Search This Blog

Indonesia Diminta Cari Alternatif Pasar Ekspor di Tengah Konflik India-Pakistan

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Indonesia Diminta Cari Alternatif Pasar Ekspor di Tengah Konflik India-Pakistan
May 12th 2025, 14:13 by kumparanBISNIS

Sejumlah truk pengangkut Tanda Buah Segar (TBS) kelapa sawit mengantre untuk pembongkaran di salah satu pabrik minyak kelapa sawit milik PT.Karya Tanah Subur (KTS) Desa Padang Sikabu, Kaway XVI, Aceh Barat, Aceh, Selasa (17/5/2022). Foto: Syifa Yulinnas/ANTARA FOTO
Sejumlah truk pengangkut Tanda Buah Segar (TBS) kelapa sawit mengantre untuk pembongkaran di salah satu pabrik minyak kelapa sawit milik PT.Karya Tanah Subur (KTS) Desa Padang Sikabu, Kaway XVI, Aceh Barat, Aceh, Selasa (17/5/2022). Foto: Syifa Yulinnas/ANTARA FOTO

Ketegangan antara India dan Pakistan dinilai bisa berdampak pada kinerja ekspor Indonesia. Mengingat kedua negara merupakan mitra dagang utama, terutama untuk komoditas unggulan seperti kelapa sawit dan batu bara, para ekonom menyarankan pemerintah untuk segera mencari alternatif pasar ekspor.

Langkah ini penting untuk menjaga stabilitas neraca dagang dan melindungi sektor luar negeri dari gejolak geopolitik yang berkepanjangan.

Ekonom Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto, menjelaskan bahwa perang terbuka antara India dan Pakistan bisa menekan permintaan dari kedua negara, yang selama ini menyerap volume besar ekspor Indonesia.

"Kalau ekspor ke India atau Pakistan terganggu, dampaknya cukup besar karena mereka kontributor utama untuk sawit dan batu bara kita," ujar Myrdal saat dihubungi kumparan, Senin (12/5).

Meski saat ini konflik belum sebesar skala invasi seperti yang terjadi antara Rusia dan Ukraina, Myrdal menilai Indonesia tetap perlu bersiap.

Selain menjaga kinerja ekspor, Indonesia juga disarankan mulai mengalihkan rantai pasok bahan impor dari dua negara tersebut. Diversifikasi mitra dagang menjadi langkah antisipatif yang krusial jika ketegangan berlangsung lama.

Sejumlah truk pengangkut Tanda Buah Segar (TBS) kelapa sawit mengantre untuk pembongkaran di salah satu pabrik minyak kelapa sawit milik PT.Karya Tanah Subur (KTS) Desa Padang Sikabu, Kaway XVI, Aceh Barat, Aceh, Selasa (17/5/2022). Foto: Syifa Yulinnas/ANTARA FOTO
Sejumlah truk pengangkut Tanda Buah Segar (TBS) kelapa sawit mengantre untuk pembongkaran di salah satu pabrik minyak kelapa sawit milik PT.Karya Tanah Subur (KTS) Desa Padang Sikabu, Kaway XVI, Aceh Barat, Aceh, Selasa (17/5/2022). Foto: Syifa Yulinnas/ANTARA FOTO

"Kalau kita punya ketergantungan pada bahan impor tertentu dari India atau Pakistan, tentu perlu dikaji ulang dan cari alternatif lain," katanya.

Dampak terhadap nilai tukar rupiah, menurutnya, masih relatif kecil untuk saat ini.

Ketidakstabilan kurs lebih banyak dipicu oleh faktor aliran dana asing dan dinamika global seperti perang dagang. Namun, bila eskalasi konflik meningkat, potensi tekanan ke cadangan devisa dan kurs rupiah akan ikut membesar.

Myrdal juga menekankan pentingnya peran Bank Indonesia (BI) dalam menjaga stabilitas ekonomi domestik. Ia memperkirakan BI akan tetap bersikap defensif dan mempertahankan suku bunga, kecuali jika tekanan dari sisi ekspor dan pertumbuhan ekonomi kian memburuk.

"Kalau tekanan ke ekonomi semakin berat, BI bisa saja melonggarkan kebijakan moneter," ujarnya.

Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Percepatan Tata Kelola Minerba, Irwandy Arif, usai workshop E2S di Jakarta, Rabu (8/3/2023). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan
Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Percepatan Tata Kelola Minerba, Irwandy Arif, usai workshop E2S di Jakarta, Rabu (8/3/2023). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan

Sebelumnya, Ketua Indonesian Mining Institute, Irwandy Arif mengatakan konflik India dengan Pakistan juga dapat mempengaruhi permintaan batu bara dari Indonesia. Dengan situasi tersebut, permintaan batu bara dari Indonesia dikhawatirkan dapat menurun.

India merupakan salah satu pengimpor batu bara terbesar dari Indonesia. Adanya situasi perang membuat anggaran India ke depan bisa hanya terfokus pada perang sehingga terdapat pengaruh pada pembelian batu bara dari Indonesia.

"Perang India dan Pakistan, yang tentunya akan menyedot anggaran pemerintah India bila perang berlanjut ke depan dan agak lama, punya pengaruh pembelian batu bara, termasuk pembelian dari Indonesia," kata Ketua Indonesian Mining Institute, Irwandy Arif, kepada kumparan dikutip Minggu (11/5).

Media files:
0180d4bcc6b6649dd49f76fbb819abba.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar