Jul 3rd 2023, 11:21, by Angga Sukmawijaya, kumparanBISNIS
Presiden Joko Widodo pada Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Negara, Bogor, Jawa Barat, Rabu (6/4/2022). Foto: Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Jokowi meminta instansi pemerintah berhati-hati dalam melakukan belanja barang. Hal itu spesifik dia ingatkan kepada beberapa instansi seperti Kementerian Pertahanan (Kemhan) hingga Polri.
"Dan ini yang paling penting, perlu saya tekankan hati-hati dalam pembelian barang. Ini untuk Kemenhan, Polri, BIN, Kejaksaan karena angkanya (belanja) saya lihat cukup besar, Rp 29,7 triliun. Sedangkan kalau kita bandingkan untuk jalan irigasi bendungan di angka Rp 23,5 triliun," kata Jokowi dalam pengantar di Sidang Kabinet, Senin (3/7).
Hal itu Jokowi sampaikan karena besaran belanja barang yang dilakukan akan berdampak pada pengeluaran APBN untuk pemeliharaan fasilitas. Salah satunya Jokowi contohkan pemeliharaan irigasi dan jalan di Kementerian PUPR.
Presiden Joko Widodo pada Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Negara, Bogor, Jawa Barat, Rabu (6/4/2022). Foto: Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat Presiden
"Dan kelihatan ini pemeliharaan di PU Rp 14,9 triliun. Pemeliharaan di PU artinya pemeliharaan jalan irigasi. Sedangkan pemeliharaan kementerian/lembaga yang saya sampaikan Rp 21,5 triliun langsung kelihatan," kata Jokowi.
Pemeliharaan dari sebuah fasilitas yang didapat dari belanja pemerintah menurut Jokowi sangat penting karena manfaatnya akan dirasakan oleh masyarakat. Di lain sisi, pemeliharaan itu juga perlu melihat kondisi APBN karena dibutuhkan anggaran yang tidak kecil.
"Ini hati-hati, jangan sampai kita beli barang banyak-banyak yang akhirnya kalau manfaat maksimal tidak apa-apa, tapi kalau tidak maksimal dan biaya pemeliharaan naik bisa Rp 21,5 triliun. Ini harus coba dilihat lagi secara detail kita harus jaga agar APBN kita tetap sehat," kata Jokowi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar