Search This Blog

Basarah: Megawati Dorong Pemimpin Asia-Afrika Gelar KAA Jilid Dua

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Basarah: Megawati Dorong Pemimpin Asia-Afrika Gelar KAA Jilid Dua
Apr 26th 2025, 12:05, by Rini Friastuti, kumparanNEWS

Suasana acara diskusi tentang Konferensi Asia-Afrika (KAA) dengan tema "Dari Bandung untuk Dunia" di DPP PDIP, Jakarta, Sabtu (26/4/2025). Foto: Luthfi Humam/kumparan
Suasana acara diskusi tentang Konferensi Asia-Afrika (KAA) dengan tema "Dari Bandung untuk Dunia" di DPP PDIP, Jakarta, Sabtu (26/4/2025). Foto: Luthfi Humam/kumparan

Presiden Ke-5 sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, mendorong pemimpin bangsa di Asia dan Afrika untuk menggelar Konferensi Asia-Afrika (KAA) jilid II.

Megawati mengusulkan agar KAA jilid II digelar sebagai bentuk menjaga semangat KAA pertama yang digelar di Gedung Merdeka, Kota Bandung, pada 1955, yang menghasilkan pemikiran yang dituangkan dalam Dasasila Bandung.

Gagasan Megawati untuk mendorong digelarnya KAA jilid II ini disampaikan oleh Ketua DPP PDIP, Ahmad Basarah, dalam sambutan acara diskusi memperingati 70 Tahun KAA di kantor DPP PDI Perjuangan, Sabtu (26/4).

"Ibu Megawati menyerukan agar para pemimpin bangsa-bangsa Asia-Afrika saat ini dapat menyelenggarakan kembali pertemuan pemimpin bangsa-bangsa Asia-Afrika untuk mengevaluasi 70 tahun perjalanan Konferensi Asia-Afrika yang telah menjadi fondasi kemerdekaan bangsa-bangsa Asia-Afrika," kata Basarah.

Suasana acara diskusi tentang Konferensi Asia-Afrika (KAA) dengan tema "Dari Bandung untuk Dunia" di DPP PDIP, Jakarta, Sabtu (26/4/2025). Foto: Luthfi Humam/kumparan
Suasana acara diskusi tentang Konferensi Asia-Afrika (KAA) dengan tema "Dari Bandung untuk Dunia" di DPP PDIP, Jakarta, Sabtu (26/4/2025). Foto: Luthfi Humam/kumparan

Basarah mengungkapkan, dorongan KAA jilid II ini juga secara khusus untuk memberikan perhatian kepada negara yang masih belum berdaulat. Salah satunya adalah Palestina.

"Secara khusus memberikan perhatian bagi bangsa-bangsa Asia-Afrika yang belum merdeka dan berdaulat dalam arti yang sesungguhnya terutama bagi nasib bangsa Palestina yang hingga saat ini masih mengalami penderitaan akibat penjajahan bangsa Israel," ungkapnya.

Lebih lanjut, Basarah juga mengungkapkan sejarah diadakannya KAA adalah karena kesamaan nasib negara-negara Asia dan Afrika yang baru merdeka untuk menegaskan tak ada lagi kolonialisme dan imperialisme. Ia menyinggung Proklamator RI, Soekarno dalam pembukaan KAA, untuk melahirkan semangat baru bagi negara-negara Asia-Afrika.

"Bung Karno menyatakan perdamaian adalah prasyarat penting bagi kemerdekaan sebab tanpa perdamaian kemerdekaan akan kehilangan makna dan nilai," ujarnya.

"Prinsip inilah yang kemudian menjadi napas dari dasasila Bandung, sepuluh prinsip fundamental yang hingga hari ini tetap relevan dalam hubungan antarbangsa dan menjadi fondasi dari prinsip hubungan berdampingan secara damai," tutup dia.

Hadir dalam acara pembukaan diskusi di Kantor DPP sejumlah pengurus pusat DPP PDIP antara lain Ganjar Pranowo, dan Ribka Tjiptaning serta Kepala Badan Sejarah PDIP Bonnie Triyana.

Media files:
01jsr2scckh9588n76xxq58grr.jpg (image/jpeg)
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar