Search This Blog

Jokowi Khawatir Harga Kebutuhan Naik Imbas Perang di Gaza Kerek Harga Minyak

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Jokowi Khawatir Harga Kebutuhan Naik Imbas Perang di Gaza Kerek Harga Minyak
Nov 25th 2023, 06:24, by Angga Sukmawijaya, kumparanBISNIS

Presiden Jokowi saat hadiri Puncak Acara Sail Teluk Cendrawasih 2023, di Biak Numfor, Papua, Kamis (23/11/2023). Foto: Youtube/Sekretariat Presiden
Presiden Jokowi saat hadiri Puncak Acara Sail Teluk Cendrawasih 2023, di Biak Numfor, Papua, Kamis (23/11/2023). Foto: Youtube/Sekretariat Presiden

Presiden Jokowi menyampaikan kekhawatirannya serangan Israel terhadap warga Palestina di Gaza, akan membuat harga kebutuhan pokok di Indonesia naik imbas terkereknya harga minyak mentah.

Jokowi menuturkan, jika perang Israel dan Hamas tidak segera berhenti, dampaknya bisa merembet ke seluruh dunia. Dia khawatir perang dapat melibatkan Hizbullah di Libanon, Houthi di Yaman, hingga ISIS di Suriah dan Iran.

"Problemnya adalah bukan perangnya di sana, tapi harga minyak akan naik. Kalau naiknya hanya 1 persen enggak apa-apa, kalau perang itu betul-betul melebar kita enggak tahu harga minyak akan sampai jatuh di harga berapa," ujarnya saat Pembukaan Kongres HMI XXXII dan Munas Kohati XXV 2023, Jumat (24/11).

Menurut dia, kenaikan harga minyak mentah dunia dapat berdampak pada kenaikan harga minyak di Indonesia, dalam hal ini BBM, sekaligus harga barang pokok lainnya.

"Kalau harga minyak naik artinya seluruh harga barang-barang juga akan ikut naik. Kalau harga minyak naik di sana berarti di sini harga minyak juga pasti akan ikut kita naikkan," jelas Jokowi.

"Betapa kalau ada sebuah kenaikan harga minyak semua harga pasti akan ikut naik, dunia ini kan belum pulih dari pandemi," imbuh dia.

Meski begitu, Jokowi menyebutkan perekonomian Indonesia sudah semakin pulih dari pandemi COVID-19. Berbeda dengan banyak negara lain yang ekonominya belum bangkit, terbukti dari 96 negara yang masuk menjadi pasien International Monetary Fund (IMF).

Perang di Timur Tengah ini mengingatkan Jokowi pada saat perang meletus antara Ukraina dan Rusia. Konflik geopolitik tersebut berdampak pada kenaikan harga gandum dan pupuk di dunia.

Palestina berjalan di jalan saat mereka kembali ke rumah mereka, selama gencatan senjata sementara antara Hamas dan Israel, di Khan Younis di selatan Jalur Gaza, Jumat (24/11/2023). Foto: Ibraheem Abu Mustafa/REUTERS
Palestina berjalan di jalan saat mereka kembali ke rumah mereka, selama gencatan senjata sementara antara Hamas dan Israel, di Khan Younis di selatan Jalur Gaza, Jumat (24/11/2023). Foto: Ibraheem Abu Mustafa/REUTERS

"Ternyata bahan pupuk yang kita produksi di Indonesia bahan bakunya berasal dari Ukraina dan Rusia, dan 11 juta ton gandum yang kita impor 30 persen itu berasal dari Ukraina dan dari Rusia," tutur Jokowi.

Adapun pada 11 November 2023 lalu, Jokowi menghadiri KTT Luar Biasa Organisasi Kerja sama negara-negara Islam (OKI) di Arab Saudi khusus berbicara mengenai Gaza yang dihadiri oleh 57 negara-negara Islam.

"Semuanya hadir dan semuanya sama mengutuk Israel segera menghentikan perang, segera gencatan senjata dan bantuan kemanusiaan agar dibuka lebar-lebar," tegas Jokowi.

Setelah pertemuan tersebut, kata Jokowi, saat ini bantuan kemanusiaan yang masuk ke Jalur Gaza sudah mencapai 100 kontainer per hari dari yang dibutuhkan sebesar 500 kontainer. Sebelumnya hanya bisa masuk 10-15 kontainer per hari saja.

"Inilah perang, yang kadang-kadang kita kalau berpikir dalam dunia yang sangat modern seperti ini masih ada perang di Ukraina tambah lagi di Gaza," pungkas Jokowi.

Media files:
01hfx0ee00z76htwy9ze071pnr.jpg (image/jpeg)
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar