Deretan rumah yang masih dalam tahap pembangunan perumahan di Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (3/10/2024). Foto: ANTARA FOTO/Andry Denisah
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mencatat telah menyalurkan kredit pembiayaan rumah (KPR) subsidi sebanyak 6 juta unit untuk masyarakat kategori desil 3 atau rentan miskin.
Sebagaimana diketahui desil 3 merupakan klasifikasi kelompok masyarakat yang berada di urutan ke 21-30 persen tingkat kesejahteraan terendah secara nasional. Dalam program bantuan pemerintah, desil 3 dikategorikan sebagai kelompok rentan miskin.
"Kalau desil 3 kpr subsidi di BTN ada 6 juta rumah dari awal program," kata Direktur Utama Bank Tabungan Negara, Nixon LP Napitupulu dalam keterangannya, Minggu (24/5).
Menurut Nixon, dalam mengalurkan kredit perumahan, ada dua strategi utama yang dilakukan BTN yaitu, melalui program KPR subsidi dan lewat bantuan pembangunan rumah swadaya bagi masyarakat dengan penghasilan paling rendah.
Program KPR subsidi dirancang untuk masyarakat dengan batas maksimal penghasilan tertentu agar tepat sasaran kepada kelompok MBR. Sementara bagi masyarakat di desil 1 dan 2 yang dinilai belum mampu mengakses kredit perbankan, pemerintah menyalurkan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
"KPR tentu dibantu pemerintah. Pemerintah buat program KPR subsisdi yang dibatasi maksimal income. Maksudnya ini memang menyasar masyarakat penghasilan rendah karena banyak unbanked. Kalau ada 10 desil, maka bisa dibilang yang paling sulit tinggal desil 1-2 sedangkan desil 3-8 diintervensi KPR," jelasnya.
Tahun ini, kata Nixon, program BSPS disebut menyasar sekitar 400 ribu rumah tangga di seluruh Indonesia. "Yang desil 1-2 ini pemerintah mengeluarkan BSPS bantuan simulan pembangunan swadaya jadi pemerintah kasih 20-25 juta tahun ini ada 400 ribu per rumah tangga," lanjutnya.
Kaji Tenor hingga 40 Tahun
Direktur Utama BTN, Nixon Napitupulu ditemui di Menara BTN, Jakarta Pusat pada Selasa (18/11/2025). Foto: Argya D. Maheswara/kumparan
Nixon menambahkan, pemerintah saat ini juga tengah mengkaji skema tenor KPR hingga 40 tahun. Langkah itu diharapkan dapat memperluas akses masyarakat berpenghasilan rendah terhadap pembiayaan rumah.
"Hari ini pemerintah mengkaji KPR sampai 40 tahun, mudah-mudahan desil 1-2 bisa dapat. Ini cara penetrasi MBR," sebutnya.
Selain lewat pembiayaan rumah, BTN juga mengandalkan digitalisasi untuk menjangkau masyarakat yang belum tersebtuh akses pembiayaan bank.. Nixon menilai penetrasi telepon seluler di Indonesia saat ini jauh lebih tinggi dibanding kepemilikan rekening bank.
Ia mencontohkan, selama lebih dari 70 tahun BTN menyalurkan sekitar 6 juta KPR. Namun dalam waktu kurang dari tiga tahun, pengguna mobile banking BTN sudah mencapai sekitar 5 juta akun.
"Kita buat digitalisasi untuk perbankan. Penetrasi HP lebih banyak dibanding penetrasi account. BTN usia 70 lebih KPR 6 jutaan, mobile tidak sampai 3 tahun sudah 5 juta mobile banking account. Menurut saya jumlah KPR di-takeover user mobile. Penetration rate sekarang lebih mudah karena mobile bisa buka dari rumah. Itu cara kami akses unbanked," tambahnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar