Search This Blog

Perjalanan Hidup Robert Prevost yang Terpilih Jadi Paus Hasil Konklaf 2025

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Perjalanan Hidup Robert Prevost yang Terpilih Jadi Paus Hasil Konklaf 2025
May 10th 2025, 17:16 by Berita Terkini

Ilustrasi Perjalanan hidup Robert Prevost yang terpilih jadi Paus - Sumber: unsplash.com/@brojomnick
Ilustrasi Perjalanan hidup Robert Prevost yang terpilih jadi Paus - Sumber: unsplash.com/@brojomnick

Setelah mendapatkan pengganti Paus Fransiskus melalui konklaf, satu hal yang menarik perhatian adalah perjalanan hidup Robert Prevost yang terpilih jadi Paus. Dari latar belakang hidup hingga perannya dalam pelayanan pastoral yang mencerminkan dedikasi tinggi.

Terpilihnya Robert Prevost sebagai Paus Leo XIV adalah momen penting dalam konklaf 2025. Sekaligus mengundang perhatian pada jejak panjang pengabdiannya yang patut untuk disimak lebih dalam.

Perjalanan Hidup Robert Prevost yang Terpilih jadi Paus ke-267

Ilustrasi perjalanan hidup robert prevost yang terpilih jadi paus - Sumber: unsplash.com/@dm_david
Ilustrasi perjalanan hidup robert prevost yang terpilih jadi paus - Sumber: unsplash.com/@dm_david

Robert Francis Prevost, yang kini dikenal sebagai Paus Leo XIV, adalah Paus ke-267 dalam gereja Katolik. Prevost adalah Paus pertama yang berasal dari Amerika Serikat serta anggota Ordo Agustinus pertama yang menduduki Takhta Suci.

Berdasarkan e-book Leo XIV: The First American Pope: A Historic Journey from Chicago to the Vatican, Guillaume Lessard, (2025), Robert Francis Prevost lahir pada 14 September 1955 di Chicago, Illinois. Orang tuanya adalah Louis Marius Prevost (keturunan Prancis dan Italia) dan Mildred Martínez (keturunan Spanyol).

1. Bergabung dengan Ordo Agustinus

Sejak muda, Prevost menunjukkan ketertarikan pada kehidupan religius. Perjalanan religiusnya dimulai saat bergabung dengan Seminari Menengah Ordo Agustinus. Prevost melanjutkan studi di Universitas Villanova, Pennsylvania, dan meraih gelar Sarjana Matematika serta mempelajari filsafat pada tahun 1977.

Pada usia 27 tahun, Prevost dikirim oleh Ordo Agustinus ke Roma untuk melanjutkan studi hukum kanonik di Universitas Kepausan Santo Thomas Aquinas (Angelicum). Prevost ditahbiskan sebagai imam pada 19 Juni 1982 dan meraih lisensiat dalam hukum kanonik pada tahun 1984.

Setelah itu, Prevost diutus ke Peru untuk melayani di misi Chulucanas, Piura, dari tahun 1985 hingga 1986. Setelah kembali ke Amerika Serikat sebagai promotor panggilan dan direktur misi untuk provinsi Agustinus di Chicago, ia kembali ke Peru pada tahun 1988.

Di Peru ia menghabiskan sepuluh tahun berikutnya memimpin seminari Agustinus di Trujillo serta mengajar hukum kanonik di seminari keuskupan. Ia juga menjabat sebagai hakim di tribunal gerejawi regional dan anggota dewan konsultatif Keuskupan Trujillo.

Pada tahun 1998, Prevost terpilih sebagai provinsial Ordo Agustinus untuk wilayah Midwest Amerika Serikat dan kembali ke Chicago. Ia kemudian terpilih sebagai Prior Jenderal Ordo Agustinus, posisi tertinggi dalam ordo tersebut, dan menjabat selama dua periode hingga tahun 2013.

2. Diangkat Menjadi Uskup oleh Paus Fransiskus

Setelah masa jabatannya sebagai Prior Jenderal berakhir, Prevost kembali ke Peru dan pada tahun 2015 diangkat oleh Paus Fransiskus sebagai Uskup Chiclayo. Pada tahun yang sama, ia memperoleh kewarganegaraan Peru.

Selama menjabat sebagai uskup, ia dikenal karena kedekatannya dengan masyarakat miskin. Bahkan mendapat sebutan sebagai "Santo dari Utara" karena upayanya dalam membantu korban bencana alam dan pandemi COVID-19.

Pada 30 Januari 2023, Paus Fransiskus menunjuk Prevost sebagai Prefek Dikasteri untuk Para Uskup dan Presiden Komisi Kepausan untuk Amerika Latin. Ia juga diangkat sebagai kardinal pada 30 September 2023 dengan gelar kardinal-diakon Santa Monica.

Baca Juga: Apa Itu Pope atau Paus? Ini Penjelasannya

Perjalanan hidup Robert Prevost yang terpilih jadi Paus membuka babak baru dalam gereja Katolik. Terpilihnya Prevost bukan sekadar hasil dari proses konklaf, melainkan buah dari perjalanan panjang yang sarat makna dan nilai keimanan Katolik. (DNR)

Media files:
01jttxfh5tr5hf5rnyyft7yg3v.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Ribuan Warga Ikuti Pengobatan Gratis di Candi Borobudur Sambut Hari Raya Waisak

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Ribuan Warga Ikuti Pengobatan Gratis di Candi Borobudur Sambut Hari Raya Waisak
May 10th 2025, 17:05 by Pandangan Jogja

Pemeriksaan kesehatan gratis yang diselenggarakan di Candi Borobudur jelang Waisak 2025. Foto: Iqbaltwq/Pandangan Jogja
Pemeriksaan kesehatan gratis yang diselenggarakan di Candi Borobudur jelang Waisak 2025. Foto: Iqbaltwq/Pandangan Jogja

Ribuan warga memadati kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, untuk mengikuti kegiatan pengobatan gratis yang digelar oleh Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI), Sabtu (10/5). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Waisak 2025 dan akan berlangsung selama dua hari, hingga Minggu (11/5).

Ketua Umum DPP WALUBI, Siti Hartati Murdaya, menyebut bahwa kegiatan bakti sosial ini merupakan bentuk pengamalan nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan.

"Kita bisa melaksanakan tugas kita dalam dharma agama dan dalam dharma negara. Hidup sebagai manusia, kita harus punya agama. Hidup dalam negara, kita harus mengerti bahwa negara itu seperti orang tua kita. Jadi, kita harus mendukung supaya negara sukses," ujar Hartati, Sabtu (10/5).

Pemeriksaan kesehatan gratis yang diselenggarakan di Candi Borobudur jelang Waisak 2025. Foto: Iqbaltwq/Pandangan Jogja
Pemeriksaan kesehatan gratis yang diselenggarakan di Candi Borobudur jelang Waisak 2025. Foto: Iqbaltwq/Pandangan Jogja

Layanan kesehatan yang tersedia mencakup berbagai jenis pemeriksaan dan pengobatan, mulai dari poli mata, gigi, bedah, penyakit dalam, hingga layanan kesehatan mental.

Direktur Utama RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, dr. Eniarti, yang juga terlibat dalam kegiatan ini, menjelaskan bahwa layanan pengobatan ini didukung oleh tenaga medis dari berbagai rumah sakit di Jawa Tengah dan DIY.

"Ada poli mata, ada poli gigi, ada poli bedah, ada penyakit dalam, ada juga untuk kesehatan mentalnya. Jadi semuanya lengkap di sini. Dan ini bekerja sama dengan semua rumah sakit yang ada di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta," kata dr. Eniarti.

"Sekitar 200-an dokter, perawatnya 300. Targetnya kita sekitar 8 ribu selama 2 hari," tambahnya.

Pemeriksaan kesehatan gratis yang diselenggarakan di Candi Borobudur jelang Waisak 2025. Foto: Iqbaltwq/Pandangan Jogja
Pemeriksaan kesehatan gratis yang diselenggarakan di Candi Borobudur jelang Waisak 2025. Foto: Iqbaltwq/Pandangan Jogja

Warga yang datang pun menyambut baik kegiatan ini. Makim, salah satu pasien, merasa terbantu dengan adanya pengobatan gratis, terutama karena mengalami gangguan penglihatan.

"Ya, senang. Kesempatan ada pengobatan gratis di sini, pas Hari Waisak WALUBI. Semoga bisa sembuh, bisa untuk membaca itu terbantu," ujarnya.

Tasya, warga lainnya, berharap agar kegiatan ini terus dilaksanakan setiap tahun dengan durasi yang lebih panjang.

"Iya, tiap tahun, tiap ada Waisak, ada kegiatan baksos ini. Semoga acara ini selalu diadakan. Semoga bisa tambah harinya lagi," katanya.

Pemeriksaan kesehatan gratis yang diselenggarakan di Candi Borobudur jelang Waisak 2025. Foto: Iqbaltwq/Pandangan Jogja
Pemeriksaan kesehatan gratis yang diselenggarakan di Candi Borobudur jelang Waisak 2025. Foto: Iqbaltwq/Pandangan Jogja

Sementara Yulista, guru SD yang hadir bersama murid-muridnya, merasa bersyukur bisa mendapatkan undangan pengobatan gratis untuk kedua kalinya.

"Kan ini dapat undangan. Tahun kemarin dapat, tahun ini juga dapat lagi. Kalau jujur, memang ditunggu untuk pengobatan gratisnya, apalagi kalau mendapat undangan seperti ini. Ya, alhamdulillah, sih. Anak-anak kan jadi bisa ikut berobat gratis. Ikut berobat gratis juga bisa sambil refreshing," tuturnya.

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi momen berbagi bagi umat Buddha, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan yang nyata bagi masyarakat luas di sekitar Candi Borobudur.

Media files:
01jtwt29vag6bvwp1sr1kbkskt.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.