Search This Blog

Balita Sering Rewel saat Akan Tidur, Harus Bagaimana?

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Balita Sering Rewel saat Akan Tidur, Harus Bagaimana?
Aug 10th 2025, 15:00 by kumparanMOM

Ilustrasi anak menangis. Foto: DONOT6_STUDIO/Shutterstock
Ilustrasi anak menangis. Foto: DONOT6_STUDIO/Shutterstock

Tidak semua balita menyukai waktu menjelang tidur di malam hari. Ya Moms, mereka mungkin akan rewel dan menangis, seolah menolak untuk tidur.

"Ini sepenuhnya normal terjadi pada balita. Ada yang mulai rewel diajak tidur saat usianya 2 tahun, namun ada juga yang lebih muda yakni saat anak baru berusia 1 tahun," kata seorang pakar perawatan anak Rachel Waddilove, sebagaimana dikutip dari Made for Mums.

Ya Moms, balita yang rewel menjelang waktu tidur merupakan bagian dari fase perkembangannya. Kondisi ini biasanya hanya bertahan selama 4 – 5 hari dalam beberapa bulan. Menurut Waddilove, fase ini mungkin tidak akan bertahan lama jika sebelumnya anak bisa tidur nyenyak

Seperti masalah pada umumnya, Anda dapat mengatasinya dengan mengetahui penyebabnya terlebih dahulu. Lantas, apa penyebab anak rewel menjelang tidur?

Penyebab Balita Rewel Jelang Tidur

Balita Mulai Belajar Menolak

Ilustrasi anak menangis saat dilarang memakai gadget. Foto: Shutter Stock
Ilustrasi anak menangis saat dilarang memakai gadget. Foto: Shutter Stock

Salah satu kata favorit yang sering diucapkan balita adalah "tidak". Ya Moms, pada fase tersebut, si kecil mulai belajar untuk menolak sesuatu, salah satunya tidur. Jika ia sudah berkata tidak dan tetap disuruh untuk tidur, ia mungkin akan rewel dan menangis.

Jika penyebabnya seperti itu, Anda bisa membuat pilihan untuk anak. Misalnya, buku cerita yang ingin dibaca di atas kasur atau mainan apa yang ingin ia bawa ke kamar. Anda mungkin bisa menemaninya terlebih dahulu sampai ia mengantuk dan tertidur.

Balita Merasa Takut

Ilustrasi Balita Menangis Foto: AJP/Shutterstock
Ilustrasi Balita Menangis Foto: AJP/Shutterstock

Untuk balita yang belajar tidur sendiri, ia mungkin pada awalnya akan merasa takut sendirian dan kegelapan. Si kecil mungkin juga berimajinasi tentang makhluk-makhluk menyeramkan seperti yang ia lihat di buku atau video. Selain itu, beberapa anak mungkin akan merasa khawatir saat ia memiliki adik baru. Ia cemas orang tuanya tidak bisa menemani tidurnya, kemudian ia menangis untuk mencari perhatian.

Nah Moms, apapun alasan yang membuat balita Anda merasa takut menjelang tidur, Anda dapat mengatasinya dengan menemaninya terlebih dahulu sampai ia tertidur. Berikan pengertian pada si kecil bahwa tidur sendiri bukan hal yang menakutkan. Justru, ia sudah jadi anak yang berani yang hebat karena tidur sendiri.

Ada Masalah Fisik

Ilustrasi anak rewel sebelum tidur. Foto: Shutter Stock
Ilustrasi anak rewel sebelum tidur. Foto: Shutter Stock

Masalah fisik yang dialami balita juga bisa menjadi penyebab si kecil menangis menjelang tidur. Ia mungkin merasa tidak sehat, lapar, atau sedang tumbuh gigi. Selain itu, terlalu lama tidur siang juga bisa membuat anak sulit mengantuk, sehingga lebih rewel saat disuruh tidur pada malam hari.

Tanyakan kondisi yang dirasakan oleh anak. Jika ia masih lapar, mungkin Anda bisa memberikannya camilan yang mengenyangkan. Jika ia belum mengantuk karena terlalu lama tidur siang, Anda mungkin bisa mengurangi jam tidur siang pada hari berikutnya agar situasi itu tidak terjadi lagi. Jika si kecil merasa tidak sehat atau sedang tumbuh gigi, berikan pertolongan pertama dengan obat-obatan yang ada di rumah.

Media files:
01gvqsvg52k8a0cdmcr78engez.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Popular Posts