Search This Blog

Mengenal Tokoh yang Mengusulkan Dilaksanakannya Sistem Tanam Paksa

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Mengenal Tokoh yang Mengusulkan Dilaksanakannya Sistem Tanam Paksa
Feb 12th 2023, 18:44, by Berita Terkini, Berita Terkini

Ilustrasi Tokoh yang Mengusulkan Dilaksanakannya Sistem Tanam Paksa. Foto: dok. Annie Spratt (Unsplash.com)
Ilustrasi Tokoh yang Mengusulkan Dilaksanakannya Sistem Tanam Paksa. Foto: dok. Annie Spratt (Unsplash.com)

Sistem tanam paksa merupakan salah satu sistem yang sempat diterapkan di Indonesia sebelum masa kemerdekaan. Tokoh yang mengusulkan dilaksanakannya sistem paksa adalah Van den Bosch. Untuk mengetahui tentang sistem tanam paksa lebih lanjut, mari kita simak pembahasan lengkapnya dalam artikel berikut ini.

Baca juga: Alasan dan Latar Belakang Dihapuskannya Sistem Tanam Paksa di Indonesia

Tokoh yang Mengusulkan Dilaksanakannya Sistem Tanam Paksa dan Dampak yang Ditimbulkan

Dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia, terdapat serangkaian peristiwa yang dilalui masyarakat Indonesia. Salah satu peristiwa penting dalam sejarah Indonesia adalah penerapan sistem paksa.

Sistem tanam paksa yang diterapkan Belanda merupakan sistem dimana penduduk desa diwajibkan untuk menanam hasil perkebunan sesuai dengan permintaan pasaran dunia pada saat itu untuk diekspor.

Tokoh yang mengusulkan dilaksanakannya sistem tanam paksa adalah Van den Bosch. Hal ini selaras dengan pembahasan dalam buku berjudul Konstitusionalisme Tanah Hak Milik di Atas Tanah Hak Pengelolaan yang ditulis oleh Dr. H. Idham, S.H., M.Kn. (2021: 108).

Ilustrasi Tokoh yang Mengusulkan Dilaksanakannya Sistem Tanam Paksa. Foto: dok. Uriel Soberanes (Unsplash.com)
Ilustrasi Tokoh yang Mengusulkan Dilaksanakannya Sistem Tanam Paksa. Foto: dok. Uriel Soberanes (Unsplash.com)

Dikutip dari buku tersebut yang memaparkan bahwa Cultuurstelsel artinya adalah sistem tanam paksa yang diterapkan oleh Kolonial Belanda. Kebijakan yang keji dan kejam itu dikeluarkan oleh Kolonial Hindia Belanda di Indonesia melalui Gubernur Jenderal Johannes Van Den Bosch (1830-1833).

Sistem tanam paksa diterapkan dengan cara memberi perintah bagi penduduk desa untuk menanam hasil perkebunan yang menjadi permintaan pasaran dunia pada saat itu untuk diekspor.

Pembahasan lengkap mengenai sistem tanam paksa dipaparkan dalam buku berjudul BPSC Modul Ilmu Pengetahuan Sosial SD/MI Kelas V: Buku Pendamping Siswa Cerdas Modul Ilmu Pengetahuan Sosial + Kunci Jawaban yang disusun oleh Nur Hasanah (2021: 128).

Dikutip dari buku tersebut bahwa sistem tanam paksa diterapkan dengan tujuan memperoleh pendapatan sebanyak mungkin dari Indonesia dalam waktu relatif singkat. Untuk itu, pemerintah kolonial mengerahkan tenaga rakyat tanah jajahan untuk mengusahakan penanaman yang hasilnya dapat dipasarkan di pasaran dunia.

Ilustrasi Tokoh yang Mengusulkan Dilaksanakannya Sistem Tanam Paksa. Foto: dok. Markus Spiske (Unsplash.com)
Ilustrasi Tokoh yang Mengusulkan Dilaksanakannya Sistem Tanam Paksa. Foto: dok. Markus Spiske (Unsplash.com)

Masih dalam buku yang sama, dijelaskan pula bahwa jenis tanaman yang diusahakan harus mengikuti ketentuan pemerintah kolonial. Adanya sistem tanam paksa yang diterapkan di Indonesia tentu memberi dampak buruk bagi masyarakat.

Sistem tanam paksa menimbulkan kerugian besar-besaran bahkan bencana bagi masyarakat Indonesia. Kerugian yang dialami masyarakat Indonesia dengan adanya penerapan sistem tanam adalah adanya krisis ekonomi hingga krisis pangan yang memicu kelaparan hebat. Krisis ini timbul karena masyarakat hanya diperbolehkan menanam komoditi tertentu yang bernilai tinggi saat diekspor.

Itu dia tokoh yang mengusulkan dilaksanakannya sistem tanam paksa beserta dampak yang dirasakan masyarakat Indonesia dengan adanya penerapan sistem tanam paksa. Wawasan ini dapat menambah pengetahuan Anda khususnya mengenai sejarah perjuangan Indonesia sebelum kemerdekaan. (DAP)

Media files:
01grzcx71ssmgaa2ckcwxp5dmx.jpg (image/jpeg)
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar