Oct 10th 2023, 06:32, by Moh Fajri, kumparanBISNIS
Karyawan mengamati pergerakan harga saham di Profindo Sekuritas, Jakarta, Senin (6/9). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada perdagangan Selasa (10/10). Pada perdagangan Senin (9/10), IHSG ditutup menguat 2,936 poin atau 0,04 persen ke level 6.891,455.
Analis Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang mengatakan IHSG berpeluang melanjutkan rebound ke kisaran 6.950, selama bertahan di atas critical level 6.900 di Selasa (10/10). Stochastic RSI dan MACD berpotensi membentuk golden cross memperkuat potensi rebound lanjutan tersebut.
"IHSG ditopang oleh realisasi data Indeks Keyakinan Konsumen Indonesia di 121.7 di September 2023. Meski turun dari 125,2 di Agustus 2023, tapi rata-rata IKK masih berada di 124,5 sepanjang Januari-September 2023," kata Alrich, Selasa (10/10).
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa konsumsi domestik masih relatif kuat dan berpotensi menopang laju pertumbuhan ekonomi hingga akhir tahun ini. Dari eksternal, peningkatan tensi geopolitik di Timur Tengah nampaknya memperkuat kecenderungan wait and see dari mayoritas pelaku pasar global.
"Kondisi ini turut berdampak pada pelemahan signifikan nilai tukar Rupiah ke Rp 15.685 per US dollar atau naik 0,51 persen per Senin (9/10) sore," ujar Alrich.
Alrich mengimbau sebaiknya waspadai saham-saham yang sensitif terhadap pelemahan nilai tukar, seperti perbankan dan kesehatan. Di sisi lain, konflik Hamas-Israel berpotensi mendorong kenaikan harga komoditas dalam jangka pendek.
Sementara itu, analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova, memperkirakan IHSG melemah untuk menguji support fraktal 6.840. IHSG mestinya akan turun ke 6.804 sebagai target terdekat apabila tembus di bawah 6.840.
"Level support IHSG berada di 6.840, 6.804 dan 6.747, sementara level resisten-nya di 6.940, 7.000 dan 7.058. Berdasarkan indikator MACD menandakan momentum bearish," kata Ivan.
Untuk rekomendasi saham, Alrich menyebut pelaku pasar dapat mencermati peluang rebound lanjutan pada MEDC, UNTR, ADRO, MDKA, ANTM, AKRA, PGAS, ESSA dan BIPI. Akan tetapi, rebound Senin pada saham-saham tersebut belum didukung ekspansi volume.
"Oleh sebab itu, tetap waspadai potensi false signal (jangan terlalu agresif)," lanjut Alrich.
***
Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual suatu produk investasi tertentu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar