Jul 15th 2024, 05:59, by Muhammad Darisman, kumparanBISNIS
Layar menampilkan pergerakan indeks harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (14/12/2021). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada perdagangan Senin (15/7). Selama sepekan, IHSG naik 1,02 persen menjadi berada pada level 7.327,590 dari level 7.253,372.
Tim Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG diperkirakan menguat di awal pekan, ditopang euforia the Fed. Dari dalam negeri, pasar menantikan dua rilis data neraca dagang dan suku bunga yang akan dirilis masing masing pada Senin (15/7) serta Rabu (17/7).
Konsensus memperkirakan surplus neraca dagang naik menjadi USD 2,98 miliar di Juni 2024 dari USD 2,93 miliar di Mei 2024. Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) diyakini akan menahan suku bunga acuan di 6,25 persen.
"Pasar menantikan pandangan dari BI terkait peluang pemangkasan di 2024, seiring perkembangan kondisi terkini di eksternal," tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Senin (15/7).
Sementara itu, KB Valbury Sekuritas memprediksi pergerakan IHSG akan cenderung melemah dengan range di area 7.250-7.350 untuk minggu ini. Pergerakan IHSG secara teknikal saat ini sedang menguji area resist kuat harian di sekitar level 7.370 yang mana diprediksi akan tertahan di area tersebut untuk menguji area support 7.200-7.250.
"Beberapa rilis data penting yang ditunggu pelaku pasar selama sepekan ke depan di antaranya adalah rilis data neraca perdagangan dalam negeri untuk bulan Juni pada hari Senin dan pengumuman tingkat suku bunga BI rate pada hari Rabu," katanya.
Dari luar negeri, rilis data yang ditunggu adalah rilis data tingkat pertumbuhan GDP China pada hari Senin dan klaim tunjangan pengangguran AS pada hari Kamis. Beberapa saham yang dapat diperhatikan di antaranya adalah BBTN, BRIS, ARTO, TLKM, EXCL dan SMRA.
Rekomendasi saham dari Phintraco Sekuritas yang dapat diperhatikan pada pekan ini meliputi bank, ADMR, INTP, ICBP, MAPI dan MYOR.
***
Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual suatu produk investasi tertentu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar