Presiden Prabowo dan jajaran menteri menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026. Foto: You Tube Kemendagri RI
Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan kondisi global saat ini yang masih terdapat ketegangan di belahan-belahan dunia. Ia mengatakan negara-negara di dunia saat ini risau dengan kemungkinan pecahnya perang dunia ke-3.
Hal itu diungkapkan Prabowo saat memberi taklimat dalam acara Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul International Convention Center (SICC) Bogor pada Senin (2/2).
"Saya baru pulang dari Eropa. Saya ketemu tokoh-tokoh dunia, saya hadir di Davos. Puluhan kepala negara hadir. Hampir semua, hampir semua merisaukan pecahnya Perang Dunia ke-3," ujar Prabowo.
Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka menghadiri acara Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Senin (2/2/2026). Foto: Zamachsyari/kumparan
Selain kondisi geopolitik yang tak kunjung menentu, Prabowo mengungkapkan kondisi perubahan iklim juga menjadi tantangan bangsa-bangsa.
Oleh karena itu, ia menegaskan dalam kepemimpinannya, Indonesia harus menjadi negara yang bisa berdiri di atas kaki sendiri.
"Kalau kita diancam, kalau kita diserang, tidak akan ada yang bantu kita, Saudara-saudara. Percaya sama saya, nobody is going to help us," kata Prabowo.
"Karena itu dari awal, Bung Karno mengatakan kita harus berdiri di atas kaki kita sendiri," tutup dia.
Presiden Prabowo Subianto berbicara selama World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Kamis (22/2026). Foto: Youtube/Sekretariat Presiden
Prabowo mengatakan, Indonesia akan terus mempertahankan swasembada beras yang saat ini sudah tercapai. Lalu, swasembada selanjutnya ditargetkan di bidang energi.
Ini dilakukan agar Indonesia tak bergantung pada negara lain, bisa berdiri di atas kaki sendiri dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar