Search This Blog

Kasus Penyakit Paru non-Infeksi di DIY Capai 2.500, Rokok & Polusi Pemicu Utama

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Kasus Penyakit Paru non-Infeksi di DIY Capai 2.500, Rokok & Polusi Pemicu Utama
Jul 19th 2025, 11:41 by Pandangan Jogja

Ilustrasi dokter paru. Foto: Pexels
Ilustrasi dokter paru. Foto: Pexels

Kasus penyakit paru non-infeksi di rumah sakit Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tercatat mencapai hingga 2.500 kasus dalam tiga tahun terakhir. Mayoritas kasus disebabkan oleh paparan asap rokok dan polusi udara.

Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Cabang Yogyakarta, Megantara, menyebut bahwa rokok dan polusi menjadi faktor utama penyakit paru jenis non-infeksi.

"Kalau non-infeksi sebagian besar karena polusi udara dan asap rokok," kata Megantara saat kunjungan ke Kantor Gubernur DIY, Kamis (17/7).

Berdasarkan data Dinas Kesehatan DIY, selama enam bulan terakhir, penyakit paru non-infeksi yang paling banyak tercatat adalah asma dengan 1.321 kasus. Disusul oleh penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) sebanyak 1.131 kasus dan kanker paru sebanyak 375 kasus.

Jenis penyakit paru terbagi menjadi dua kategori besar, yakni infeksi dan non-infeksi. Contoh penyakit paru infeksi meliputi TBC, pneumonia, dan bronkitis.

"Kalau infeksi paling banyak TBC," ujar Megantara.

Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Cabang Yogyakarta, Megantara. Foto: Pandangan Jogja/Resti Damayanti
Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Cabang Yogyakarta, Megantara. Foto: Pandangan Jogja/Resti Damayanti

Dinkes DIY mencatat kasus TBC di tahun 2024 mencapai 6.089 penderita.

Melihat tingginya beban penyakit paru, Megantara menyoroti kekurangan jumlah dokter paru di DIY. Saat ini, hanya ada 33 dokter paru di seluruh wilayah DIY, padahal idealnya dibutuhkan 126 dokter berdasarkan rasio 1 dokter paru per 100 ribu penduduk. Kementerian Kesehatan bahkan menetapkan standar lebih ketat, yakni 1 dokter paru untuk setiap 30 ribu penduduk.

"Kalau sudah terbaru di Jogja ini baru 33 orang. Untuk meng-handle itu dirasa kurang," ujar Megantara.

Ia menambahkan, beban kerja dokter paru terus meningkat karena munculnya berbagai penyakit baru di DIY.

"Sementara penyakit baru di Jogja ini cukup tinggi. Sehingga kalau kami kerjakan sendiri rasanya belum mampu," ujarnya.

Media files:
01k0gfk9wjvc7nwx7erpjdh7gs.png image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar