Apr 14th 2023, 11:10, by Andreas Gerry Tuwo, kumparanNEWS
Jack Douglas Teixeira, pelaku pembocor dokumen rahasia AS. Foto: Facebook
Pria 21 tahun Jack Douglas Teixeira ditangkap FBI pada Kamis (13/4), atas dugaan keterlibatan kasus kebocoran dokumen rahasia Amerika Serikat. Ia dikenal sebagai anak baik.
Teman Teixeira, Eddy Souza (22), menyampaikan kesaksiannya mengenai keseharian sang pemuda yang bekerja di Garda Angkatan Udara AS itu. Ia mengaku mengenal Teixeira sejak sama sekolah di SMA Dighton-Rehoboth beberapa tahun lalu.
Souza mengatakan, tidak melihat Teixeira sebagai orang terpapar paham ekstrem. Meski demikian, Souza mengaku terakhir kali kontak dengan Teixeira beberapa tahun lalu.
"Dia anak baik dan bukan pembuat onar cuma ia pendiam," kata Souza seperti dikutip dari Reuters.
"Kedengarannya ini seperti kesalahan anak bodoh," sambung dia.
Teixeira ditangkap agen FBI di rumahnya di Dighton, Negara Bagian Massachusetts sekitar 80 kilometer sebelah selatan Boston.
Penangkapan terjadi setelah kebocoran dokumen rahasia dan sangat rahasia AS. Dokumen itu berisi berbagai macam informasi termasuk operasi perang Ukraina, keterlibatan agen Mossad menentang PM Israel Benjamin Netanyahu sampai tindakan mata-mata AS di negara sekutunya.
Ditangkap Tanpa Perlawanan
Dalam catatan dinasnya, Teixeira berpangkat sebagai 1st Airman di Pangkalan Udara Nasional Otis di Massachusetts. Dia bergabung dengan Garda Nasional Udara AS pada 2019 dan ditugaskan sebagai IT spesialis.
Jaksa Agung AS Merrick Garlad menyebut, Teixeira sebelum ditangkap sudah masuk daftar pencarian.
"Dia diburu karena terkait dengan investigasi mengenai dugaan penghapusan, penyimpanan, dan transmisi informasi rahasia keamanan nasional," kata Garland seperti dikutip dari Reuters.
Garland menambahkan, saat ditangkap Teixeira sama sekali tidak melawan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar