Search This Blog

OJK: Keuangan Syariah Belum Optimal Dukung Industri Halal Indonesia

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
OJK: Keuangan Syariah Belum Optimal Dukung Industri Halal Indonesia
Feb 26th 2024, 10:54, by Sinar Utami, kumparanBISNIS

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi saat ditemui di JCC Senayan, Kamis (24/8/2023). Foto: Ghinaa Rahmatika/kumparan
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi saat ditemui di JCC Senayan, Kamis (24/8/2023). Foto: Ghinaa Rahmatika/kumparan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut keuangan syariah belum optimal dalam mendukung pengembangan industri halal Indonesia. Padahal, Indonesia adalah salah satu negara dengan penduduk beragama muslim terbanyak di dunia.

"Masih belum optimalnya dukungan sektor keuangan syariah terhadap industri halal. Sehingga belum optimal pula perwujudan dari multiplier effect dari ekosistem keuangan syariah," kata Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Frederica Widyasari Dewi dalam acara Peluncuran Buku Kajian Ekonomi dan Keuangan Syariah Indonesia (KEKSI) 2023 Senin (26/2).

Tak hanya itu, Kiki bilang, pengembangan sumber daya manusia (SDM) syariah yang belum optimal. Serta terbatasnya inovasi dan produk layanan syariah.

"Berikutnya adalah masih belum optimalnya SDM syariah yang sesuai kebutuhan. Kemudian kapasitas riset dan pengembangan serta inovasi produk dan layanan syariah yang masih terbatas," ungkap Kiki.

"Serta masih belum optimalnya literasi dan inklusi layanan digital di Indonesia," imbuhnya.

Adapun, Kiki mengungkapkan aset keuangan dalam sektor keuangan syariah Indonesia tercatat sebesar Rp 2.452 triliun atau US$157 miliar per September 2023.

"Prestasi ini didorong oleh pertumbuhan yang luar biasa sebesar 6,75 persen per tahun. Pangsa pasar kita juga sudah mencapai 10,81 persen dari seluruh lanskap keuangan negara kita," tandasnya.

Media files:
01h8jwt5y2z17ad5c5axzcc7yv.jpg (image/jpeg)
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar