Search This Blog

Prabowo Mau Kopdes Merah Putih Dilengkapi dengan Pabrik Genteng

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Prabowo Mau Kopdes Merah Putih Dilengkapi dengan Pabrik Genteng
Feb 2nd 2026, 14:29 by kumparanBISNIS

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan taklimat dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026). Foto: Aditya Pradana Putra/ANTARA FOTO
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan taklimat dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026). Foto: Aditya Pradana Putra/ANTARA FOTO

Presiden Prabowo Subianto menggagas ide untuk penggunaan genteng berbahan dasar tanah untuk memperindah bangunan di setiap atap rumah. Nantinya, Koperasi Desa Merah Putih disebut akan dilibatkan dalam industri genteng tersebut.

Menurut Prabowo, saat ini masih banyak ditemui atap rumah di berbagai daerah yang menggunakan seng. Seng dinilai tidak awet dan tidak ramah lingkungan.

"Seng ini panas untuk penghuni, seng ini juga berkarat, jadi tidak mungkin Indonesia indah kalau semua genteng dari seng. Maaf saya tidak tahu ini dari dulu industri aluminium dari mana ya, maaf bikin yang lain-lain deh," kata Prabowo dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul, Jawa Barat pada Senin (2/2).

"Saya ingin semua atap Indonesia pakai genteng. Jadi nanti ini gerakannya adalah gerakan, proyeknya adalah proyek gentengisasi ke Indonesia," lanjutnya.

Prabowo juga menyebut industri genteng disebut Prabowo tidak membutuhkan biaya mahal. Koperasi Desa Merah Putih dinilai tepat untuk terlibat dalam proyek ini.

"Alat-alat pabrik genteng itu tidak mahal, jadi nanti koperasi merah putih akan kita lengkapi dengan pabrik genteng," ujarnya.

Selain itu, Prabowo juga sudah mendapat masukan dari para ahli bahwa industri genteng juga dapat memanfaatkan limbah. Salah satu limbah yang bisa dimanfaatkan adalah limbah batubara.

Warga Desa Hikong membersihkan atap rumahnya dari abu dampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, NTT, Rabu (18/6/2025). Foto: Gregorio J Gilbert/ANTARA FOTO
Warga Desa Hikong membersihkan atap rumahnya dari abu dampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, NTT, Rabu (18/6/2025). Foto: Gregorio J Gilbert/ANTARA FOTO

"Saya dapat laporan dari profesor-profesor kita bahwa limbah dari batubara ya, ash itu dari batubara ya, itu dicampur dengan tanah bahan genteng yang baik," kata Prabowo.

Prabowo juga menjelaskan bahwa di Indonesia para generasi terdahulu tak menggunakan seng melainkan rumbia atau ijuk dan bahan dari alam lainnya.

"Turis dari luar, untuk apa dia datang melihat seng berkarat? Karat itu lambang degenerasi. Saya berharap dalam 2-3 tahun Indonesia tidak akan kelihatan karat. Karat adalah lambang degenerasi, bukan lambang kebangkitan," ujarnya.

Media files:
01kgeehtvbvdpr6sze8r8c5b55.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar