Search This Blog

Netanyahu Tolak Rencana Pengkauan Negara Palestina Secara Internasional

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Netanyahu Tolak Rencana Pengkauan Negara Palestina Secara Internasional
Feb 16th 2024, 10:48, by Andreas Gerry Tuwo, kumparanNEWS

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Foto: Abir SULTAN / POOL / AFP
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Foto: Abir SULTAN / POOL / AFP

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Kamis (15/2) menolak rencana pengakuan internasional terhadap berdirinya negara Palestina.

Komentar Netanyahu disampaikan serupa dengan beberapa anggota kabinetnya yaitu Itamar Ben-Gvir dan Bezalel Smortrich. Dua orang adalah sosok kanan berpengaruh di kabinet Netanyahu.

Rencana pengakuan internasional diungkap media Washington Post. Mereka melaporkan Amerika Serikat, sekutu dekat Israel, dan beberapa diplomat Arab membicarakan rencana komperhensif jangka panjang perdamaian Israel-Palestina.

Rencana itu termasuk jangka waktu pendirian negara Palestina, yang ditentang keras Israel.

"Israel akan terus menolak pengakuan unilateral negara Palestina," ucap Netanyahu dalam unggahan X menggunakan bahasa Ibrani seperti dikutip dari AFP.

"Pengakuan semacam itu, setelah pembantaian 7 Oktober, akan memberikan hadiah besar bagi tindakan terorisme dan mencegah persetujuan perdamaian masa depan," sambung dia.

Netanyahu menegaskan bahwa perjanjian damai hanya bisa dihasilkan dari negosiasi langsung tanpa prasyarat.

Laporan lain Washington Post mengungkap, rencana damai akan dimulai dengan gencatan senjata setidaknya selama enam pekan. Perjanjian damai yang diupayakan pun diharapkan dapat tercapai sebelum bulan suci Ramadan yaitu pada Maret.

Media files:
01hhbhhnsja5qdjypagx09c1kv.jpg (image/jpeg)
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar