Pernah membayangkan seperti apa bentuk kondom berusia hampir 200 tahun? Nggak kebayang kan! Nah, kini kamu bakal segera melihatnya berkat temuan langka kondom 'purba' yang dipajang di sebuah museum di Belanda.
Penemuan kondom ini bermula ketika kurator dari Rijksmuseum sedang berada di sebuah acara lelang enam bulan lalu. Saat itu mereka melihat sebuah benda tak biasa yang ternyata kondom berasal dari tahun 1830 dengan gambar di atasnya. Itu adalah satu-satunya benda absurd yang ditawarkan di acara lelang tersebut.
Tim Rijksmuseum kemudian mengamankannya, dan hasil analisis menunjukkan bahwa alat kontrasepsi itu terbuat dari usus buntu domba, kemungkinan diberikan sebagai souvenir di rumah bordil.
Menurut pernyataan Rijksmuseum, kondom tersebut adalah satu dari dua benda yang ditemukan. Meski rapuh, benda itu tampaknya dalam kondisi sangat baik dan belum pernah dipakai.
Yang bikin kondom ini sangat langka adalah cetakannya. Ilustrasi eksplisit menampilkan seorang biarawati yang duduk di kursi dengan tunik terangkat dan kaki terbuka, lalu ada tiga pendeta dalam kondisi yang sama tanpa busana.
Di bawah cetakan tertulis bahasa Prancis "VoilĂ mon choix", yang artinya "Ini pilihanku". Museum menduga gambar tersebut hanyalah parodi, atau bisa jadi mewakili kisah Judgement of Paris. Dalam mitologi Yunani, pangeran Troya Paris diminta untuk memilih siapa di antara tiga dewi–Hera, Athena, dan Aphrodite– yang paling cantik. Ia lalu memilih Aphrodite.
Dewi Aphrodite disebut telah menyuap Troya Paris dengan menjanjikan seorang wanita muda tercantik di dunia bernama Helen dari Sparta. Pilihan Paris terhadap Aphrodite dan pemberian Helen kepada Paris menyebabkan konflik antara Troya dan Yunani, yang kemudian berkembang menjadi Perang Troya.
Faktanya, memajang kondom di museum bukan sekadar untuk memamerkan temuan langka atau hanya bikin orang tertawa, tapi juga memberi kita pemahaman lebih dalam tentang seks dan masyarakat pada saat kondom itu dibuat.
"Dengan memperoleh kondom, kami dapat fokus pada seksualitas dan prostitusi abad ke-19, sebuah subjek yang kurang terwakili dalam koleksi kami," jelas Rijksmuseum.
"Kondom ini memberikan sisi terang dan gelap dari kesehatan seksual, di era ketika pencarian kenikmatan sensual dipenuhi oleh ketakutan akan kehamilan yang tak diinginkan dan penyakit menular seksual, terutama sifilis."
Meski kehidupan seks telah berubah dari waktu ke waktu, keberadaan dan gagasan untuk mengendalikan kelahiran nyatanya sudah ada jauh sebelum abad ke-19.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar