Ilustrasi anak periksa mata. Foto: Streamlight Studios/Shutterstock
Mata adalah aset berharga bagi anak. Itulah kenapa, jika penglihatannya terganggu, maka kegiatan sehari-hari si kecil juga akan sulit dilewati.
Meski begitu, pada anak, masalah kesehatan mata, seperti mata minus biasanya sulit terdeteksi di awal. Ya Moms, rabun jauh atau miopia pada anak tidak hanya membuat penglihatan menjadi kabur, tetapi juga berisiko memburuk seiring pertumbuhan bola mata.
“Anak belum punya pembanding apakah penglihatannya normal atau tidak. Jadi sering kali mereka merasa semuanya baik-baik saja,” ujar dr. Nina pada acara Investasi Penglihatan Mata Bersama JEC FLACS, Rabu (20/5).
Kapan Waktu yang Tepat Ajak Anak Periksa Mata?
Ilustrasi Periksa Mata. Foto: Shutterstock
Menurut dokter spesialis mata, dr. Nina Noor, Sp.M, pemeriksaan mata sudah bisa dilakukan sejak usia 3–4 tahun, terutama jika orang tua memiliki riwayat mata minus, sebab faktor genetik dapat meningkatkan risikonya.
Karena itu, penting bagi orang tua dan guru untuk lebih peka terhadap tanda-tanda mata minus pada anak. Misalnya, anak selalu ingin duduk di depan kelas, menolak dipindahkan ke belakang, atau mengeluh tidak bisa melihat tulisan di papan.
“Jika menemukan tanda-tanda tersebut, segera lakukan pemeriksaan mata. Karena deteksi dini dapat membantu mengintervensi mata minus agar tidak terus bertambah tinggi,” pesan dr. Nina.
Jadi, jangan lupa untuk rutin memeriksakan mata anak setiap tahun ya, Moms.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar