Aug 20th 2023, 19:50, by Fadjar Hadi, kumparanNEWS
Budiman Sudjatmiko saat diwawancara di kantor Google Indonesia, Jakarta, Sabtu (4/5). Foto: Nugroho Sejati/kumparan
Nasib Budiman Sudjatmiko sebagai kader PDIP berada di ujung tanduk. Ia terancam mendapat sanksi berat dari PDIP karena mendukung Prabowo Subianto sebagai bacapres 2024.
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, ada dua opsi sanksi yang akan diberikan kepada Budiman. Pertama mengundurkan diri, kedua pemecatan.
Menyikapi ancaman sanksi dari PDIP ini, Budiman Sudjatmiko buka suara. Ia menegaskan, pemecatan tidak bisa dilakukan secara tiba-tiba.
"Kan ada pemanggilan resmi dari tingkatan begitu ya, kemudian itu diproses di mahkamah partai bukan di DPP begitu," kata Budiman saat dikonfirmasi kumparan, Minggu (20/8).
"Jadi menurut saya memang ada mekanismenya, tidak bisa langsung gitu (pemecatan), kan ada pemanggilan resmi kemudian dimintai keterangan dalam sidang mahkamah," tambah dia.
Aktivis 98 ini menjelaskan, dirinya hingga saat ini belum menerima surat panggilan dari Mahkamah Partai termasuk DPP PDIP.
"Belum ada surat pemanggilan resmi, dalam artinya bukan sekadar ngobrol, tapi resmi. Kita mau enggak mau harus menjelaskan di depan mahkamah partai begitu," tutur dia.
Oleh sebab itu, Budiman menegaskan dirinya akan menunggu surat panggilan dari DPP PDIP.
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (tengah) didampingi politikus PDI Perjuangan Budiman Sudjatmiko (tengah, kanan) memberikan keterangan pers usai menghadiri deklarasi Gerakan PraBu di Gedung Marina, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (18/8). Foto: ANTARA FOTO/Makna Zaezar
Sebelumnya PDIP merespons keras langkah politik yang dilakukan Budiman Sudjatmiko. Budiman bersama para relawan mendeklarasikan mendukung Prabowo Subianto sebagai bacapres 2024 di Semarang, Jateng, Jumat (18/8).
Hasto mengatakan, akan ada sanksi untuk Budiman. Menurutnya, hal itu akan disampaikan Ketua DPP Bidang Kehormatan PDIP Komarudin Watubun pada Senin (21/8).
"Nanti, Pak Komarudin akan mengumumkan, yang jelas partai tidak mentolerir terhadap tindakan indisipliner setiap kader partai," kata Hasto di Balikpapan, Kaltim, Minggu (20/8).
"Partai akan mengambil suatu tindakan yang tegas. Opsinya mengundurkan diri atau menerima sanksi pemecatan," tutup dia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar