Search This Blog

Dua Ekonom Respons Isu Merger Grab-GoTo

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Dua Ekonom Respons Isu Merger Grab-GoTo
May 9th 2025, 11:13, by Muhammad Darisman, kumparanBISNIS

Ilustrasi Goto dan Grab. Foto: Shutterstock
Ilustrasi Goto dan Grab. Foto: Shutterstock

Dua ekonom merespons isu merger Grab dengan GoTo. Pengamat ekonomi digital dari Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Nailul Huda, menilai jika merger dilakukan yang paling dirugikan adalah konsumen.

Selain itu, Nailul mempertanyakan motif dilakukannya aksi korporasi ini karena tidak ada kebutuhan untuk melakukan penggabungan usaha.

"Kalau merger kan selalu ada kebutuhan ya. Kebutuhannya apa sih. Dulu dua unicorn kita merger karena mau menambah valuasinya. Nah ini yang kita lihat motifnya apa? Kalau merger gimana," ujar Nahlul, Jumat (9/5).

Senada dengan Nailul, pengamat ekonomi dari Segara Institute Piter Abdullah mengkhawatirkan merger akan membawa dampak yang buruk bagi dunia usaha dalam negeri. Ia menyatakan, dari 4 pemain besar di industri ini, 3 di antaranya adalah pemain asing dan hanya satu sebagai pemain lokal.

"Dari empat pemain besar itu, satu kita anggap sebagai pemain lokal, tiga itu asing. Dan asing ini dia menguasai pasar global. Yang lokal ini baru nyoba nyeberang, itupun balik lagi. Ini harus diperhatikan benar. Jadi kalo kita bicara tentang pasar, ada kecenderungan (pemain asing ini) untuk menguasai pasar dengan berbagai cara. Dan di sini pemerintah harus menjaga posisinya sebagai wasit," ujar Piter Abdullah.

Menurut Piter, penggabungan dilakukan untuk memperluas usaha atau ekosistem seperti yang pernah terjadi sebelumnya. Namun penggabungan dua perusahaan ini berada di industri yang sama, bahkan mirip. Atas situasi ini Piter menilai pemerintah sudah seharusnya berperan cepat.

Media files:
01jtngtj1v5mm3tgnf3ewnt9tr.jpg (image/jpeg)
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar