya, bila ditemukan anak-anak sekolah yang memiliki sakit atau kurang bugar, maka akan dirujuk ke puskesmas dan bila perlu dibebrikan pengobatan.

Untuk kick off pelaksanaan CKG sekolah akan dimulai di beberapa lokasi, yaitu:

  • SD Cideng 02 Jakarta Pusat

  • Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 8 Jagakarsa Jakarta Selatan

  • SMKN 26 Jakarta Timur

  • Pesantren Asshiddiqiyah Kedoya, Jakarta Barat

  • SMA Negeri 6 Tangerang Selatan

  • SD Prestasi Global, Depok

  • SMPN 5 Kota Bandung

  • Madrasah Tsanawiyah Persis 1-2 Kota Bandung

  • SLB Negeri Semarang

  • SMPN 1 Padangan Bojonegoro

  • Pesantren Al-Amanah, Sidoarjo

  • SMPK Penabur Gading Serpong

Media files:
01gw8y1h3832cepfds3bthxm20.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar