May 24th 2024, 19:32, by Fadjar Hadi, kumparanNEWS
Suasana Rakernas V PDIP di Beach City International Stadium Ancol, Jakarta, Jumat (24/5/2024). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyampaikan pidato politik dalam pembukaan Rakernas V PDIP di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jumat (24/5).
PDIP akan menentukan sikap politik mereka dalam rakernas ini, apakah di dalam pemerintahan bersama Prabowo-Gibran atau di luar pemerintahan. Keputusan akan disampaikan di hari terakhir rakernas pada Minggu (26/5).
Tema rakernas V PDIP adalah "Satyam Eva Jayate: Kebenaran Pasti Menang". Berdasarkan pidato Megawati, terlihat sinyal kuat partai berlambang banteng moncong putih ini akan berada di luar pemerintahan.
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri berpidato pada Rakernas V PDIP di Beach City International Stadium Ancol, Jakarta, Jumat (24/5/2024). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Megawati Ingatkan Kader soal Zona Nyaman
Megawati sempat menjelaskan mengenai pemilihan tema rakernas Satyam Eva Jayate.
"Mungkin dipikir, 'Ibu apa sih pakai sanskerta?' Ini saya belajar sejarah loh, saya dapat spirit ini itu ketika Raden Wijaya sedang dikuyo-kyuo pada akhir abad ke-13 ternyata wejangan itu diberikan oleh seseorang 'kamu jangan putus asa'," ucap Megawati.
Presiden ke-5 RI ini mengatakan, presiden pertama RI sekaligus ayahnya, Sukarno, telah mengajarkan kepada rakyat Indonesia bahwa dalam keadaan apa pun harus revolusioner.
"Kita harus punya yang namanya kesabaran, revolusioner, bahwa kita terus bergerak, solid bergerak, terus maju, tidak pantang mundur untuk mencapai kemenangan supaya rakyat bisa benar-benar mempunyai kedaulatan, itulah tugas dari partai kita PDI Perjuangan, Saudara-saudara," kata Megawati.
Suasana Rakernas V PDIP di Beach City International Stadium Ancol, Jakarta, Jumat (24/5/2024). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Megawati lantas menyinggung masalah zona nyaman. Ia meminta kepada para kader agar tidak terjebak dalam zona nyaman.
"Siapa yang tidak setuju (zona nyaman), angkat tangan!" kata Megawati.
"Setujuuu," jawab kader PDIP serentak.
Megawati meminta kader yang tidak sependapat dengannya untuk keluar dari partai.
"Apa artinya kalau enggak setuju? Sebagai Ketua Umum di sini saya mengatakan keluar kamu, tidak perlu ikut dengan partai kami karena partai kami adalah partai yang mempunyai keteguhan dan kesabaran yang luar biasa," kata Megawati.
Sudahlah, enggak usah zona nyaman melulu," tegas Megawati.
Sempat Kritik Bagi-bagi Jabatan Posisi Menteri
Masih dalam pidato politiknya, Megawati sempat menyinggung penyusunan kabinet Prabowo-Gibran. Ia mendengar kabar miring jika saat ini banyak pihak yang berebut posisi menteri.
"Tarik menarik kepentingan terjadi, jabatan menteri, Ibu dengar sekarang sudah mulai rebutan, deh," kata Megawati.
Megawati tidak merinci lebih jauh terkait masalah ini. Namun, ia sempat menyoroti jumlah kementerian yang saat ini juga menjadi sorotan.
Prabowo-Gibran disebut mau menambah kementerian. Megawati lantas membandingkan dengan jumlah kementerian di kabinet pemerintahannya yang hanya berjumlah 33.
"Ketika menghadapi krisis multidimensi, saya memilih membentuk kabinet ramping dengan jumlah menteri 33, tapi bersifat zaken kabinet, profesional, the right man in the right place," ucap Megawati.
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri berpidato pada Rakernas V PDIP di Beach City International Stadium Ancol, Jakarta, Jumat (24/5/2024). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Tekankan Pentingnya Checks and Balances
Megawati mengatakan, PDIP merupakan partai yang mempunyai sejarah panjang. Ia paham, keputusan tidak akan diambil dengan mendadak.
Ia sempat menjelaskan pentingnya checks and balances dalam pemerintahan.
"Sebagai partai yang memiliki sejarah panjang di dalam memperjuangkan demokrasi, kita tetap menempatkan penting adanya checks and balances bahwa demokrasi memerlukan kontrol dan penyeimbang," ucap Megawati.
Ketua Dewan Pembina BPIP ini tidak menafikan bahwa berpolitik mengandung esensi untuk selalu mendapatkan kekuasaan. "Hanya bedanya apa? Yaitu strategi dan cara untuk mendapatkan kekuasaan lah yang membedakan kita dengan yang lainnya," kata Megawati.
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyalakan obor pada Rakernas V PDIP di Beach City International Stadium Ancol, Jakarta, Jumat (24/5/2024). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Lebih jauh, Megawati mengatakan PDIP sebelum memutuskan apakah akan di dalam atau luar pemerintahan, suara kader hingga akar rumput akan didengar dan dipertimbangkan.
"Lalu bagaimana sikap PDIP terhadap pemerintahan ke depan? Tentu harus dicermati dengan saksama. Partai harus mendengarkan semua suara akar rumput dari yang berteriak-teriak sampai sayup-sayup dan terus berjuang bagi terlembaga demokrasi yang sehat inilah bagian daripada skala prioritas di Rakernas V ini," kata Megawati.
Lantas apakah PDIP akan memutuskan bergabung dalam pemerintahan Prabowo-Gibran atau di luar? Menarik untuk ditunggu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar