Apr 22nd 2025, 14:01, by Muhammad Fikrie, kumparanTECH
Mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair menemui Menkomdigi Meutya Hafid di Jakarta, Senin (21/4). Foto: Komdigi
Mantan Perdana Inggris Tony Blair mengunjungi Indonesia. Salah satu agenda kedatangannya adalah menemui Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid di Jakarta, Senin (21/4).
Meutya, bersama pimpinan Tony Blair Institute (TBI) Indonesia Shuhaela Fabya Haqim, menyambut langsung kedatangan Blair. Kedua pihak membahas peluang kerja sama strategis dalam pengembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), penerapan teknologi Embedded Subscriber Identity Module (eSIM), serta percepatan pembangunan talenta digital Indonesia.
"Kunjungan ini menjadi langkah awal untuk mempercepat transformasi digital Indonesia," kata Meutya dalam pernyataan resmi.
Kami siap menerima masukan dan bekerja sama dengan Tony Blair Institute demi menghadirkan solusi yang konkret dan berdampak langsung bagi masyarakat.- Meutya Hafid, Menkomdigi -
Sejumlah agenda dibahas dalam pertemuan tersebut, mulai dari tata kelola artificial intelligence yang bertanggung jawab hingga penguatan infrastruktur digital. Adopsi eSIM yang terintegrasi dengan verifikasi biometrik dan data kependudukan juga disinggung.
"Tadi baru pertemuan awal, dan selanjutnya tim kami bersama tim TBI akan membahas lebih lanjut isu-isu strategis tersebut," tambah Meutya. "Kami akan segera menentukan area prioritas yang dapat diwujudkan dalam bentuk kerja sama nyata."
Pendiri Tony Blair Institute, Tony Blair (kiri) didampingi Direktur Regional Asia Tenggara Tony Blair Institute Damian Hickey (kanan) dan Direktur Pelaksana Tony Blair Institute Jalil Rasheed (kiri) berbicara dengan Menkomdigi Meutya Hafid di Jakarta Foto: Fauzan/ANTARA FOTO
Pertemuan tersebut bagian dari kolaborasi jangka panjang antara Komdigi dan Tony Blair Institute (TBI). TBI telah menjadi mitra strategis Komdigi sejak 2024.
Kunjungan Blair menandai dimulainya babak baru kerja sama internasional dalam membangun ekosistem digital Indonesia yang inklusif, inovatif, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
"Infrastruktur digital dan model AI akan memiliki implikasi yang signifikan terhadap bagaimana pemerintah dan masyarakat beroperasi di era modern ini," ujar Blair.
TBI menyatakan siap mendukung Indonesia dalam pengembangan dan implementasi strategi digital yang matang dan tepat sasaran, termasuk mendukung peran dari Komdigi dalam mempercepat layanan pemerintahan berbasis digital.
Dalam waktu dekat, Komdigi akan memprioritaskan bidang kolaborasi teknis seperti tata kelola kabel bawah laut, pusat data dan cloud, serta perumusan kebijakan AI yang adaptif dan aman. Di bidang sosial, TBI juga diundang untuk mendukung pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 (PP Tunas) tentang perlindungan anak di ruang digital.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar