Search This Blog

Swasembada Pangan Baru Permulaan, Zulhas: Presiden Ingin Desa Makmur Warga Sehat

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Swasembada Pangan Baru Permulaan, Zulhas: Presiden Ingin Desa Makmur Warga Sehat
May 6th 2025, 14:03 by kumparanNEWS

Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan hadir dalam Musyawarah Desa Khusus Pembentukan Kopdes Merah Putih di Kabupaten Semarang. Foto: Dok istimewa
Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan hadir dalam Musyawarah Desa Khusus Pembentukan Kopdes Merah Putih di Kabupaten Semarang. Foto: Dok istimewa

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan swasembada pangan merupakan langkah awal untuk meningkatkan kesejahteraan desa. Sebab saat ini, pemerintah Indonesia telah menyiapkan sejumlah langkah untuk mendorong kesejahteraan warga desa, salah satunya melalui Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.

"Koperasi ini akan membangun ekosistem ekonomi perdesaan yang dimulai dari ketahanan pangan dulu, kalau pangannya sudah cukup, makan sudah cukup, gizinya sudah cukup," kata Zulhas saat meninjau

Ketua Umum PAN ini mengatakan jika hal tersebut sudah tercukupi maka langkah selanjutnya yakni menggerakkan ekonomi desa. Menurutnya, kehadiran Kopdes Merah Putih mampu memberikan dampak positif terhadap perekonomian desa.

"Itu belum cukup tapi harus dibangun juga ekonominya agar desa-desa itu menyerap pekerja dan  kreatif untuk mengurangi pengangguran. Desa itu akan tumbuh ekonominya," tutur Zulhas.

Dia menjelaskan untuk memaksimalkan kehadiran Kopdes, pemerintah menyiapkan akses pinjaman hingga Rp 5 miliar ke bank BUMN. Meskipun begitu, Zulhas memastikan dana tersebut tidak bisa dicairkan sekaligus.

Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan hadir dalam Musyawarah Desa Khusus Pembentukan Kopdes Merah Putih di Kabupaten Semarang. Foto: Dok istimewa
Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan hadir dalam Musyawarah Desa Khusus Pembentukan Kopdes Merah Putih di Kabupaten Semarang. Foto: Dok istimewa

Zulhas mengatakan dana tersebut hanya bisa dicairkan sesuai dengan kebutuhan. Dia menjelaskan bank BUMN pun hanya akan mencairkan dana untuk hal-hal yang produktif bagi desa.

"Tiap desa itu nanti, tapi ini harus prudent bukan dikasih Rp 5 miliar, bukan. Nanti ada plafon-plafon di bank Rp 5 miliar. (Contoh) Desa mau apa? buka warung minta Rp 1 miliar (tapi harga) barang (yang dibutuhkan) cuma Rp 100 juta, ya dikasihnya cuma Rp 100 juta. Jadi diajari pembukuannya yang prudent, nggak kaya dulu," ungkap Zulhas.

Zulhas mengatakan hal itu sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan agar warga desa bisa makmur.

"Ini kan swasembada pangan baru permulaan, kita ingin, Pak Presiden ingin desa itu nggak boleh ada yang miskin, harus dibangun, desa itu harus sehat maka ada klinik, desa itu harus cerdas-cerdas, nggak boleh orang kelaparan, maka nanti makanan bergizi. Kalau itu semua bisa jalan, maka kita bisa maju kalau desanya maju, kabupaten maju, kalau kabupaten  maju, provinsi maju. Provinsi maju Indonesia hebat," tutup Zulhas.

Sebagai informasi tambahan, kunjungan tersebut turut hadiri oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Indonesia Yandri Susanto, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin, Wamen KKP dan sejumlah pejabat lainnya.

Media files:
01jtj6a80zbx8075kppkgd2jqa.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar