Feb 19th 2023, 19:16, by Fachrul Irwinsyah, kumparanNEWS
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo memberikan keterangan pers terkait penangkapan Irjen Pol Teddy Minahasa Putra di ruangan Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Jumat (14/10/2022). Foto: Reno Esnir/ANTARA FOTO
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan telah mengirim tim SAR ke lokasi pendaratan darurat helikopter Polri yang ditumpangi Kapolda Jambi Irjen Rusdi Hartono.
Helikopter tersebut mendarat darurat di Bukit Tamia, Muara Emat, Kabupaten Kerinci, Minggu (19/2). Heli itu mengangkut 8 orang terdiri dari 3 kru helikopter dan 5 jajaran Polda Jambi termasuk Irjen Rusdi.
Sigit mengungkapkan helikopter dalam perjalanan ke Kerinci untuk melakukan peresmian kantor dan kegiatan lainnya. Namun di tengah perjalanan helikopter itu hilang kontak.
"Terjadi peristiwa di mana Kapolda Jambi yang sedang melaksanakan kegiatan dalam rangka peresmian salah satu kantor kita dan juga kegiatan lain ke arah Kerinci tiba-tiba mengalami lost contact di jam 11.20 dan kemudian kita dapatkan informasi telah dilakukan pendaratan darurat," kata Sigit di Jakarta, Minggu (19/2).
Sigit memastikan seluruh penumpang dalam keadaan selamat. Lokasi mereka sudah diketahui dan tim SAR telah dikerahkan ke sana untuk mengevakuasi korban.
Penampakan puing-puing jatuhnya helikopter yang membawa Kapolda Jambi. Foto: Dok. Istimewa
"Saat ini kita telah mengirimkan tim untuk evakuasi terdiri dari 2 helikopter yang kita berangkatkan dan kemudian juga tim dari Brimob yang memiliki kemampuan melaksanakan SAR dan juga kita dibantu oleh masyarakat ataupun para pecinta alam yang kebetulan mengetahui dan membantu kita menuju ke titik yang akan kita lakukan evakuasi," kata Sigit.
"Saat ini tim sudah berada di kurang lebih 3 kilometer atau 4 kilometer dari lokasi, namun karena memang wilayahnya perbukitan kita juga membutuhkan waktu (untuk evakuasi)" kata Sigit.
Terkait cara evakuasi korban, Sigit mengatakan, semua bergantung pada medan di lokasi pendaratan darurat. Bila memungkinkan korban akan dibawa ke rumah sakit menggunakan helikopter, namun bila tidak bisa maka akan ditempuh melalui jalur darurat.
"Tentu pertama kita akan lihat medan yang ada kalau bisa kita evakuasi dengan heli tentu kita akan gunakan heli, namun apabila harus dilakukan evakuasi dengan melalui jalur darat karena kondisi lapangan tentunya akan kita sesuaikan dan tentunya nanti pada saat helikopter bisa lakukan pengangkatan di titik sesuai kita akan lakukan evakuasi ke rumah sakit terdekat," jelas Sigit.
Penampakan puing-puing jatuhnya helikopter yang membawa Kapolda Jambi. Foto: Dok. Istimewa
Lebih jauh Sigit mengatakan evakuasi mungkin membutuhkan waktu. Ia pun memohon doa kepada masyarakat agar prosesnya bisa berjalan dengan baik.
"Karena tempatnya ada di suatu ketinggian sehingga untuk mencapai ketinggian tersebut tentunya membutuhkan waktu. Memang bukan dataran tapi perbukitan," kata Sigit.
"Mohon doa agar evakuasi bisa segera kita lakukan dengan cepat," harap Sigit.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar