Search This Blog

Nenek Remaja Korban Tembak Mati Polisi Minta Rusuh di Prancis Dihentikan

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Nenek Remaja Korban Tembak Mati Polisi Minta Rusuh di Prancis Dihentikan
Jul 3rd 2023, 11:06, by Andreas Gerry Tuwo, kumparanNEWS

Sejumlah polisi berjaga dan mengamankan kerusuhan kerusuhan di Nanterre, Prancis, Minggu (2/7/2023). Foto: Juan Medina/Reuters
Sejumlah polisi berjaga dan mengamankan kerusuhan kerusuhan di Nanterre, Prancis, Minggu (2/7/2023). Foto: Juan Medina/Reuters

Nenek dari Nahel M, remaja yang ditembak mati polisi Prancis, meminta demonstran tenang. Kematian Nahel menyebabkan Prancis berkecamuk selama lima hari berturut-turut.

Nahel ditembak mati pada Selasa (27/6) pekan lalu. Remaja 17 tahun itu kehilangan nyawa saat polisi sedang menggelar razia lalu lintas di wilayah pinggiran Paris, Nanterre.

Kematian Nahel, yang merupakan keturunan Arab-Aljazair, membangkitkan tuduhan terjadi tindakan rasisme di kepolisian Prancis. Lembaga HAM menduga polisi Prancis sengaja menargetkan warga keturunan Arab dan kulit hitam.

Sejumlah polisi berjaga dan mengamankan kerusuhan kerusuhan di Nanterre, Prancis, Minggu (2/7/2023). Foto: Nacho Doce/Reuters
Sejumlah polisi berjaga dan mengamankan kerusuhan kerusuhan di Nanterre, Prancis, Minggu (2/7/2023). Foto: Nacho Doce/Reuters

Demi meredam kerusuhan yang meluas di berbagai kota, Kementerian Dalam Negeri Prancis mengerahkan 45 ribu polisi dan Gendarmeri. Mereka ditugaskan berjaga dari Minggu (2/7) sampai Senin (3/7).

Melihat kondisi Prancis makin mencekam nenek Nahel, Nadia, buka suara. Ia memohon rusuh segera dihentikan.

"Berhenti jangan rusuh," kata Nadia saat diwawancarai lewat telepon oleh saluran televisi BFM, seperti dikutip dari AFP.

Nadia percaya kematian cucunya hanya dipakai sebagai dalih berbagai pihak untuk rusuh.

Sejumlah polisi berjaga dan mengamankan kerusuhan kerusuhan di Nanterre, Prancis, Minggu (2/7/2023). Foto: Nacho Doce/Reuters
Sejumlah polisi berjaga dan mengamankan kerusuhan kerusuhan di Nanterre, Prancis, Minggu (2/7/2023). Foto: Nacho Doce/Reuters

"Saya katakan kepada mereka yang rusuh. Jangan rusak jendela, menyerang sekolah dan bus," kata Nadia.

"Hentikan sekarang juga. Ada ibu-ibu naik bus. Ada ibu-ibu jalan di luar," sambung dia.

Nadia menambahkan, ia lelah atas situasi itu. Apalagi kematian Nahel membuat dia dan anaknya sangat berduka.

"Nahel, dia sudah meninggal. Anak semata wayang putri saya, dan dia merasa sangat kehilangan," ujar Nadia.

"Ini sudah berakhir, putri saya tidak lagi punya kehidupan. Dan begitu juga saya. Mereka membuat saya kehilangan putri dan anak saya," sambung Nadia.

Media files:
01h4ct8cpjrdtxqdb2qs7j3as6.jpg (image/jpeg)
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar