Search This Blog

Jokowi Khawatir Jika Perang di Gaza Tak Berhenti Imbasnya Bisa ke Seluruh Dunia

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Jokowi Khawatir Jika Perang di Gaza Tak Berhenti Imbasnya Bisa ke Seluruh Dunia
Nov 24th 2023, 20:26, by Ochi Amanaturrosyidah, kumparanNEWS

Presiden Jokowi membacakan surat keputusan saat melantik Dewan Pimpinan Pusat Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/11/2023). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO
Presiden Jokowi membacakan surat keputusan saat melantik Dewan Pimpinan Pusat Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/11/2023). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO

Dalam sambutannya di Pembukaan Kongres HMI dan Munas Kohati, Presiden Jokowi berbicara soal kondisi geopolitik saat ini yang diwarnai perang Ukraina-Rusia dan konflik Israel-Palestina. Jokowi khawatir, jika konflik di Gaza tak segera berakhir, imbasnya bisa ke seluruh negara di dunia.

"Yang kita juga tidak tahu di Gaza, kalau perangnya ini tidak segera berhenti, imbasnya bisa ke seluruh negara di dunia. Yang kita takutkan, perangnya kalau melebar, bukan hanya Israel dan Palestina, tapi nanti dengan Hisbullah berarti di Lebanon, dengan Houthi di Yaman, dengan ISIS di Suriah, tambah lagi dengan Iran," kata Jokowi dalam acara yang digelar di Kubu Raya, Kalimantan Barat, Jumat (24/11).

Jika konflik di Gaza melebar, salah satu imbas yang akan terasa adalah harga minyak yang akan naik. Jika harga minyak naik, kata Jokowi, maka harga-harga barang lain juga akan naik.

"Kalau naiknya hanya 1% enggak apa-apa, kalau perang itu betul-betul melebar kita enggak tahu harga minyak akan jatuh sampai di harga berapa. Kalau harga minyak naik, artinya seluruh harga barang-barang juga akan ikut naik. Kalau harga minyak naik di sana, berarti di sini harga minyak juga akan ikut kita naikkan, dan biasanya HMI pasti demo," ungkapnya.

Jokowi lalu memberikan contoh, dalam perang antara Ukraina dengan Rusia, ternyata dampaknya juga terasa sampai Indonesia. Dampak paling terasa, kata Jokowi, adalah harga gandum yang naik. Padahal gandum adalah bahan baku pembuatan pupuk.

"11 juta ton gandum yang kita impor, 30% dari Ukraina dan Rusia. Saat saya bertemu dengan Presiden Zelensky, Presiden Zelensky menyampaikan stok gandum yang ada di Ukraina ada 77 juta ton berhenti dan tidak bisa keluar ke mana-mana," ucap Jokowi.

"Bertemu Presiden Putin menyampaikan hal yang sama, 'Presiden Jokowi di Rusia ini ada stok kurang lebih 130 juta ton berhenti dan tidak bisa dikirim ke negara lain yang biasanya membutuhkan.' Artinya total sudah 207 juta ton gandum yang tidak bisa keluar dari Ukraina dan Rusia," tutupnya.

Media files:
01hftsgwjn6qg37b93n75g2vqk.jpg (image/jpeg)
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar