Oct 6th 2023, 07:32, by Angga Sukmawijaya, kumparanBISNIS
Layar menampilkan pergerakan indeks harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (14/12/2021). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat terbatas pada perdagangan Jumat (6/10). Pada perdagangan Kamis (5/10), IHSG ditutup melemah 11,75 poin (0,17 persen) ke level 6.874,826.
Tim analis Pilarmas Investindo Sekuritas memperkirakan IHSG berpotensi menguat terbatas dengan support dan resistance di level 6.870–6.915. Pasar menanti rilis data cadangan devisa pada bulan September 2023 yang diproyeksikan mengalami penurunan jika dibandingkan dengan bulan Agustus.
"Di mana di proyeksi cadangan devisa pada bulan September sebesar USD 136 miliar atau turun dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar USD 137,1," tulis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya, Jumat (6/10).
Penurunan tersebut diprediksi disebabkan oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebutuhan stabilisasi nilai tukar mata uang sebagai respons terhadap meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global.
Meskipun cadangan devisa mengalami pertumbuhan melambat namun posisi cadangan devisa dapat dikatakan masih memadai, di mana posisi cadangan tersebut setara dengan pembiayaan sekitar kurang lebih enam bulan dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.
Layar menampilkan pergerakan perdagangan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (23/10). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO
"Situasi dan kondisi yang ada saat ini lebih didominasi oleh persepsi dan ekspektasi pelaku pasar dan investor terhadap potensi adanya kenaikan tingkat suku bunga lanjutan, yang bahkan tidak menutup peluang untuk naik 2 kali hingga akhir tahun," lanjutnya.
Di sisi lain, analis Bina Artha Sekuritas Ivan Rosanova memperkirakan IHSG akan melanjutkan tren turun sebelumnya menuju 6.804 karena membentuk candle shooting star yang mengindikasikan bahwa rebound minor bisa jadi telah selesai.
"Level support IHSG berada di 6.861, 6.804 dan 6.747, sementara level resisten-nya di 6.940, 7.000 dan 7.058. Berdasarkan indikator MACD menandakan momentum bearish," kata Ivan.
Ivan merekomendasikan sederet saham yaitu AKRA, ASII, BMRI, CPIN, dan ESSA. Sedangkan Pilarmas Investindo Sekuritas menyarankan top picks saham yaitu CPIN, PNBN dan TPIA.
***
Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual suatu produk investasi tertentu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar