Search This Blog

Volkswagen Minta Industri Otomotif Jerman Belajar dari China

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Volkswagen Minta Industri Otomotif Jerman Belajar dari China
Mar 30th 2026, 05:30 by kumparanOTO

Para karyawan bekerja di jalur perakitan mobil listrik Volkswagen (VW) ID.3 milik produsen mobil Jerman, Volkswagen di Dresden, Jerman, pada 14 Mei 2025. Foto: JENS SCHLUETER / AFP
Para karyawan bekerja di jalur perakitan mobil listrik Volkswagen (VW) ID.3 milik produsen mobil Jerman, Volkswagen di Dresden, Jerman, pada 14 Mei 2025. Foto: JENS SCHLUETER / AFP

Raksasa manufaktur Jerman, Volkswagen secara terang-terangan mengungkapkan bahwa industri otomotif negaranya perlu mempelajari kemajuan dan disiplin yang telah dilakukan China selama ini.

Dilansir Reuters, hal itu disampaikan oleh CEO Volkswagen Oliver Blume pada sebuah wawancara dengan Bild am Sonntag (Bild) di tengah upaya produsen mobil tersebut untuk terus melakukan restrukturisasi besar-besaran agar tetap kompetitif.

"China bertindak dengan cara yang sangat terencana dan memiliki prioritas yang jelas. Strukturnya diatur secara optimal, yang kami alami selama di sana adalah tingkat disiplin yang tinggi dan kemauan untuk melakukannya," ucap Blume.

Dirinya menambahkan, Jerman dapat mengambil banyak hal dari perspektif kemajuan industri otomotif China yang dicapai saat ini. Volkswagen adalah salah satu merek paling dikenal, dan Blume menekankan tingkat persaingan yang kian kompetitif.

Pemandangan udara lokasi produksi mobil listrik Volkswagen (VW) ID.3 milik pabrikan mobil Jerman, Volkswagen di Dresden, Jerman, pada 14 Mei 2025. Foto: JENS SCHLUETER / AFP
Pemandangan udara lokasi produksi mobil listrik Volkswagen (VW) ID.3 milik pabrikan mobil Jerman, Volkswagen di Dresden, Jerman, pada 14 Mei 2025. Foto: JENS SCHLUETER / AFP

"Bayangkan lebih dari 150 kompetitor yang memiliki kekuatan inovasi yang sangat dinamis," jelasnya.

Volkswagen secara grup memang tengah didera masalah penjualan di kancah global. Baru-baru ini, mereka menutup pabrik di Dresden, Jerman yang menandai perubahan besar pertama kalinya dalam sejarah raksasa manufaktur di Eropa selama 88 tahun terakhir.

Berdasarkan laporan dari Financial Times, keputusan tersebut tak lepas dari tekanan keuangan yang dihadapi Volkswagen. Penurunan angka penjualan di China dan Eropa, ditambah kebijakan tarif impor di Amerika Serikat, membuat kinerja bisnis terus terpuruk.

Saat ini, perusahaan mengelola anggaran sekitar 160 miliar euro atau setara Rp 2,7 triliun untuk lima tahun mendatang, lebih rendah dibandingkan periode 2023–2027 yang mencapai 180 miliar euro atau sekitar Rp 3,06 triliun, seiring proyeksi usia kendaraan bermesin bensin yang lebih panjang.

Para karyawan bekerja di jalur perakitan mobil listrik Volkswagen (VW) ID.3 milik produsen mobil Jerman, Volkswagen di Dresden, Jerman, pada 14 Mei 2025. Foto: JENS SCHLUETER / AFP
Para karyawan bekerja di jalur perakitan mobil listrik Volkswagen (VW) ID.3 milik produsen mobil Jerman, Volkswagen di Dresden, Jerman, pada 14 Mei 2025. Foto: JENS SCHLUETER / AFP

Penutupan produksi di Dresden menjadi bagian dari strategi pengurangan kapasitas Volkswagen di Jerman. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari kesepakatan dengan serikat pekerja yang disepakati tahun lalu, yang juga mencakup rencana pemangkasan sekitar 35 ribu tenaga kerja di merek Volkswagen di Jerman.

Brand Chief Volkswagen, Thomas Schäfer, menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil dengan pertimbangan matang. Ia menyebut langkah ini krusial dari sisi keberlanjutan bisnis perusahaan.

"Keputusan untuk menghentikan produksi di Dresden tidak diambil secara ringan. Namun dari perspektif ekonomi, langkah ini sangat penting," ujar Schäfer.

Media files:
01kcnf1kdzr4t2ce195rr9efan.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar