Oct 13th 2023, 19:20, by Wisnu Prasetiyo, kumparanNEWS
Presiden Joko Widodo (kanan) berjabat tangan dengan Ketua Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono saat membuka Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Demokrat 2018. Foto: Yulius Satria Wijaya/ANTARA FOTO
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tak memungkiri ada masukan dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) untuk bergabung dengan pemerintah. Baik dari Golkar, Gerindra, maupun PAN.
Hal ini tak lepas dari keputusan Demokrat yang telah mendukung Prabowo Subianto sebagai capres. Prabowo sering menyebut koalisi ini sebagai penerus Presiden Jokowi.
"Lalu memang ada pemikiran, pandangan dari pimpinan parpol KIM yang juga menjadi bagian dari koalisi pemerintahan saat ini, Gerindra, Golkar, PAN. Ada baiknya yang kini di KIM juga bergabung dengan koalisi pemerintahan, toh Demokrat ada di sini," jelas dia dalam keterangan video, Jumat (14/10).
"Ini pandangan dan harapan dari sejumlah kalangan, terutama elite parpol KIM," sambungnya.
Namun AHY kemudian bicara etika politik. Katanya, dapat jatah menteri atau tidak tergantung Jokowi.
"Kita sangat paham, mengerti etika dan aturan. Kalau bicara kabinet, koalisi pemerintahan, tentu itu jadi hak prerogatif presiden," tutupnya.
Di sisi lain AHY memastikan, keputusan nanti bergabung dengan pemerintah atau tidak akan dibahas lebih lanjut. Saat ini fokusnya lebih ke menghadapi Pemilu 2024.
Meski isu berkembang, akan ada jatah menteri yang diberikan, bila Demokrat memutuskan gabung ke pemerintahan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar